Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 56 ( Rendang)


__ADS_3

Rafandra dan Raka berjalan menghampiri Gresha dan Yumi yang sedang duduk di taman kampus, terlihat Rafandra membawa sebuah kantong plastik berisi minuman dan beberapa makanan ringan. Rafandra terus mengukir senyum saat dirinya melihat keberadaan kekasihnya itu, sedangkan Raka terlihat sangat jelas dari raut wajahnya ada sebuah rasa penasaran dan kecurigaan yang besar. Tapi saat mulai mendekat dengan Gresha dan Yumi, Raka mengukir senyum tipis dibibirnya.


Mereka berempat lalu duduk dan saling bercanda bersama sambil menikmati makanan dan minuman yang tadi Rafandra bawa. Tangan Gresha bahkan saat ini tak lepas dari tangan Rafandra, mereka berdua terlihat begitu bahagia seperti biasanya.


“Habis ini kita jalan yuk!” Ajak Rafandra.


Gresha, Yumi dan Raka pun menyambut bahagia ajakan Rafandra itu karena memang sudah lama mereka tidak pergi bersama. Kemudian tak berselang lama mereka memutuskan untuk segera pergi, hari ini mereka pergi ke sebuah kawasan bermain, dan mereka menghabiskan waktu mereka untuk bermain di beberapa wahana permainan seperti rumah hantu, roller coaster  dan beberapa wahana lainnya.


****


Ardiya masih saja sibuk dengan pekerjaannya, hingga sedari tadi dia belum sempat untuk makan siang padahal jam sudah menunjukan pukul dua siang. Memang begitulah Ardiya, di itu memang sosok yang pekerja keras sedari kecil, dia itu orang yang fokus dan tidak mau menunda pekerjaan. Dia memang sering sekali terlambat makan karena lebih mementingkan pekerjaannya. Saat tengah sibuk dengan pekerjaannya, tiba-tiba ada suara sekretaris Ardiya yang mengetuk pintu kamarnya.


“Masuk!” Ucap Ardiya.


“Pak, maaf ada tamu yang ingin bertemu!”


“Siapa?”


“Namanya Mbak Vio, dan dia diminta Mbak Gresha untuk datang kesini katanya ada hal penting!”


“Vio? Ya uda suruh masuk saja!”


Ardiya merasa kebingungan untuk apa Vio datang ke kantornya, apalagi ini diminta oleh Gresha dan ada hal penting apa yang akan Vio sampaikan. Ditengah rasa penasarannya Viopun datang, dia terlihat membawa bingkisan di tangan kanannya. Vio datang dengan aroma parfum yang menyebar ke seluruh ruangan Ardiya. Mencium wangi parfum Vio membuat Ardiya teringat dengan seseorang yang sering memakai aroma parfum yang sama persis dengan yang Vio pakai.


“Ini seperti parfum Gresha!” Fikir Ardiya.


Vio juga terlihat mengukir senyum lebar di bibirnya.


“Duduk!” Ucap Ardiya meminta Vio duduk di sofa panjang dalam ruangannya.


“Ada apa? Katanya Gresha yang minta kamu kesini?” Tanya Ardiya penasaran.


“Em…sebenarnya aku cuma mau kasih ini buat kamu,Gresha bilang ini makanan kesukaan kamu!”

__ADS_1


Vio meletakkan sebuah bingkisan makanan itu di atas meja, lalu Ardiya membuka bingkisan itu dan memang benar makanan itu adalah rendang, dan yang lebih mengejutkan lagi itu adalah rendang dari restoran favorit Ardiya.


“Gresha yang bilang sama kamu?” Tanya Ardiya.


“Iya, sebenarnya Gresha juga mau kesini ngirim makanan ini tapi dia pergi sama pacarnya jadinya aku yang kesini sendirian!” Jelas Vio.


“Pergi sama pacarnya?” Tanya Ardiya terkejut.


“Iya sama Rafandra, kamu tahu kan pacarnya Gresha?”


“I..iya tahu!” 


Ardiya kini merasa sangat sakit hati dan kesal, tapi dia sekuat tenaga mencoba menyembunyikan semua kekesalan itu, dia tidak mau membuat Vio curiga. 


“Mau makan bareng?” Tanya Vio memecahkan lamunan Ardiya.


Ardiya kemudian menatap Vio dan kemudian menatap rendang kesukaannya itu. Mungkin dengan makan rendang kesukaannya itu bersama Vio bisa melupakan sakit hatinya sebentar, kira-kira seperti itulah yang kini ada di dalam fikiran Ardiya.


Senyum lebar terpancar dari bibir Vio saat mendengar jawaban dari Ardiya, akhirnya moment yang sangat berharga seperti ini bisa terjadi dalam hidupnya, makan berdua dengan lelaki yang Vio suka. Vio dan Ardiya lalu menikmati makanan mereka, dan senyum Viopun tak sedikitpun luntur dari bibirnya.


****


Saat tengah beristirahat di sebuah bangku dibawah pohon, Gresha tiba-tiba menerima panggilan masuk, lalu Gresha bilang ke Yumi, Rafandra dan Raka untuk pergi sebentar guna mengangkat telfon tersebut. Raka pun merasa aneh kenapa Gresha harus menghindar jauh untuk menerima telfon itu. Karena rasa penasaran yang tinggi, Raka pamit ke toilet padahal sebenarnya dia mengikuti Gresha. Raka lalu bersembunyi di balik pohon tak jauh dari tempat Gresha mengangkat telfon.


“Gimana Vio?” Tanya Gresha.


“Beneran lo berhasil ngajak dia makan bareng?” Ucap Gresha.


Itulah sekilas kalimat-kalimat yang Raka dengar dari kejauhan, Raka kini semakin penasaran apakah Vio yang menghubungi Gresha adalah Vio yang sama dengan Vio yang selama ini menjadi musuh bebuyutan Gresha.


“Masak iya itu Vio, tapi kan mereka nggak pernah akur, ngapain juga mereka telfonan!” Batin Raka.


Tak lama kemudian lalu Gresha menutup telfonnya dengan senyum lebar dibibirnya.

__ADS_1


“Kayaknya Ardiya mulai luluh sama Vio!” Ucap Gresha tersenyum.


Kalimat itupun bisa Raka dengar dengan jelas. Kini ada satu nama lagi yang membuat Raka semakin diliputi rasa penasaran.


“Ardiya? Siapa itu? Apa hubungannya sama Vio dan Gresha?” Batin Raka.


****


Hari sudah menunjukan pukul sebelas malam dan Gresha baru saja pulang, dia pulang diantar oleh Rafandra, karena Pak Dede memang diminta Gresha untuk tidak menjemput Gresha. Saat sampai di rumah, Gresha melihat Ardiya sudah duduk di kursi ruang tamu dan masih menggunakan pakaian kerja lengkap.


“Baru pulang?” Tanya Ardiya ketus.


Gresha hanya mengangguk, di raut wajahnya tak terlihat rasa bersalah atauapun menyesal sedikitpun. Yang ada hanya rasa bahagianya karena telah menghabisakan waktu bersama orang yang dia kasihi.


“Aku tahu kamu pergi sama Rafandra tadi!” Ketus Ardiya.


“Tapi aku nggak mau mempermasalahkan hal itu, yang mau aku tahu kenapa kamu nyuruh Vio datang ke kantor? Bahkan kamu ngasih tahu makanan kesukaan aku dan restoran favorit aku dan yang lebih parahnya kamu ngasih tahu dia wangi parfum yang aku suka yaitu parfum kamu!”


“Em..ya nggak kenapa-kenapa, dia nanya ya aku jawab aja!” Jawab Gresha jutek.


“Apa maksud kamu sebenarnya Gres?”


“Kamu itu harus berusaha mencintai orang lain selain aku!” Ketus Gresha.


Jantung Ardiya tiba-tiba berdetak begitu kencang mendengar kalimat yang baru saja keluar dari mulut istrinya itu. Dadanya terasa amat sesak kali ini, bahkan matanya mulai berkaca-kaca.


“Kamu mau aku selingkuh?” 


“Entah apa pun itu namanya terserah, tapi yang penting kamu harus berusaha mencintai orang lain, kamu harus merasakan hidup dengan orang yang kamu cintai dan dia juga mencintai kamu!”


“Tapi aku cintanya sama kamu!” Tegas Ardiya.


“Tapi aku nggak, aku cintanya sama Rafandra bukan sama kamu, kamu harus tahu betapa indahnya membangun kehidupan dengan orang yang saling mencintai, bukan seperti ini hidup dengan orang yang sama sekali tidak punya perasaan sama kamu. Selamanya kamu nggak akan pernah merasakan kebahagiaan!”

__ADS_1


__ADS_2