Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 30 (Kolam)


__ADS_3

Bel pintu rumah Gresha berbunyi beberapa kali, tapi Asisten Rumah Tangganya belum juga membuka pintu rumah itu. Gresha yang cukup terganggu dengan bel pintu itu pun akhirnya memutuskan untuk beranjak dari tempat tidurnya, dan berjalan pelan ke arah pintu utama di rumah itu. Dia melihat sekitar dan dia tidak menemukan Asisten Rumah Tangganya. Lalu dengan bergegas Gresha membuka pintu itu. Saat pintu itu terbuka dia cukup terkejut saat melihat seseorang di balik pintu itu.


"Rafandra! " Panggil Gresha.


"Iya sayang, kenapa kamu kayak kaget gitu sih aku datang gini?"


"Kenapa kamu nggak ngabarin aku dulu kalau mau kesini?"


"Aku hubungin kamu dari kemarin itu nggak bisa, gimana aku mau ngabarin kamu. Dan aku kesini karena aku cemas banget sama kamu sayang. Keadaan kamu sekarang gimana? Masih sakit?"


"Aku uda sehat kok!"


"Bagus deh, ini juga aku bawain buah-buahan buat kamu!" Ucap Rafandra sambil menyodorkan parcel berisi buah-buahan.


"Makasih!"


"Kamu nggak nyuruh aku masuk nih ?" Beo Rafandra.


"Em...ya kamu...kamu boleh masuk kok!"


Gresha mengajak Rafandra masuk dan duduk di ruang tamu yang terlihat rapi dan mewah itu. Gresha sangat gugup, terlihat begitu jelas dari gesture dan raut wajahnya, dia takut kalau tiba-tiba Ardiya pulang dan memergoki Rafandra datang.


"Mama sama papa kamu dimana sayang ? Aku lama banget nggak ketemu!"


"Em Papa dikantor kalau mama lagi pergi sama temennya!"

__ADS_1


"Kasihan kamu pasti kesepian!"


"Nggak kok, Papa sekarang nggak pernah pulang malem-malem juga karena masih harus jaga kondisinya. Jadi kalau malam uda rame lagi karena uda pada ngumpul dirumah semua!" Ucap Gresha dengan senyum tipis dibibirnya.


Saat sedang asyik ngobrol berdua tiba-tiba perut Gresha terasa sangat mual, dia terus mencoba menahan rasa mualnya sedari tadi, tapi saat ini dia merasa sudah tidak kuat dan beranjak pergi dari tempat duduknya dan berlari ke kamar mandi.


"Gresh, kenapa? " Teriak Rafandra memanggil Gresha.


Setelah beberapa saat Gresha kembali dari kamar mandi, disana sudah terlihat Rafandra dengan wajah paniknya.


"Kamu kenapa?" Tanya Rafandra yang menghampiri Gresha lalu mengajaknya duduk di sofa.


"Em...nggak kok Raf, nggak ada apa-apa!"


"Tapi kenapa tadi tiba-tiba kamu mual dan mau muntah gitu?"


Tiba-tiba sopir Gresha masuk dan menemui Gresha.


"Maaf Mbak Gresha ini tasnya Mbak Gresha, dari kita pulang dari Mall itu masih di dalam mobil Mbak, saya baru tahu juga tadi!" Ucap sopir itu sambil mengulurkan tas itu ke Gresha.


"Oh makasih ya pak, pantesan saya cari nggak ketemu!"


"Jadi itu tas yang berisi penyadap, pantesan nggak ada suara apa-apa, ternyata masih di dalam mobil!" Batin Rafandra.


****

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Rafandra terlihat murung dan dikepalanya berisi banyak sekali pertanyaan. Semenjak pulang dari rumah Gresha entah kenapa dia merasa menemukan banyak kejanggalan dan banyak rahasia yang Gresha sembunyikan. Dia kemudian menghubungi Raka dan meminta Raka untuk menemuinya di cafe tempat mereka berdua biasa nongkrong. Rafandra mengendarai mobilnya dengan kencang dan perasaan yang kesal. Saat sudah sampai dia melihat ternyata Raka sudah sampai terlebih dahulu dan Raka nampak tengah meneguk segelas kopi hitam kesukaannya.


"Lo uda lama?"Tanya Rafandra yang langsung duduk di hadapan Raka.


"10 menitan lah, gue tadi kebetulan emang lagi di deket sini, jadi bisa datang cepet. Ada apa emangnya kok lo buru-buru ngajakin ketemu gini?"


"Gue barusan dari rumah Gresha dan gue sempet nanya soal bokap sama nyokapnya. Dan secara tidak langsung dia bilang kalau dia tinggal satu rumah bareng bokap nyokapnya."


"Berarti Gesha nutupin kalau dia sama bokap nyokapnya tinggak terpisah dong?"


"Iya, dan itu bikin gue makin penasaran, apa yang sebenarnya dia sembunyiin dari gue!"


"Kita harus cari tahu ini semua lebih jauh, karena makin kesini makin aneh makin bikin gue penasaran juga!"


"Kita harus cari cara buat nyelidikin ini semua!" Tegas Rafandra.


"Soal penyadap gimana? Apa lo ada info ?"


"Oh iya itu juga, ternyata tas yang berisi penyadap yang lo pasang itu dari kemarin pas kita ke Mall itu masih ketinggalan di mobil, tadi barusan ditemuin sama sopirnya dia. Makanya kita nggak denger percakapan apa-apa!"


"Oke berarti sekarang penyadap itu uda semakin dekat dengan Gresha, kita pasti bisa mantau dia!"


****


Gresha menggantungkan tas yang sopirnya tadi berikan, sebelum menggantungkannya Gresha sudah mengeluarkan beberapa barang yang ada dalam tasnya yaitu, dompet, buku kuliah, satu buah lipstick dan satu buah parfum. Setelah semua barang dikeluarkan barulah Gresha menggantungkan tas itu di dekat lemari. Setelah itu dia kemudian meraih obat-obatan dan vitamin yang ada di meja kecil dekat tempat tidur, dia meraih obat itu dan seperti biasa dia membungkus obat itu dengan tisu dan membuangnya ke tempat sampah. Kemudian Gresha turun ke bawah dan duduk di dekat kolam renang, dia merasa sangat kesepian sebenarnya, karena di rumah itu tidak ada yang bisa menjadi temannya, atapun menghibur dia saat tengah terluka. Gresha lalu menyelupkan setengah kakinya ke dalam air di kolam renang itu, dia merasakan semua rasa dingin tersalur ke semua bagian di dalam tubuhnya. Tiba-tiba air matanya menetes pelan membasahi pipinya, dia kembali teringat dengan kehidupan indahnya dulu. Masa dimana dia hidup bahagia bersama kedua orangtuanya, dan menjalani hubungan cinta yang sempurna dengan Rafandra, serta berkumpul dengan teman-temannya. Dia merasa sangat rindu dengan masa-masa indah itu. Kehidupannya kini sudah sangat jauh berbeda, kehidupannya sekarang sangat tragis,dan semua permasalahan itu bersumber pada satu orang lelaki yaitu Ardiya. Karena larut dalam kesedihan, Gresha perlahan menurunkan kedua kakinya lebih jauh ke dalam kolam renang, hingga kini seluruh badannya ikut masuk ke dalam kolam renang itu. Gresha terus berjalan ke tengah dan kini air itu sudah mencapai lehernya, dia masih merasakan kalau kakinya masih bisa menyentuh dasar kolam renang itu. Dan entah apa kini yang Gresha rasakan dan fikirkan, perlahan kedua kakinya dia angkat hingga tak tersentuh oleh lantai dasar kolam, dan perlahan kepalanya masuk ke dalam air, rumah ini begitu sepi untuk menemukan Gresha yang sudah membenamkan seluruh tubuhnya ke dalam kolam renang yang penuh dengan air. Sesekali Gresha mengangkat wajahnya dan menatap langit malam yang penuh dengan bintang. Tapi dia merasa perasaan tidak nyaman itu datang kembali, dan saat dia menenggelamkan lagi wajahnya, rasa nyaman itu datang lagi.

__ADS_1


"Gue benci hidup gue yang sekarang!" Lirih Gresha.


Tubuhnya terasa semakin menggigil saat angin tiba-tiba datang dan bertiup cukup kencang. Lalu Gresha menutup matanya dan merasakan seluruh tubuhnya sudah sangat kedinginan dan semakin lemas. Lalu tanpa fikir panjang lagi, Gresha menenggelamkan lagi seluruh tubuhnya itu ke dalam air. Hingga satu dua tiga dan sepuluh detik pertama Gresha masih belum juga menampakkan wajahnya ke permukaan.


__ADS_2