
Beberapa Tahun Kebelakang
“Dasar anak kecil kurang ajar!” Maki Pak Rei.
Ardiya hanya tersenyum sinis saat mendengar makian dari Papanya Rafandra itu.
Setelah kejadian hari itu diketahui kalau Pak Rei jatuh sakit dan dibawa ke rumah sakit, bahkan biaya pengobatan Pak Rei mengeluarkan cukup banyak biaya. Padahal kondisi keuangan perusahaannya juga kurang bagus.
Ditengah keadaannya yang sedang lemah, Pak Rei menatap wajah sedih anak dan istrinya.
“Ma, maaf kalau setelah ini Mama harus berjuang sendiri membangun usaha kita!” Lirih Pak Rei pada Sherly.
Sherly hanya menganggukan kepala sambil menahan tangisnya.
“Papa sadar Papa banyak salah sama kalian, dan juga sama Pak Dio dan Ardiya. Papa yang salah, karena telah merebut paksa kalian berdua dengan iming-iming harta yang Papa miliki. Dan Papa juga tidak tahu apakah mereka akan memaafkan kita!” Lirih Pak Rei sambil memandang wajah istrinya lalu beralih memandang wajah anak laki-lakinya yang saat ini tidak terlihat tegar.
Di hari itu juga Pak Rei menghembuskan nafas terakhirnya karena penyakit jantung yang dia derita. Rasa bersalah mungkin masih membekas terbawa ke alam kubur, karena Pak Rei tidak pernah bisa punya kesempatan untuk meminta maaf kepada Ardiya dan Pak Dio. Dan semenjak itu pula Sherly dan Rafandra tahu kalau ada yang menyimpan dendam dan kebencian pada keluarga mereka, yaitu Ardiya dan Pak Dio.
Sedangkan untuk masalah Naya, hingga saat ini Rafandra masih belum mengetahui kalau Naya sebenarnya juga adik tirinya. Karena Sherly juga terus merahasiakannya. Dea yang tak lain adalah mamanya Naya juga telah pergi ke surga saat Naya berusia 12 tahun, dan Naya akhirnya kembali ke Indonesia bersama Pak Dio dan Ardiya.
__ADS_1
Hingga akhirnya Naya dan Rafandra bertemu saat mereka berdua berada di SMA yang sama. Rafandra memang sangat mencintai Naya pada masa itu. Dan hingga suatu Ketika Rafandra mengajak Naya untuk bertemu dengan Sherly di rumahnya. Dan disitulah Naya dan Sherly dipertemukan kembali, rasa bersalah justru terus menyelimuti Sherly, karena dia terus terbayang-terbayang dengan Dea saat bertemu dengan Naya.
Diluar sepengetahuan Rafandra juga, Sherly dan Naya pernah bertemu. Sherly juga mengatakan kepada Naya kalau dia adalah sahabat dari mamanya. Tapi Sherly meminta kepada Naya untuk merahasikan masalah itu dari Rafandra.
Dan pada hari itu hari kepergian Naya.
Hari itu sepulang sekolah Naya dan Rafandra bertengkar hebat, karena Naya mendapati Rafandra saling berbalas chat dengan gadis lain. Naya pun merasa sangat marah dan cemburu. Lalu untuk permohonan maaf Rafandra mengajak Naya untuk dinner malam harinya. Nayapun mulai luluh dan menerima ajakan Rafandra itu. Malam itu Naya tampil sangat cantik dengan balutan dress berwarna hitam yang menawan. Mereka juga bahagia malam itu tawa manis juga terus menghiasai wajah mereka berdua. Hingga akhirnya Naya mendapati Rafandra mendapatkan pesan singkat dari gadis yang sebelumnya membuat mereka bertengkar.
“Terimakasih ucapannya”
Tulis dalam pesan singkat itu. Naya pun kembali marah, dan kecewa dengan sikap Rafandra yang seperti mempermainkannya. Padahal sebenarnya Rafandra juga tidak ada rasa dengan gadis itu, Rafandra hanya menganggap nya teman karena memang mereka berdua teman sekelas. Dan sore tadi Rafandra baru saja mengucapkan selamat karena gadis itu tengah berulang tahun. Tiak ada niat apa-apa dalam hati Rafandra, tapi memang sebenarnya gadis itu sudah lama suka dengan Rafandra, tapi Rafandra sudah memilki kekasih yaitu Naya. Selama ini Naya selalu meminta Rafandra untuk menjaga jarak dengan gadis itu dan diminta untuk tidak merespon apapun tentang yang gadis itu lakukan agar tidak terjadi kesalah pahaman, dan supaya gadis itu tidak jauh lebih berharap. Tapi ternyata sifat baik hati Rafandra itu tidak bisa digunakan sewajarnya dan pada tempatnya. Dan akhirnya terjadilah pertengkaran seperti malam ini. Naya yang begitu marah dan merasa tidak dihargai oleh Rafandra itu lalu pergi meninggalkan Rafandra di dalam restoran. Semua mata pengunjung malam itu jelas terfokus pada Rafandra saat Naya sudah kabur terlebih dahulu. Rafandra lalu mengejar Naya, tapi sebelum itu Rafandra menyelesaikan pembayaran terlebih dahulu.
Naya sebenarnya tengah duduk di sebuah halte, dia sebenarnya juga menunggu apakah Rafandra akan mencarinya atau tidak. Dan hingga tengah malam Rafandra ternyata belum menjemputnya di halte tersebut, halte yang sebenarnya tidak terlalu jauh dari restoran tempat mereka dinner. Sejak 2 jam yang lalu Rafandra juga tidak menghubungi Naya lagi.
Lalu akhirnya Naya memutuskan untuk pergi dan hendak mencari taxi, karena terlalu banyak menangis dia merasa kepalanya pusing dan matanya juga mulai bekunang-kunang. Tapi Naya memaksakan dirinya untuk berjalan menyusuri jalan. Dan saat Naya menyeberang jalan, tiba-tiba Naya terjatuh karena kepalanya semakin pusing. Kedaan jalan saat itu cukup sepi hanya dua atu tiga orang saja yang terlihat lalu lalang. Belum sempat Naya berdiri, ternyata ada sebuah truk berkcepatan tinggi akan melintas. Truk itu memang berjalan cukup kencang, mungkin karena keadaan jalanan yang sudah sepi. Karena kepala Naya sangat sakit dia pun kesulitan untuk berdiri dan menghindar. Dan saat itu pula Naya benar-benar pasrah dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan.
“Mama…kita akan bertemu sebentar lagi. Dan untuk Papa sama Kakak aku sayang kalian, terimakasih sudah menjadikan aku ratu selama ini. Dan Rafandra makasih sudah mengisi hari-hari terkahir ku meski menyisakan luka, tapi aku pernah begitu bahagia!” Batin Naya sambil memejamkan matanya
Sedangkan Rafandra sudah pulang ke rumahnya , karena setelah mencari Naya ternyata dia tidak bisa menemukannya. Rafandra berfikir kalau Naya sudah langsung pulang ke rumah. Sedangkan Rafandra tidak bisa mencari Naya di rumahnya karena sampai saat ini Rafandra tidak tahu dimana rumah kekasihnya itu.
__ADS_1
Dan saat Rafandra beranjak tidur, dia membuka social media terlebih dahulu. Disana dia menemukan sebuah berita terbaru, dan di berita itu dijelaskan kalau ada seorang gadis muda tewas di tempat saat di tabrak oleh truk berkecapatan tinggi.
Saat memebaca berita itu Rafandra merasa kalau perasaannya mulai tidak nyaman, dia belum tahu kalau itu adalah Naya karena saat itu di berita dijelaskan kalau identitas masih di periksa.
Dan saat keesokan harinya di sekolah, semua siswa sudah sangat heboh. Rafandra pun mencoba bertanya kepada salah teman-teman kelasnya kenapa pagi-pagi seperti ini sekolah sudah rame dan heboh.
“Lo…lo nggak tahu apa lo pura-pura sih Raf?” Tanya teman Rafandra.
“Gue nggak tahu kenapa sih?”
Teman-teman Rafandra lalu menunduk dan seperti takut untuk menjelaskan..
“Semalam..semalam Naya pacar lo meninggal tertabrak truk!”
Follow :
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
__ADS_1