Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Episode 19 Gay?


__ADS_3

"Aku pulang dulu ya sayang, kamu cepet sembuh ya! "


"Iya, kamu hati-hati ya pulang nya! "


"Raka tolong loe anterin Gresha ya! " pinta Rafandra


"Eh gak usah, aku pulang sendiri aja, Raka kalau masih mau disini nggak apa-apa! "


"Tenang aja Raf, gue temenin Gresha pulang kok! " kata Yumi


"Ya uda kalian hati-hati ya! "


Gresha dan Yumi berjalan keluar, Gresha kemudian memesan taxi online.


"Gresh gue boleh ke rumah loe nggak? gue kangen banget sama loe, gue juga pengen tahu rumah loe sekarang! "


"Ya uda loe ikut gue ke rumah ya! "


Mereka berdua kemudian naik taxi dan menuju ke rumah Gresha.


"Wah rumah loe bagus banget Gres! ".


Yumi terus memperhatikan seisi rumah itu.


"Ini bukan rumah gue Yum, ini rumah Ardiya! "


"Mbak Gresha uda pulang, Mbak Gresha naik apa? "


"Saya naik taxi, ini temen saya bi, namanya Yumi. Tolong bikinin makanan sama minuman saya tunggu di kamar ya! "


"Baik mbak! "


Gresha dan Yumi naik ke atas menuju ke kamar.


"Gres, loe baik-baik aja kan? Ardiya? "


"Gue nggak tahu harus gimana bilangnya sama loe Yum, tapi gue ngerasa gue udah nggak bisa berbuat apa-apa selain nurutin semua omongan dia! "


"Dia galak sama loe? "


"Iya kalau gue nggak nurut!"


"Loe nggak coba ngomong sama bokap nyokap loe? "


"Nggak mungkin gue ngomong, sekarang pengobatan dan terapi bokap gue berjalan lancar, mereka punya rumah yang bagus kayak dulu, punya bisnis lagi. Gue nggak bisa ngehancurin semua itu dengan bilang semua sikap Ardiya ke gue Yum! "


"Jadi loe milih buat ngorbanin diri loe kayak gini? "


"Karena uda nggak ada lagi yang bisa gue jaga dari diri gue, jadi gue akan terus bertahan seperti ini! "


"Bahkan loe bakalan ngorbanin Rafandra? "


"Uda nggak ada yang bisa gue kasih buat Rafandra, ini semua cuma nunggu waktu dan nunggu sampai gue siap buat nglepas Rafandra! "


Tok.... tok.... tok

__ADS_1


"Mbak ini makanan dan minuman nya! "


"Makasih bi! "


"Nih makan dulu! "


"Mereka berdua kemudian makan dan kembali bercanda melupakan kesedihan yang Gresha rasakan.


Tidak terasa hari semakin larut Yumi kemudian berpamitan untuk pulang.


" Gue pulang ya, keburu suami loe balik! "


"Ya, kapan-kapan loe main kesini lagi ya! "


"Pasti, dan kalau loe butuh apa-apa loe kasih tahu gue ya! "


Gresha kemudian mengantar Yumi sampai depan rumah. Saat menunggu taxi online tiba-tiba Ardiya pulang.


"Yumi ya? "


"Eh.. em iya! "


"Uda mau pulang? "


"Iya ini lagi nunggu taxi! "


"Makasih ya uda nemenin Gresha! "


"Em iya sama-sama. Eh itu taxi gue uda datang, Gres gue pamit ya, sampai ketemu besok ya di kampus! "


" Oh iya pasti, bye! "pamit Yumi ke Ardiya dan Gresha.


Yumi kemudian bergegas untuk pulang, sedangkan Gresha dan Ardiya masuk ke dalam rumah.


"Kamu bolos ya hari ini? " tanya Ardiya secara tiba-tiba.


"Ng.. nggak kok, aku masuk tadi! "


"Percuma kamu bohong, saya tahu semuanya. Kamu pergi ke rumah si brengsek itu! "


"Siapa yang kamu maksud brengsek? "


"Siapa lagi kalau bukan Rafandra! "


"Yang pantas disebut brengsek itu kamu bukan Rafandra! ".


Ardiya kemudian menampar pipi Gresha.


" Awww.... "teriak Gresha.


"Jangan sekali-kali kamu bilang saya brengsek ya! "


"Terus apa namanya kalau bukan brengsek? Ngancem orang buat mau dinikahin secara paksa, apa jangan-jangan pernikahan ini cuma buat kedok kamu aja? "


"Apa maksud kamu kedok? "

__ADS_1


"Anda Gay kan? "


Mendengar itu semua membuat Ardiya murka dan menampar kembali pipi Gresha. Gresha jatuh tersungkur, ia memegang pipi nya yang terasa panas dan perih karena tamparan Ardiya.


"Kamu uda berani ngelunjak ya sekarang, kamu bilang aku Gay, sini aku kasih tahu biar kamu nggak nuduh aku Gay! "


Ardiya kemudian mengangkat tubuh Gresha dan melempar nya ke atas kasur, dengan segera Ardiya melepaskan bajunya dan juga baju Gresha. Ardiya kemudian memaksa Gresha untuk melayani nafsunya. Gresha terus berteriak kesakitan tapi Ardiya sama sekali tidak memperdulikan Gresha sama sekali.


"Ini salah kamu sendiri karena menuduh saya Gay, kamu harus tahu kalau saya akan melakukan apapun untuk mendapatkan apapun yang saya inginkan, termasuk untuk mendapatkan kamu! "


Mendengar semua ucapan Ardiya membuat Gresha merasa janggal, kata-kata itu tiba-tiba memenuhi pikirannya.


Saat Gresha berada di kamar mandi Ardiya melihat ada telfon masuk dari Rafandra. Dengan segera Ardiya mereject panggilan itu. Tapi Rafandra terus menelfon, karena geram Ardiya kemudian mengangkat telfon itu.


"Halo Gresha, kamu kenapa dari tadi nggak bisa angkat telfon aku? "


"Jangan ganggu Gresha lagi! " ucap Ardiya.


Ardiya kemudian langsung mematikan telfon Rafandra dan mematikan handphone Gresha juga.


Rafandra terkejut mendengar suara laki-laki dari ujung telfon itu. Dia sangat yakin kalau dia tidak salah dengar dan dia yakin dia tidak salah memencet nomor.


"Si... siapaa? " gumam Rafandra dengan dada yang sesak.


"Apa maksudnya dengan ucapan jangan ganggu? Aku pacarnya Gresha kenapa?Ada apa ini? " pikiran Rafandra melayang entah kemana, badannya masih terasa sakit karena kecelakaan tapi kini ia harus menerima lagi beban pikiran karena suara laki-laki misterius itu.


Tak mau terus berprasangka buruk akhirnya Rafandra menelfon Yumi.


"Halo Raf kenapa? "


"Lo dimana Yum? Lo masih sama Gresha? "


"Gue dirumah Raf, gue uda nggak sama Gresha. Kenapa? "


"Gue coba hubungin Gresha dari tadi karena perasaan gue nggak enak tapi beberapa kali panggilan gue ditolak sampai akhirnya diangkat dan ada suara laki-laki yang ngejawab telfon gue. Dan dia dia bilang ke gue buat nggak ganggu Gresha lagi Yum! "


"Pasti itu Ardiya! " batin Yumi.


"Lo tahu sesuatu nggak Yum? Gresha sekarang dimana? "


"Setauku gue Gresha di rumah Raf, soalnya gue tadi juga ke rumah Gresha. Dan mungkin tadi lo cuma salah denger aja Raf. Siapa juga yang ngangkat telfon itu, dan kayak nya juga Gresha uda tidur ini kan uda malem! "


"Gue nggak salah denger Yum, gue denger jelas suara laki-laki itu! Nggak mungkin gue salah denger Yum, gue yakin! "


"Raf lo kan lagi sakit bisa aja karena efek sakit lo jadi jadi lo kayak denger suara-suara gitu. Udahlah lo nggak usah overthinking gini ntar malah lo nggak sembuh-sembuh. Lo nggak usah mikir macem-macem tentang Gresha, lo tahu kan gimana perasaan Gresha ke lo Raf! "


"Tapi Yum... "


"Raf percaya deh lo cuma halu aja itu karena terlalu khawatir, Gresha baik-baik aja dan dia nggak bakalan macem-macem. Dia cinta banget sama lo! "


Rafandra kemudian menutup telfon itu dengan wajah yang murung.


"Apa gue salah denger ya tadi? " gumam Rafandra.


*Maaf karena ada kesibukan jadi telat update, yuk tinggalin komen kalian biar aku makin semangat 💞💞*

__ADS_1


__ADS_2