
Beberapa tahun kebelakang
Saat ini Ardiya tengah berusia 7 tahun dan dia harus menerima kenyataan kalau orang tuanya harus bercerai, dan adik kecilnya yang bernama Naya yang baru saja berusia 3 tahun harus ikut dengan mamanya yaitu Dea. Dea pun membawa Naya ke luar negeri, hal itu membuat Ardiya tidak bisa menemui adik kesayangannya itu.
Disisi lain Rafandra saat ini tengah berusia 4 tahun dan sama halnya dengan nasib Ardiya, mama dan papa Rafandra pun bercerai.
Setahun setelah perceraian itu Sherly dan Pak Dio bertemu lalu mereka memutuskan untuk menikah. Dan hal itu pun tanpa diketahui oleh Dea yang saat ini masih di luar negeri. Karena sebenarnya Sherly dan Dea adalah sahabat dekat dari masa mereka kuliah dulu. Dari hati kecil Sherly sebenarnya dia merasa sungkan jika harus menikah dengan mantan suami dari sahabatnya, tapi apalah daya cintanya sudah terlanjur besar kepada Pak Dio. Setelah mereka berdua menikah mereka pun tinggal bersama, Ardiya yang selama ini merindukan adik perempuannya itu pun bahagia karena saat ini dia punya adik laki-laki, dan Ardiya pun menyayangi adik laki-lakinya itu selayaknya adik nya sendiri. Disaat ini pun Rafandra tidak mengetahui kalau ternyata Ardiya memiliki adik perempuan yang jauh disana. Rafandra hanya tahu kalau Ardiya adalah anak tunggal.
Hubungan kakak beradik Ardiya dan Rafandra sangat erat, bahkan mereka sering berbagi makanan maupun mainan. Tapi saat ini Pak Dio memang belum terlalu kaya, dia memang masih dalam posisi merintis usahanya.
“Papa ,Mama , mainnya bagus banget, Rafandra mau mainan ini!” Ucap Rafandra sambil menunjuk sebuha mainan yang terpajang rapi di sebuah Mall.
Pak Dio pun segera melihat mainan yang Rafandra inginkan, tapi ternyata mainan berbentuk robot dengan persenjataan lengkap itu memiliki harga yang cukup mahal. Dan untuk keadaan Pak Dio sekarang uang segitu untuk membeli mainan lebih baik dia gunakan untuk membayar sekolah anak-anaknya.
“Ini mahal sekali harganya, nanti Papa belikan ya tapi nggak sekarang!” Ucap Pak Dio sambil mengusap lembut rambut Rafandra.
Mendengar jawaban dari papa tirinya itu sontak membuat Rafandra ngambek dan juga marah. Memang seperti itulah watak anak kecil jika tidak dituruti permintaannya. Tapi dengan uang 5 juta untuk membeli mainan menurut Pak Dio adalah hal yang memboroskan, apalagi saat ini dia masih merintis usahanya.
Sherly kemudian mencoba menenangkan Rafandra dan mencoba untuk memberikan sedikit penjelasan kepada Rafandra. Sedangkan Ardiya merasa sangat iba melihat adik laki-lakinya itu bersedih.
“Pa belikan saja Rafandra mainan itu pakai tabungan Ardiya!” Celetuk Ardiya dengan mata berkaca-kaca.
“Tapi itu kan untuk tabungan kamu masuk kuliah nanti, kan kamu mau kuliah di luar negeri!” Ucap Pak Dio.
“Nanti Ardiya nabung lagi Pa, tapi saat ini pakai aja dulu, kasihan sekali Rafandra!”
__ADS_1
Dengan bujukan Ardiya , akhirnya Pak Dio membelikan Rafandra mainan yang dia suka menggunakan uang tabungan milik Ardiya.
Ardiya memang tidak ingin melihat adik laki-laki kasayangannya itu sedih sedikitpun. Tawa bahagia pun kini menghiasai wajah Rafandra. Dia begitu bahagia karena sudah berhasil mendapatkan mainan yang mahal itu.
Hingga pernikahan Sherly dan Pak Dio berjalan selama 2 tahun, Dea masih belum mengetahui kalau sahabatnya menikah dengan mantan suaminya. Padahal sering sekali Sherly dan Dea saling berbimcang melalui telfon maupun video call. Tapi Sherly juga masih belum punya keberanian untuk mengatkaan yang sebenarnya.
Tahun ini adalah tahun yang cukup berat bagi Pak Dio karena usaha yang dia rintis mengalami beberapa masalah dan mengalami kerugian yang cukup besar.
“Kalau seperti ini terus bagaimana keadaan kita selanjutnya, bagaimana sekolah anak-anak?” Maki Sherly kepada Pak Dio.
Mereka berdua kini memang tengah berbincang di dalam kamar membicarakan masalah keuangan mereka yang semakin sulit.
“Iya aku akan terus berusaha biar usaha ini nggak gulung tikar!” Jelas Pak Dio.
“Ini saja sudah gulung tikar lalu apa lagi yang mau diharepin? Pantas saja Dea nggak betah sama kamu, kamu aja nggak becus cari uang!” Maki Sherly.
“Aku nggak mau ya hidup susah, aku nggak mau kalau Rafandra sampai terlantar!”
“Aku nggak akan nelantarin anak-anak kita, kamu jangan khawatir sebentar lagi aku pasti bisa membuat usaha ini bangkit lagi!” Jelas Pak Dio dengan tatapan mata yang berkaca-kaca dan penuh harap.
Hingga pada suatu hari Sherly dan Rafandra bertemu dengan Rei yang tak lain adalah mantan suami Sherly dan papa kandung dari Rafandra. Disini Rei meminta Sherly untuk rujuk lagi, apalagi sekarang ini usaha Rei sedang bagus, itupun cukup menggoyahkan hati Sherly. Tak sekedar bertemu, Rei juga membelikan berbagai macam mainan untuk Rafandra,mainan-mainan itu pun dengan harga yang tak murah pastinya. Tentunya Rafandra sangat merasa bahagia, karena semua keingiannya terpenuhi oleh Rei yang tak lain adalah Papa kandungnya.
“Ma, aku senang banget karena Papa Rei beliin aku mainan. Aku mau tinggal lagi sama Papa Rei!” Celetuk Rafandra saat di dalam taxi yang sedang perjalanan menuju ke rumah mereka.
“Sepertinya masa depanku dan Rafandra akan lebih baik kalau aku rujuk lagi dengan Mas Rei!” Batin Sherly.
__ADS_1
Saat Sherly sampai di rumah ,Sherly lalu menerima panggilan telfon daari Dea.
“Halo Dea!” Sapa Sherly manis seperti biasa.
“Kenapa kamu nggak jujur aja kalau uda nikah sama Mas Dio?” Tanya Dea tiba-tiba.
“Dea…kamu…kamu kenapa bisa…!”
“Nggak perlu tahu aku tahu dari mana, kamu kenapa tega bohongin aku selama dua tahun ini? Padahal kamu tahu sendiri aku belum bisa cari pengganti Mas Dio karena aku masih belum bisa move on dari dia!”
“Dea maafin aku Dea…!”
Dea lalu mematikan panggilan itu dan itu adalah obrolan terakhir mereka berdua.
Rafandra memamerkan semua mainan yang dia dapat dari papa Rei kepada Ardiya.
“Kamu dapat mainan sebanyak ini dari mana?”
“Dari papa aku lah, Papa aku kan kaya, nggak kaya Papa Dio yang selalu nunda buat beliin aku mainan!”
Ucapan Rafandra itu ternyata menyakiti hari Ardiya, Ardiya memang baru berusia 10 tahun, tapi dia memiliki perasaan yang sensitive dan juga hati yang rapuh.
Hampir setiap hari kini Ardiya hanya mendengar pertengkaran yang terus terjadi pada Sherly dan Pak Dio. Sherly sebenarnya juga sangat menyayangi Ardiya, Sherly tidak membedakan kasih sayang antara Ardiya dan Rafandra, tapi ucapan-ucapan Sherly kepada Papanya itu sangat membuat Ardiya terluka.
Follow
__ADS_1
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30