
Rafandra diam sejenak sambil terus menatap Raka, bahkan berulang-ulang kali Rafandra menatap Raka dari ujung rambut hingga ujung kaki. Rafandra saat ini masih mencerna baik-baik apa maksud ucapan Raka tadi.
" Lo mabuk ya Ka? " Celetuk Rafandra.
Dan tak lama setelah Rafandra mengucapkan kata-kata itu Raka tiba-tiba jatuh dan terkapar di teras rumah Rafandra. Rafandra yang panik langsung mencoba membangunkan Raka.
"Ka bangun ka! "
Dari badan Raka, Rafandra mencium aroma alkohol yang cukup menyengat. Karena Raka susah untuk dibangunkan akhirnya Rafandra membopong Raka dengan dibantu oleh Bibi. Rafandra membawa Raka ke dalam kamar Rafandra. Rafandra pun terlihat sangat ngos-ngosan saat telah selesai meletakkan tubuh Raka di atas tempat tidurnya.
"Ah gila lo Ka berat banget badan lo, dan ngapain juga sih lo mabuk-mabukan gin, kayaknya selama ini juga nggak pernah mabuk deh! " Celoteh Rafandra meskipun Raka tidak bisa bisa mendengar nya.
Rafandra lalu segera menghubungi orang tua Raka dan mengatakan kalau Raka malam ini akan menginap di rumah Rafandra.
Keesokan harinya....
Raka perlahan membuka matanya yang terasa sangat berat itu. Dan perlahan dia juga bangkit dari tempat tidur nya, sambil memegang kepalanya yang pusing. Untung saja hari ini mereka libur kuliah, jadi tidak perlu terburu-buru ke kampus.
"Heh gimana masih pusing lo? " Celetuk Rafandra yang tengah asyik bermain PS di samping tempat tidurnya.
"Lhah kok gue bisa dikamar lo sih? " Tanya Raka kebingungan.
"Ya lo ngapain mabuk kayak orang bego gini? Gue nggak pernah lihat lo mabuk tapi tiba-tiba lo datang kesini dengan keadaan lo yang nggak sadar! " Celoteh Rafandra tanpa melihat ke arah Raka.
__ADS_1
Raka laku mengacak-acak rambut nya kesal.
"Gue pinjem baju lo ya gue mau mandi! " Ucap Raka.
"Ambil aja di lemari! "
.
...****************...
"Mama tiri kamu ,kemarin habis ke rumah Papa! " Ucap Pak Dio kepada Ardiya.
Pagi ini Pak Dio memang bertemu dengan Ardiya untuk breakfast bareng di suatu cafe.
"Dia minta maaf, dan dia minta kita buat menghentikan terror yang ada di rumahnya! "
"Terror? Dia nuduh Papa? "
"Biarin saja, Papa sudah bilang kalau bukan Papa yang menerror, tapi percaya atau tidak urusan dia dan Rafandra! "
"Papa nggak apa-apa kan? "
"Papa nggak apa-apa, tapi nanti kalau mereka ganggu kamu sama Gresha bilang Papa ya. Papa nggak mau keluarga kamu ada yang ganggu! "
__ADS_1
"Apa aku yang minta maaf saja ya Pa ke Rafandra, karena dia pasti sakit hati karena aku ngrebut Gresha! "
" Kamu yakin dia akan baik-baik saja dan menerima begitu saja kalau kamu minta maaf ke dia? Kamu tahu kan bagaimana Rafandra sebenarnya? "
...****************...
Raka hanya memperhatikan makanan yang ada didepannya. Rafandra memang menyajikan makanan untuk sahabatnya itu. Tapi sedari tadi Raka masih terlihat bengong dan belum menyentuh makanannya. Kepala nya tentu saja masih terlalu pusing , dan dia sendiri pun merasa heran kenapa bisa dia tadi malam mabuk seperti itu, dan kenapa bisa dia datang ke rumah Rafandra.
"Lo kenapa nggak makan? " Tanya Rafandra sambil mengunyah makanan di mulutnya.
"Gue semalam ada ngomong apa ke lo Raf waktu gue mabuk? " Tanya Raka dengan wajahnya yang masih sedikit pucat.
"Semalam? Nggak ada ngomong apa-apa sih, lo cuma ketuk-ketuk pintu rumah gue dan pas gue buka pintu lo tiba-tiba pingsan gitu aja. Ya uda deh ya gue sama bibi akhirnya bawa lo ke kamar! " Cerita Rafandra.
Ya memang Rafandra kali ini berbohong pada Raka, Rafandra tidak mau mengingatkan kata-kata yang semalam Raka ucapkan padanya.
"Semalam lo mabuk dan pasti kata-kata yang keluar dari mulut lo semalam itu memang dari alam bawah sadar lo, dan kemungkinan besar itu adalah perasaan lo saat ini sama gue! " Batin Rafandra sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Lo kenapa sih mabuk gini? Lo kan selama ini nggak pernah mabuk! " Tanya Rafandra sambil menatap wajah Raka.
"Em.. nggak apa-apa sih, gue cuma penasaran aja rasanya mabuk gimana! " Jawab Raka tanpa menatap Rafandra.
"Gila lo! " Umpat Rafandra.
__ADS_1