Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 65 (Cerai?)


__ADS_3

Ardiya memberhentikan mobilnya tepat di depan loby kantor, dan seorang satpam terlihat sudah menghampiri mobil Ardiya dan bersiap-siap untuk membukakan pintu mobil Ardiya. Tapi saat Ardiya hendak turun, dia mencari ponselnya di saku celana, dan saku kemejanya. Dan beberapa detik kemudian dia tersadar kalau  ponselnya tertinggal di rumah. Ardiya lalu membuka kaca mobilnya.


“Pak, saya mau balik rumah dulu, ponsel saya ketinggalan!” Ucap Ardiya pada satpam yang sudah siap membukakan pintu mobil untuk Ardiya.


“Baik Pak!” Jawab Satpam tersebut.


Ardiya lalu menjalankan mobilnya lagi untuk mengambil ponselnya di rumah.


Sedangkan Raka terlihat kebingungan saat mobil yang dari tadi dia ikuti tiba-tiba melanjutkan perjalanannya lagi , padahal Raka belum tahu siapa pengemudi dari mobil itu.


“Kenapa mobil itu pergi lagi?” Ucap Raka kebingungan.


Saat Raka hendak mengikuti mobil itu lagi, tiba-tiba ada sebuah mobil yang berhenti di depan mobilnya sehingga dia tidak bisa keluar dari parkiran, mobil itu sebenarnya hanya menurunkan penumpang disana dan tidak mengetahui kalau Raka akan keluar. Dan setelah mobil yang yang di depannya itu pergi, Raka bersiap untuk mengikuti mobil Ardiya lagi. Tapi sesaat sebelum jalan, Raka melihat mobil yang biasanya Gresha pakai untuk ke kampus berhenti di depan kantor itu. Dan terlihat Gresha turun dari mobil itu. Raka pun memutuskan untuk memperhatikan Gresha terlebih dahulu.


“Itu Gresha, berarti yang di dalam mobil tadi memang bukan Gresha, dan bisa jadi orang itu adalah orang yang selama ini Gresha sembunyikan!” Gumam Raka.


Gresha turun dari mobil dan menanyakan tentang Ardiya pada satpam kantor.


“Pak Ardiya sudah datang?” Tanya Gresha.


“Tadi sudah tapi barusan saja pulang lagi karena katanya ponsel pak Ardiya ketinggalan!” Jawab satpam itu.


Mendengar penjelasan dari satpam itu lalu Gresha meminta Pak Dede untuk kembali ke rumah, dan mengejar Ardiya siapa tahu Ardiya belum jauh.


Raka tanpa menunggu lama lagi dia mengikuti mobil Gresha, Raka seolah-oolah sangat ingin mengetahui semuanya sendiri apa yang sebenarnya terjadi pada Gresha.


****


Setelah menempuh perjalanan, akhirnya Ardiya sampai juga di rumah, dan disitu Bibi mengatakan kalau Gresha menyusul Ardiya ke kantor untuk mengantarkan ponsel Ardiya yang tertinggal. dan tak lama dari kedatangan Ardiya, Gresha akhirnya juga sampai dirumah.


“Aku tadi nganterin ponsel kamu ke kantor, tapi kamu malah balik ke rumah!” Ucap Gresha sambil mengulurkan ponsel Ardiya.

__ADS_1


“Maaf aku nggak tahu jadi balik lagi ke rumah!”


Sedangkan Raka juga sudah sampai di depan rumah Gresha, dia lalu turun dari mobil dan mengendap-endap ke depan gerbang rumah Gresha. Dia mencoba mencari celah untuk mengintip keadaan di rumah Gresha. 


Gresha lalu mengantarkan Ardiya sampai depan rumah, karena Ardiya hendak bernagkat ke kantor lagi.


“Kamu istirahat aja di rumah, aku ke kantor dulu!” Ucap Ardiya.


“Oke!” 


Ardiya lalu masuk ke dalam mobil lagi, Pak Basuki segera membuka gerbang, dan Raka pun dengan cepat pergi masuk ke dalam mobilnya.


Raka kemudian mengambil minuman yang ada di dalam mobilnya dan meneguk air mineral itu, dari raut wajah Raka terlihat sekali kalau dia sangat terkejut dan bingung dengan apa yang tadi dia lihat.


“Itu tadi Gresha sama siapa? Siapa cowok itu? Apa mereka memang tinggal berdua disini?” Gumam Raka.


****


Hari semakin petang, Gresha pun mulai merasa jenuh karena seharian ini dia tidak melakukan aktivitas apapun di rumah. Gresha lalu menghampiri Bibi yang sedang memasak di dapur.


Bibi pun dengan senang hati menerima tawaran dari Gresha itu, mereka berdua lalu asyik menyiapkan beberapa makanan untuk makan malam.


“Mbak Gresha semalem tidur di kamar Pak Ardiya ya?” Tanya Bibi dengan senyum dibibirnya.


“Eh…i..iya Bi, aku ketiduran di kamar Ardiya!”


“Ya kan memang harusnya seperti itu Mbak, kan memang uda suami istri!”


“I..iya..!”


“Mbak Gresha cinta kan sama Pak Ardiya?” Tanya Bibi sambil menyiapkan piring yang ada didepannya.

__ADS_1


“Aku nggak tahu Bi!”


“Mbak maaf kalau saya lancang, tapi apa nggak sebaiknya Mbak Gresha menyudahi hubungan Mbak Gresha dengan Mas Rafandra? Pak Ardiya itu benar-benar cinta sama Mbak Gresha, dan sekarang, Pak Ardiya juga sudah nggak pernah kasar lagi sama Mbak Gresha, dan saya lihat sikap Mbak Gresha ke Pak Ardiya juga sudah mulai berubah, Mbak Gresha sudah bisa menerima Pak Ardiya kan?” Tanya Bibi sambil menatap kedua bola mata Gresha.


Gresha benar-benar bingung harus menjawb apa , ucapan Bibi itu benar-benar membuat Gresha kebingungan. Karena dia sendiri bahkan kini nggak tahu apa yang sebenarnya hatinya inginkan. Gresha termenung sambil terus menunduk, hati dan fikirannya sangat kacau sekarang.


“Aku nggak bisa putusin Rafandra bi!” Ucap Gresha smbil terus menundukan kepalanya.


“Aku masih mencintai Rafandra dan aku masih berharap suatu saat aku bisa menjalin hubungan serius dengan dia, dan untuk Ardiya, aku cuma nggak mau aja bikin dia sakit hati, karena aku juga merasa banyak salah dengan Ardiya jadi aku mau berbuat sebaik mungkin sama Ardiya!” Ucap Gresha dengan hati yang penuh sesak. 


Beberapa detik berlalu dan suasana hening, mendengarkan pernyataan Gresha juga membuat Bibi merasa sedih.


“Kamu makin hari makin pinter ya tarik ulur perasaan aku Gresh!” Ucap Ardiya yang tiba-tiba masuk ke dapur.


Ternyata Ardiya baru saja pulang dari kantor dan mendengar ucapan Gresha itu. Bibi dan Gresha sontak terkkejut dan tidak menyangka kalau Ardiya akan mendengar semuanya ini. Ardiya lalu berjalan pergi ke taman belakang, dia berhenti di dekat kolam renang dan berteriak sekeras yang dia mampu.


“Aaaaaaaa…….” 


Gresha berjalan mengikuti Ardiya dari belakang, dan menyaksikan betapa Ardiya terluka karena ucapannya tadi. Gresha lalu mendekati Ardiya dan berdiri di samping Ardiya.


“Baru saja kamu bikin aku berharap dan sekarang kamu berhasil hancurin harapan aku!”


“Aku…aku..bisa..aku bisa jelasin Ar!”


“Kalau kamu mau pisah dan mengajukan cerai, silahkan. Biar kamu bisa bebas sama Rafandra, bebas untuk melakukan apapun tanpa takut ada aku. Dan tenang aja aku nggak akan minta semua yang uda aku kasih ke kamu, dan rumah orang tua kamu juga akan tetap jadi milik mereka, aku nggak akan ganggu. Kamu bisa kabarin aku, kalau butuh aku buat tanda tangan surat atau pun yang lainnya. Kamu silahkan urus saja!” Ketus Ardiya.


Belum sempat Gresha menjawab ucapan Ardiya itu, Ardiya sudah terlebih dahulu berlalu meninggalkan Gresha. Gresha sebenarnya masih terkejut dengan ucapan Ardiya barusan, dia benar-benar tidak menyangka kalau Ardiya akan mengatakan hal itu.


“Cerai? Ardiya minta gue buat ngurus cerai?” Gumam Gresha. 


Follow Me

__ADS_1


Ig : @rahayu_nrahma


** : @rahayunr30


__ADS_2