
“Nggak ada , Cuma itui!” Ucap Gresha sambil sedikit menggelengkan kepalanya.
Ardiya menyorot wajah Gresha dengan tatapan tajam dari kedua bola matanya, lalu dia menghembuskan nafas panjang. Lalu Ardiya membalikan badannya dan beranjak ke tempat tidur. Sedangkan Gresha mengambil sisirnya yang tadi terjatuh ke lantai. Ardiya juga terlihat sudah langsung memejamkan matanya dan menutup kaki hingga lehernya dengan selimut hangat.
“Maaf Ar aku nggak cerita tentang Rafandra yang mengajak ku untuk menyudahi pertengkaran ku sama dia!”
Keesokan harinya, dari raut wajah Ardiya terlihat masih cukup masam, dan tidak terlalu banyak berbicara pada istrinya itu. Gresha pun merasa kalau Ardiya masih marah padanya. Setelah selesai sarapan Gresha segera ke garasi mobil untuk segera berangkat ke kampus.
“Mbak Gresha, kata Pak Ardiya, hari ini saya diminta Pak Ardiya untuk mengantar Mbak Gresha ke kampus!”
“Saya diantar lagi?” Tanya Gresh dengan wajah kebingungan.
“Iya!” Ucap Ardiya yang kini sudah berdiri di belakangnya.
Ardiya lalu segera masuk ke dalam mobilnya dan bersiap untuk berangkat ke kantor. Gresha lalu mengejar Ardiya dan mengetuk kaca mobil Ardiya. Ardiya lalu membuka kaca mobilnya dengan wajah yang masih saja terlihat masam.
__ADS_1
“Kenapa aku harus pakai sopir lagi Ar?” Tanya Gresha dengan wajah kecewa.
“Biar kamu nggak keluyuran nggak jelas tanpa sepengetahuan aku!” Ucap Ardiya tanpa menoleh ke arah Gresha sedikitpun.
“Keluyuran nggak jelas gimana sih? Semalam kan aku uda cerita kemana, dan itu jelas kok!” Bantah Gresha.
“Kamu lupa kamu itu seorang istri, dimana-mana istri itu kalau mau pergi minta izin sama suami dulu apalagi mau ketemu mantan, pantas nggak kayak gitu?” Bentak Ardiya.
Mendengar bentakan dari Ardiya Gresha langsung saja terdiam dengan bibir yang sedikit bergetar karena takut, setelah sekian lama dia tidak mendengar bentakan dari sang suami, pagi ini bentakan menakutkan itu keluar lagi dari mulut suaminya. Ardiya lalu segera menjalankan mobilnya dan tak berucap apapun lagi.
Sepanjang jalan, Gresha hanya diam dan matanya pun terus mengeluarkan air mata, Gresha tidak menyangka kalau Ardiya akan membentaknya lagi seperti ini dan pasti ini menyakitkan bagi Gresha. apalagi besok dia dan Ardiya ada rencana untuk pergi liburan tapi hari ini mereka harus bertengkar.
Sesampainya di kampus, Gresha berjalan sayu menyusuri loby kampus dengan mata yang sedikit sembab, sedangkan setiap mahasiswa yang dia lewati terlihat seperti tengah menggunjingnya.
“Dasar semena-mena aja jadi teman, mentang-mentang suaminya punya kuasa!” Ucap seorang mahasiswi perempuan yang berdiri di samping papan madding bersama dua orang temannya.
__ADS_1
Mahasiswi itu berbicara cukup jelas dan keras sehingga Gresha pun bisa mendengarkan apa yang mahasiswi itu ucapkan.
“Ngomong apa lo barusan?” Gertak Gresha sambil melirik ke arah mahasisiwi tersebut.
“Ngomong apa lo barusan anjing?” Teriak Gresha sambil menatap penuh amarah.
Gresha lalu menghampiri mahasiswi itu dan dengan keras menampar wajah mahasiswi itu, dan semua mahasiswa yang ada di sana melihat kejadian itu dengan jelas, dan itu cukup mengejutkan juga bagi mereka semua.
Follow :
Ig :Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
SV : Rahayunr (WS)
__ADS_1