Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 66 (Naya)


__ADS_3

“Cerai? Ardiya minta gue buat ngurus cerai?” Gumam Gresha. 


Gresha terdiam sambil terus melihat langkah sigap Ardiya, lama-lamapun Ardiya menghilang dari pandangan Gresha, sedangkan Gresha masih saja terdiam di tempat. Mendengar kata cerai membuat Gresha kebingungan dan merasakan sakit yang teramat dalam di hatinya, badannya tiba-tiba gemetaran, lututnya terasa sangat lemas dan akhirnya kakinya pun tak sanggup menahan tubuhnya untuk berdiri. Gresha terduduk lemas sambil memegang dadanya yang sesak. Bibi berlarian datang menghampiri Gresha, dari raut wajah Bibi terlihat dia sangat khawatir melihat keadaan Gresha.


“Mbak Gresha…Mbak Gresha…Mbak Gresha nggak apa-apa?” Tanya Bibi sambil memegang pundak Gresha.


“Bi…Ardiya minta aku buat ngurus surat cerai!” Lirih Gresha dengan mata yang berkaca.


“Pak Ardiya nggak minta Mbak Gresha buat ngurus surat cerai, Pak Ardiya cuma frustasi Mbak karena selama ini Pak Ardiya ngerasa nggak pernah dihargain sebagai seorang suami, Pak Ardiya sadar caranya untuk mendapatkan Mbak Gresha itu salah dan sekarang Pak Ardiya menyesal karena telah melakukan semua kesalahan itu, jadi Pak Ardiya semakin hari semakin merasa kalau mungkin Mbak Gresha ingin pisah, maka dari itu Pak Ardiya bilang kalau memang Mbak Gresha mau pisah, Pak Ardiya sudah siap dan Mbak Gresha bisa mengajukan cerai kapanpun!” Jelas Bibi dengan begitu tenang. 


Gresha lagi-lagi diam dan termenung mendengar semua penjelasan dari Bibi, Bibi lalu membantu Gresha berdiri dan berjalan menuju ke kamar.



**** 


Gresha pergi ke rumah orang tuanya untuk membicarakan masalahnya dengan Ardiya, tapi sedari tadi Gresha masih kebingungan untuk bagaimana caranya memulai omongan itu. Dia tidak bisa menebak bagaimana reaksi orang tuanya itu nanti. Mereka bertiga kini tengah duduk santai di ruang keluarga sambil menonton film dan menikmati beberapa cemilan. Lalu setelah mengumpulkan semua tenaga , Gresha akhirnya membuka obrolan itu.


“Ma, Pa, Gresha mau bicara!” Ucap Gresha sedikit gugup.


“Ada apa Gres?” Tanya Pak Bimo sambil menatap raut wajah bimbang putri satu-satunya itu.


“Kalau Gresha sama Ardiya cerai menurut Papa Mama gimana?” 


“Kalian mau cerai? Kenapa?” Tanya Pak Bimo terkejut.


“Ya…ya karena memang dari awal nggak ada cinta Pa Ma, dan kita juga nggak cocok. Tapi tenang aja kok kata Ardiya kalau aku memang mau ngajuin cerai, Ardiya nggak akan narik semua yang uda dia berikan buat keluarga kita, rumah ini juga bakalan tetap jadi milik kita, jadi Papa sama Mama nggak usah khawatir!”

__ADS_1


“Kamu kira cuma itu yang Papa sama Mama fikirkan, kita juga mikirin masa depan kamu Gresh, setelah cerai kamu akan menerima status janda. Lalu apa yang akan kamu lakukan selanjutnya? Apa kamu masih berharap Rafandra dan keluarganya akan terima status kamu itu? Ardiya kurang apa sih Gresh buat kamu?Dia itu baik banget dan banyak banget nolongin keluarga kita, apa kamu nggak mau coba buat buka hati kamu?”


Percakapan itu ternyata tak memberikan hasil apa-apa buat Gresha, hatinya semakin kacau mendengar apa yang orang tuanya ucapkan. Memang ada benarnya juga kata Pak Bimo, kalau Gresha berstatus janda di usia yang terbilang masih muda ini apa yang akan dia lakukan selanjutnya, apakah Rafandra akan menerimanya dengan tulus? Karena pasti lama-lama Rafandra akan tahu yang sebenarnya. Gresha lalu pulang ke rumah Ardiya dengan penuh rasa kebimbangan. Gresha lalu menghubungi Yumi dan meminta Yumi untuk datang ke rumahnya dan menginap. Setelah cukup lama menunggu, akhirnya Yumi datang dengan mengunakan tas ransel di punggungnya, Yumi masuk ke kamar Gresha sambil memperhatikan sekelilingnya.


“Ngapain lo clingak clinguk gitu?” Tanya Gresha dengan wajah bimbang nya.


“Ini suami lo dimana, kok lo nyuruh gue tidur sini?”


“Dia dikamar tamu!”


“Kenapa dia yang tidur di kamar tamu? Kan yang tamu gue?”


“Dia itu uda lama tidur disana, jadi bukan gara-gara lo disini!”


“Maksud lo, lo pisah ranjang sama suami lo?”


Yumi lalu melemparkan ranselnya ke atas tempat tidur lalu duduk di sebelah Gresha yang ada di balkon kamar.


“Terus ini lo ada apa nyuruh gue kesini malam-malam begini?”


Gresha lalu menceritakan kepada Yumi tentang masalah yang Gresha dan Ardiya hadapi sekarang. Gresha menceritakan semua masalah itu dengan wajah sendu dan terlihat sedih, tapi Yumi mendengarkan cerita itu dengan wajah berseri-seri.


“Bagus dong Gres, lo buruan urus surat cerai lo. Dan lo bisa secepatnya bebas!” Tegas Yumi.


“Tapi…!”


“Tapi kenapa?”

__ADS_1


“Tapi gue ngerasa bimbang dan rasanya sedih banget denger Ardiya bilang kayak gitu, hati gue kayak nolak Yum!”


“Nolak? Hati lo nolak perceraian ini? Berarti hati lo uda kebuka buat Ardiya!” Ucap Yumi sambil menatap tajam kedua bola mata Gresha yang dipenuhi kebimbangan.


****


Ardiya memandang foto pernikahannya dengan Gresha, matanya terlihat sayu dan sembap. Ardiya lalu mengambil foto yang ada dilaci meja dekat tempat tidurnya. Di foto itu terlihat foto Ardiya bersama gadis di sebelahnya. Di foto itu nampak mereka berdua tengah tertawa lepas. Foto itu pun Ardiya sandingkan dengan foto pernikahannya dengan Gresha. Ardiya terus menatap kedua foto itu dan lama kelamaan air mata Ardiya menetes membasahi foto-foto itu.


“Kenapa semuanya harus pergi, kamu terlalu cepat ninggalin Kakak Nay, dan kamu tahu kakak juga harus kehilangan anak kakak yang masih ada dalam kandungan dan sebentar lagi kakak juga akan kehilangan istri kakak yang sangat kakak cintai!” Lirih Ardiya sambil terus meneteskan air mata.


“Raf, kenapa lo ambil semua orang-orang yang gue cinta? Kenapa semua orang yang gue cinta pergi karena lo?” Maki Ardiya. 


Hati Ardiya benar-benar terasa sakit, karena dia kembali mengingat masa-masa pahitnya dulu, masa-masa kehilangan orang-orang yang dia cintai. Naya adik yang Ardiya sayangi meninggal dunia karena kecelakaan setelah bertengkar dengan Rafandra yang saat itu adalah kekasih Naya. Rafandra sendiri sebenarnya selama ini tidak mengetahui kalau Naya adalah adik dari Ardiya. Naya memang selalu merahasiakan tentang siapa dirinya dari Rafandra. Bahkan hingga Naya meninggalpun Rafandra masih belum mengetahui siapa Naya sebenarnya. Dan kini luka Ardiya ternyata harus kebuka lagi, karena menurutnya Rafandra selalu menyebabkan orang-orang yang dia cintai pergi dari dirinya. 


“Apa gue harus benar-benar ngelepasin Gresha buat Rafandra?” Lirih Ardiya.


**** 


Rafandra melihat ke balkon kamarnya saat mendengar suara benda jatuh di balkon kamarnya. Rafandra celingak celinguk menatap di sekeliling balkon dan dia menemukan sebuah gumpalan kertas di ujung balkon. Rafandra mengambil gumpalan kertas itu dan ternyata itu adalah batu yang dibungkus dengan kertas. Rafandra lalu membuang batu itu dan membaca surat di kertas itu.


...Pembunuh!!!!...


Follow Me 


Ig : @rahayu_nrahma


**: @rahayunr30

__ADS_1


__ADS_2