Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 71 (Seribu Alasan)


__ADS_3

Gresha hendak turun dari mobil yang sudah berhenti di depan kampus, hari ini lagi-lagi Gresha berangkat ke kampus dengan Rafandra. Saat Gresha turun dari mobil, tak jauh dari mobil Rafandra, Gresha melihat mobil yang dia rasa tidak asing bagi dirinya. Gresha mengamati mobil itu dan tak lama terlihat Vio turun dari mobil itu. Dan Gresha kemudian tersadar kalau mobil itu adalah mobil suaminya. Vio turun dari mobil Ardiya lalu melambaikan tangannya dengan manis pada Ardiya, dan Gresha tak sedikitpun berkedip dari pandangan itu. Rafandra yang meilhat kekasihnya itu bengong lalu menepuk pundak Gresha.


“Eh kamu kenapa ngeliatin Vio kayak gitu?” Tanya Rafandra yang menyadari kalau Gresha tengah memperhatikan Vio.


“Hah..nggak kok nggak kenapa-kenapa!”


“Eh iya weekend kemarin Raka cerita kalau dia ketemu Vio di café dan katanya dia lagi sama cowok yang katanya saudara kamu!”


Gresha sontak terkejut mendengar pernyataan dari Rafandra itu.


“Saudara aku?”


“Iya..namanya siapa ya, Raka belum sempat ngasih tahu aku kayaknya!”


“Raka tahu namanya?”


“Tahu, Raka kan kenalan juga sama saudara kamu itu. Emangnya siapa sih saudara kamu yang lagi deket sama Vio dan kok bisa mereka dekat?”


Gresha terlihat gelagapan dan kebingungan untuk menjawab pertanyaan Rafandra itu,dan karena Gresha sudah mulai tidak bisa beralasan, Gresha lalu menarik tangan Rafandra dan megajaknya segera masuk ke kelas.


“Ah.. udahlah biarin aja, kita masuk aja yuk keburu telat!” 


Mereka berduapun akhirnya masuk ke kelas mereka masing-masing. 


**** 


Gresha dan Yumi tengah makan siang di kantin, dan tiba-tiba Vio datang menghampiri mereka berdua. Vio terlihat membawa bebapa bingkisan makanan untuk Gresha dan Yumi.


“Ini tadi gue abis pesen makanan online, dimakan ya!” Ucap Vio dengan senyum lebar.


“Dalam rangka apa nih?” Tanya Yumi heran.


“Dalam rangka ucapan makasih gue buat kalian, karena sekarang gue uda bisa makin dekat sama Ardiya. Dan tadi pagi dia jemput gue dan anterin gue ke kampus!” Cerita Vio dengan wajah sumringah.


Mendengar cerita dari Vio itu ternyata menambah rasa sakit hati di dalam hati Gresha dan Gresha merasa tidak suka saat Vio menceritakan semua kedekatannya dengan Ardiya. Tapi Gresha tidak bisa memberi tahu Vio kalau dia saat ini tengah sakit hati, sehingga Vio terus menceritakan semua kedekatannya dengan Ardiya. Mulai dari makan siang bareng, di antar jemput dan juga chatingan mereka berdua yang semakin intens. Yumi disini uga bisa melihat kalau Gresha mulai tidak nyaman dengan semua cerita Vio, dan kali ini Yumi merasa benar-benar yakin kalau Gresha sudah mulai menaruh hati dengan Ardiya. 


Saat Vio tengah asyik bercerita tiba-tiba Raka dan Rafandra datang menghampiri meja Gresha dan yang lain. Mereka berdua langsung nimbrung dan duduk di kursi-kursi yang tersisa.

__ADS_1


“Cie uda akur ya sekarang!” Ledek Raka.


“Iya dong kan gue nantinya bakalan jadi saudara sama Gresha!” Jawab vio malu-malu.


“Eh iya saudara Gresha yang mana sih Vio yang lagi dekat sama lo?” Tanya Rafandra penasaran.


Gresha mulai kebingungan dan gelagapan saat mendengar pertanyaan dari Rafandra ke Vio, Gresha segera mencari cara agar Vio tidak memberitahu apa-apa tentang Ardiya ke Rafandra.


“Namanya…” Ucap Vio.


“Aduhhh sakittt…..” Ucap Gresha tiba-tiba sambil memegang perutnya dan memotong ucapan Vio yang belum selesai.


Rafandra lalu mengalihkan pandangannya dari Vio ke Gresha.


“Sayang kamu kenapa?”


“Aduh perut aku tiba-tiba sakit!” Lrirh Gresha.


Gresha lalu meminta Rafandra untuk mengantarakannya pulang ke rumah karena perutnya terasa sakit.


“Sakit kenapa?” Tanya Rafandra panik.


Gresha kali ini sebenarnya hanya berpura-pura, perutnya sama sekali tidak bermasalah, ini dia lakukan untuk menjauhkan Rafandra dari Vio. Dan Greshapun berhasil, Rafandra langsung mengantarkan Gresha pulang, meninggalkan Yumi, Vio dan Raka di kantin. Setelah Rafandra dan Gresha pergi Raka lalu memperhatikan meja makan mereka, Raka mengamati bekas makanan Gresha juga. Dan terlihat Gresha tadinya makan steak daging ayam dan minum es teh manis. Ada juga beberapa makanan lainnya yang dibawa oleh Vio yaitu donat dan juga cookies. Sama sekali tidak ada sambal di meja mereka.  Raka pun tiba-tiba merasa aneh dan curiga dengan Gresha.


“Jelas-jelas nggak ada sambal disini, kenapa perutnya Gresha sakit dan bilangnya karena makan sambal?” Batin Raka.


“Gresha habis makan apa? Aku nggak ada bawain makanan pedas deh ini juga Gresha nggak ada makan pedes padahal. Tadi juga nggak elihaatn kepedesan!” Ucap Vio sambil celingak celinguk melihat makanan yang ada di meja.


Yumi yang menyadari kalau sebenarnya Gresha itu pura-pura  lalu mencoba mengalihkan perhatian Vio dan Raka. Apalagi Yumi tahu Raka itu teliti dan cukup cerdas, dan dia tidak mau kalau Raka sampai mencurigai Gresha. 


“Eh uda-uda pada pulang aja deh, uda sore nih!” Ucap Yumi.


**** 


Gresha dan Rafandra akhirnya sampai di rumah Gresha. Rafandra lalu mengantarkan Gresha sampai masuk ke dalam rumah, dan saat mereka berdua masuk ke dalam rumah ternyata sudah ada Pak Wicak yang menunggu Gresha. Pak Wicak terlihat tengah menata beberapa berkas di meja ruang tamu. Dan terlihat juga Bibi yang tengah memberikan suguhan berupa jus jeruk dan beberapa cemilan untuk Pak Wicak. Gresha semakin terlihat gelisah saat melihat Pak Wicak di rumah, Gresha benar-benar belum siap kalau semuanya harus terbongkar saat ini juga, dia belum siap kehilangan Rafandra sepenuhnya.


“Selamat Sore Mbak Gresha!” Sapa Pak Wicak.

__ADS_1


Gresha lalu menyingkirkan tangan Rafandra dari pundaknya, dan menjawab saapan dari Pak Wicak itu.


“Iya Sore Pak!” 


Bibi yang melihat Gresha pulang dituntun oleh Rafandra langsung menghampiri Gresha dan Rafandra.


“Mbak Gresha baik-baik aja kan?” Tanya Bibi.


“Iya Bi, saya baik-baik saja. Pak Wicak uda lama disini Bi?” Bisik Bibi.


“Baru 10 menitan yang lalu Mbak!”


“Mbak Gresha bisa kita bicara? Saya sudah membawa surat untuk….” Ucap Pak Wicak.


“Eh iya Pak sebentar!” Potong Gresha.


Gresha lalu meminta Rafandra untuk segera pergi, sedangkan Rafandra mulai kebingungan kenapa tiba-tiba Gresha terlihat tidak sakit lagi saat memaksa Rafandra pulang. 


“Kamu pualng sekarang ya!” Pinta Gresha.


“Tapi aku mau mastiin kalau keadan kamu baik-baik aja!” Ucap Rafandra.


“Aku..aku uda baik kok, jadi sekarang kamu langsung pulang aja!”


Gresha lalu menarik Rafandra hingga ke mobil Rafandra, dan memaksa Rafandra untuk segera masuk ke dalam mobil. Rafandra merasa sedikit aneh dengan sikap Gesha kali ini.


“Oke aku pulang, tapi Bapak-Bapak itu siapa? Dia ada urusan apa sama kamu?”


“Itu bukan siapa-siapa, itu teman bisnis bokap, dan kayaknya dia ada urusan sama bokap deh!”


“Tapi tadi dia ngomong sama kamu, katanya bawa surat apa tadi buat kamu!” Cecar Rafandra.


“Nggak kok, nggak ada urusan aku sama dia, urusannya dia sama bokap!”


Setelah memastikan Rafandra benar-benar pergi, Gresha akhirnya masuk kembali ke dalam rumah dan menemui Pak Wicak.


Follow Me :

__ADS_1


Ig : @Rahayu_nrahma


Titok : @Rahayunr30


__ADS_2