Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 44 ( Perasaan apa ini? )


__ADS_3

Setelah selesai kuliah Gresha dan Yumi beristirahat di kantin kampus, setelah pertemuan Gresha dengan Vio tadi sebenarnya fikiran Gresha cukup terganggu. Dia tidak menyangka kalau ada orang di kampus nya yang mengenali Ardiya dan keluarganya. Gresha terlihat sangat gelisah saat ini, Yumi juga bisa merasakan kegelisahan Gresha.


"Gresh lo mikirin omongan Vio tadi ya? " Tanya Yumi pelan.


"Iya Yum, gue nggak nyangka di kampus ini ada yang kenal sama Ardiya, gue takut Yum kalau nanti nya Vio tahu tentang hubungan gue sama Ardiya, gue nggak tahu harus gimana nantinya! " Keluh Gresha.


"Lo tenang ya kita fikirin caranya bareng-bareng! " Ucap Yumi mencoba menenangkan Gresha.


"Gimana dong Yum? "


"Em... gimana kalau lo coba ngomong ke Ardiya dan minta dia jaga rahasia ini terutama dari Vio,dia pasti ngerti kok! " Saran Yumi.


"Masalahnya sekarang Ardiya lagi marah banget sama gue Yum ngobrol sama gue aja nggak mau bahkan dia lebih milih tidur di kamar tamu dari pada tidur sama gue sekarang! " Jelas Gresha.


"Dia marah kenapa? "


"Gara-gara gue keguguran kemarin, dia masih nggak percaya kalau sebenarnya gue belum sempat minum obat itu! " Jelas Gresha.


"Tunggu tunggu... lo lok keliatannya nggak seneng gitu sih kalau Ardiya marah sama lo? Kan bagus dong kalau dia nggak mau tidur sama lo, kok lo keliatan kecewa gitu sih? " Tanya Yumi penasaran.


...****************...


Rafandra dan Raka siang ini sedang diperjalanan menuju ke rumah orang tua Gresha, mereka kali ini berniat untuk mengintai rumah Pak Bimo. Sepanjang perjalanan Raka terlihat tengah sibuk mengotak atik ponsel lama Rafandra yang memang dia bawa beberapa hari ini.


"Gimana nemu bukti nggak? " Tanya Rafandra sambil mengendarai mobilnya.


"Sampai sekarang gue masih belum bisa nemu petunjuk apapun dari handphone lo, lo nggak ada barang lain atau kenangan lain sama Naya selain di handphone ini? " Tanya balik Raka.


"Apa ya, kayaknya nggak ada deh! " Ucap Rafandra sedikit tidak yakin.


"Eh tunggu gue inget, dulu Naya sempat ngirim video ucapan ulang tahun buat gue, dia ngirim ke email gue waktu itu! " Ucap Rafandra menggebu-gebu.

__ADS_1


"Coba liat videonya! "


"Itu dia masalahnya, gue uda lama banget nggak pakai email itu dan gue lupa password nya! " Ucap Rafandra terkekeh ringan.


"Ah.. bangsat lo! Eh ya semalem katanya lo mau cerita soal terror lagi, gimana cerita nya? "Tanya Rafandra penasaran.


" Katanya gue penyebab kematian mereka! " Lirih Rafandra.


"Kematian mereka? mereka siapa woy? "


"Entahlah gue juga bingung! "


Rafandra dan Raka tiba-tiba hening, mereka sama-sama berfikir tentang semua arti terror yang belum juga ada ujungnya. Masalah terror ini memang sangat menguras fikiran dan tenaga Rafandra juga Raka. Meskipun bukan Raka yang mendapatkan terror ini tapi Raka juga merasa sangat khawatir dan tidak nyaman. Tak lama berselang akhirnya mereka sampai di depan rumah orang tua Gresha. Rafandra dan Raka mengamati rumah mewah itu dengan seksama.


Hari sudah semakin sore tapi mereka tidak melihat ada seseorang yang masuk ataupun keluar dari rumah itu. Hingga pada akhirnya terlihat pintu gerbang itu terbuka dan keluarlah seorang laki-laki berseragam hitam, sepertinya itu adalah sopir Pak Bimo. Dengan sigap Raka keluar dari mobil menggunakan topi dan masker serta membawa sebuah bingkisan. Raka lalu berjalan menghampiri sopir itu.


"Selamat sore pak! " Sapa Raka.


"Pak ini saya mau nganter bingkisan untuk Pak Bimo dan Bu Bimo katanya untuk ucapan selamat atas kehamilan Bu Bimo! " Ucap Raka.


"Hamil? Dirumah ini nggak ada yang hamil mas, istrinya Pak Bimo nggak hamil. Emangnya ini dari siapa? " Tanya sopir itu kebingungan.


"Saya nggak tahu pak saya cuma disuruh mengantarakan bingkisan ini saja! " Ucap Raka sambil menyodorkan bingkisan itu.


Setelah bingkisan itu Raka berikan, Raka lalu kembali masuk ke dalam mobil menemui Rafandra. Raka segera melepas masker dan topi yang tadi dia kenakan.


"Gimana? " Tanya Rafandra.


"Mamahnya Gresha nggak hamil, sekarang lo fikir aja deh siapa yang hamil dan keguguran, gue nggak mau ngasih pendapat maupun teori gue ke lo! " Ucap Raka sambil memejamkan pelan kedua matanya.


Rafandra lalu terdiam menatap rumah orang tua Gresha itu, hatinya tiba-tiba berdetak kencang, sekujur tubuhnya terasa sangat dingin. Entah kenapa hatinya terasa sangat hancur dan sakit.

__ADS_1


"Itu nggak mungkin Gresha kan? " Lirih Rafandra.


...****************...


Gresha masuk ke dapur dan membuka kulkas untuk mengambil minuman dingin, dia terlihat masih mengenakan tas, karena dia memang baru saja pulang dari kampus. Gresha lalu duduk dikursi dapur dan meneguk segelas jus jeruk. Gresha tiba-tiba teringat dengan pertanyaan Yumi tadi siang dan jujur saja Gresha merasa terganggu dengan pertanyaan itu.


"Benar juga Yumi, kenapa gue jadi kecewa dan sedih gini sih ngeliat Ardiya marah sama gue? Harusnya gue bahagia dong karena ini jadi kesempatan buat gue ngejauh dan terbebas dari dia, tapi kenapa? ada apa ini, kenapa perasaan gue kayak gini sih? Nggak mungkin kan kalau gue mulai simpati sama dia?"Lirih Gresha.


"Nggak... nggak... ini pasti karena gue merasa bersalah aja karena uda bikin dia sesedih sekarang! " Lanjut Gresha.


Setelah menghabiskan minumannya, Gresha lalu beranjak naik ke lantai dua dan menuju ke kamarnya. Dia melihat kamarnya kosong, berarti Ardiya berada di ruang kerjanya saat ini. Entah apa yang difikirkan Gresha sehingga dia berpaling dari kamarnya dan beralih ke ruang kerja Ardiya. Tapi saat Gresha sampai di ruang kerja Ardiya ternyata Ardiya juga tidak ada disana. Gresha lalu mencari bibi untuk menanyakan keberadaan Ardiya.


"Bi... bibi...! " Panggil Gresha.


Bibi kemudian berjalan menghampiri Gresha, terlihat Bibi dari taman belakang, mungkin Bibi habis menyiram tanaman-tanaman disana.


"Ada apa mbak Gresha? "


"Bi, Ardiya dimana ya? Kok aku cari di kamar nggak ada, di ruang kerjanya juga nggak ada! "


"Pak Ardiya nggak bilang sama Mbak Gresha? " Tanya Bibi heran.


"Nggak bi, bilang apa emangnya? "


"Pak Ardiya kan tadi siang berangkat ke singapura Mbak ada kerjaan! " Jelas Bibi.


"Hah? Ke singapura tadi siang? " Tanya Gresha kaget.


"Iya Mbak! "


Mendengar penjelasan Bibi membuat Gresha kesal lalu dia kembali ke kamarnya. Dia terlihat begitu kesal dan kecewa pada Ardiya, kenapa Ardiya tidak memberitahu kalau dia pergi ke singapura. Gresha lalu duduk di depan meja riasnya sambil menatap kesal dirinya sendiri.

__ADS_1


"Itu orang uda gila apa gimana sih, masak pergi nggak bilang-bilang, kalau pergi nya cuma ke warung gitu bodo amat, lhah ini pergi ke singapura nggak bilang-bilang sama istrinya, nggak waras kali tuh orang! " Gerutu Gresha.


__ADS_2