
"Uda pulang? kirain mau lanjut pergi lagi sama Papa! " Ucap Gresha sambil berjalan menghampiri suaminya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
Gresha lalu segera mencium tangan suaminya itu dengan lembut. Dan dilanjutkan dengan Ardiya yang mengecup manis puncak kepala istri nya itu.
"Aku kan mau berduaan sama kamu mumpung weekend! " Goda Ardiya.
"Ya uda jalan-jalan yuk aku bosen nih! " Rengek Gresha.
"Ya uda ayo siap-siap! " Balas Ardiya dengan manis.
Gresha pun meloncat kegirangan karena permintaan jalan-jalannya itu dituruti oleh suaminya. Gresha segera menarik tangan Ardiya dan mengajak Ardiya untuk segera bersiap-siap juga.
...****************...
Yumi terlihat sedang duduk sendiri di tempat paling pojok di sebuah cafe, dia terlihat sedang membaca sebuah buku, dan hanya ditemani segelas kopi dan sepiring kentang goreng. Yumi memang sering datang ke tempat ini hanya untuk membaca buku atau hanya untuk bersantai.
Saat sedang asyik membaca buku tiba-tiba ada seseorang yang tengah berjalan mendekati Yumi.
"Hai?" Sapa seorang laki-laki yang kini berdiri di hadapan Yumi. Laki-laki itu terlihat tampan dan cukup mempesona.
__ADS_1
"Hai, ada apa ya? " Tanya Yumi heran pada seorang laki-laki yang tidak dia kenal.
"Em aku boleh duduk disini? " Tanya laki-laki itu sambil menunjuk kursi kosong di depan Yumi.
Yumi lalu memutar bola matanya dan memperhatikan sekitar , suasana di cafe itu tidak terlalu ramai dan terlihat masih banyak kursi lain yang kosong.
"Kenapa harus disini? Kayaknya masih banyak tuh yang kosong! " Ucap Yumi.
"Oh iya sih, cuma aku rasa kamu butuh teman ngobrol! " Ucap laki-laki ber kemeja hitam itu.
Yumi pun segera mengangkat buku nya lagi dan melanjutkan untuk membaca buku nya., tanpa menggubris laki-laki itu.
"Kan gue uda bilang kalau banyak......! " Ketus Yumi, tapi kalimatnya terputus saat dia melihat siapa orang yang duduk di depannya itu.
"Raka... ! " Panggil Yumi.
Yumi pun cukup terkejut kenapa tiba-tiba sekarang yang duduk di kursi itu adalah Raka.
"Lo marah-marah sama siapa? " Tanya Raka penasaran.
__ADS_1
"Bukan urusan lo, dan kenapa juga lo disini? Nggak ada yang ngizinin lo buat duduk disini juga kan? Mending lo cari tempat lain jangan disini! " Ketus Yumi.
"Kursi ini kosong dan memang seharusnya kan di isi dua orang, jadi nggak ada salahnya gue duduk disini! "
"Ganggu banget sumpah! " Ketus Yumi.
Yumi lalu mengangkat kembali bukunya dan dia melanjutkan membaca bukunya.
"Gue suka sama lo Yum, kenapa sih nggak mau kasih gue kesempatan? " Tanya Raka.
Yumi lalu menurunkan bukunya dan meletakkan buku itu di atas meja, Yumi lalu mengambil secangkir kopi yang ada di mejanya. Lalu meneguk kopi itu dengan pelan.
"Gue janji nggak akan membuat hubungan kita berantakan gara-gara masalah Rafandra sama Gresha, tapi tolong kasih kesempatan buat gue Yum! " Pinta Raka.
"Gue mesti ngomong berapa kali lagi sih Ka, gue nggak bisa, gue nggak mau ngejalanin hubungan yang bakalan rumit ini, akhirnya juga bikin susah kita aja. Lo kenapa nggak ngerti-ngerti sih? "
"Karena gue yakin hubungan kita nanti nggak akan serumit yang lo bayangin itu, lo terlalu pesimis Yum, lo cuma bisa mikir negatif nya aja, padahal kita bisa bikin hubungan kita jadi lebih positif dan nggak toxic! " Tegas Raka.
"Persahabatan lo sama Rafandra aja uda toxic, gimana mau ngejalin hubungan sama gue nanti! " Ucap Yumi dengan senyum sinisnya.
__ADS_1