
Setelah sampai di rumah, Rafandra terus kepikiran dengan apa yang terjadi dengan Gresha. Rafandra mencoba menghubungi Gresha tapi panggilan dari Rafandra juga tidak diangkat oleh Gresha. Entah kenapa tapi perasaan Rafandra sangat tidak nyaman, kemudian dia teringat oleh sesuatu dan menghubungi Raka.
"Halo Ka!”
"Gimana Raf?”
"Lo uda masukin penyadap ke tasnya Gresha?”
"Uda Raf, tadi gue uda masukin pas lo sama Yumi "sibuk ngurusin Gresha yang sakit!”
"Oke deh thanks ya Ka!”
Rafandra kemudian menggunakan ponselnya untuk mendengarkan suara-suara yang terekam oleh penyadap itu. Tapi sudah beberapa menit Rafandra tidak mendengar suara apapun dari sana.
"Kenapa nggak ada suara apa-apa? Gresha dimana sekarang?" Gumam Rafandra.
****
Ardiya masih menunggu di depan ruang IGD Bersama sopir Gresha. dari raut wajahnya terlihat Ardiya sangat cemas dan panik, karena sekarang ini bukan cuma Gresha saja yang dia cemaskan tapi ada anak di dalam kandungan Gresha yang sangat dia cemaskan.
"Oh ya tasnya Gresha dimana? " Tanya Ardiya pada sopir yang duduk di bangku seberang Ardiya.
"Ada di mobil pak, mau saya ambilkan?”
"Tidak perlu, biar di mobil saja!”
Beberapa saat kemudian seorang perawat keluar dari ruang IGD.
"Dengan keluarga Bu Gresha!" Panggil perawat dari depan pintu ruang IGD.
"Saya suaminya sus!" Ucap Ardiya bergegas menghampiri perawat tersebut.
"Baik pak, silahkan ikut saya masuk, dokter mau bertemu!”
Ardiya dan perawat itupun masuk ke ruangan IGD. Ardiya melihat Gresha yang sudah sadar sambil memegangi perutnya.
"Dok ini suaminya Bu Gresha!" Ucap perawat itu pada dokter wanita yang menangani Gresha.
"Gimana dok keadaan istri saya dan bayinya?”
"Saat ini keadaan Bu Gresha dan janin yang ada dalam kandungan baik-baik saja pak, kram seperti tadi memang kerap terjadi pada ibu hamil tapi sebenarnya kurang baik juga bagi Bu Gresha yang masih hamil muda, sepertinya Bu Gresha tadi kelelahan dan melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Jadi untuk kedepannya mohon lebih dijaga lagi dan hindari aktivitas fisik yang berat, karena kram perut seperti tadi mempunyai potensi keguguran juga!”
Mendengar pernyataan dokter tersebut membuat Ardiya menghela nafas panjang dan mengelus pelan dadanya, dia bersyukur istri dan anak yang di dalam kandungan Gresha sekarang ini baik-baik saja. Tapi juga dia tidak habis fikir dengan Gresha yang telah melakukan banyak aktivitas fisik saat hamil muda seperti ini.
__ADS_1
"Saya akan lebih menjaga istri saya dok!" Ucap Ardiya sambil melirik ke arah Gresha.
“Saya akan memberikan vitamin dan obat untuk penguat kandungan juga!”
“Istri saya tidak harus opname disini kan dok?”
Tidak pak, bisa rawat jalan, yang penting banyak istirahat dan makannya juga dijaga!”
Setelah menebus obat dan mengurus segala administrasi akhirnya Ardiya dan Gresha pulang ke rumah. Wajah Gresha masih sangat pucat, dia juga terus memegang perutnya. Sesampainya di rumah Ardiya membaringkan tubuh istrinya yang dia gendong itu ke atas tempat tidur.
“Masih sakit perutnya?”
Gresha menggelangkan kepalanya pelan dengan terus mengelus perutnya.
"Kamu istirahat ya, dan aku nggak mau besok-besok kamu main lagi sama mereka. Aku nggak mau kamu dan bayi kita kenapa-napa!”
Gresha hanya terdiam sambil menatap lesu mata Ardiya, dia sangat ingin berdebat dengan Ardiya tapi tubuhnya terasa sangat lemas.
"Gara-gara bayi sialan ini!" Batin Gresha.
"Ponsel kamu aku sita dulu!" Lanjut Ardiya.
****
Dosen sudah masuk ke ruang kelas dan mata kuliah hari ini segera dimulai, tapi Yumi masih saja tampak gelisah karena dia belum berhasil menghubungi Gresha hingga saat ini.
Setelah selesai kuliah Yumi tidak sengaja berpapasan dengan Rafandra dan Raka di parkiran kampus.
"Yum Gresha mana?”
"Dia nggak masuk hari ini!”
"Dia belum sembuh? Lo bisa hubungin dia nggak ? Gue dari semalem nggak bisa hubungin Gresha!”
"Gue juga nggak bisa ngehubungi Gresha Raf, gue juga khawatir!”
"Kita kerumah Gresha aja ya! " Ajak Rafandra dengan muka paniknya.
"Kalau kesana dan ada Ardiya bisa gawat nih!" Batin Yumi.
"Gimana Yum, kenapa malah diam aja?”
"Eh nggak usah deh Raf, nanti juga dia ngabarin. Dan mungkin ini dia lagi istirahat jadi kita jangan ganggu dulu deh!”
__ADS_1
“Tapi kan kalau kayak gini kita nggak tahu keadaan Gresha sebenarnya, kalau kenapa-kenapa gimana?”
“Lo tenang aja deh Raf, pasti Gresha baik-baik aja dan pasti ini dia lagi istirahat aja. Jadi mendingan kita jangan ganggu dia dulu!”
Rafandra kemudian melirik ke arah Raka, Raka dan Rafandra sebenarnya sama-sama heran dengan sikap Yumi yang seolah-olah menutupi sesuatu.
"Ya uda deh gue balik duluan ya. Bye!" Ucap Yumi sambil berlalu pergi.
Yumi berlari ke arah dimana mobilnya diparkir dan kemudian mulai menghilang dari pandangan Rafandra dan Raka.
"Lo ngerasa aneh nggak sih sama Yumi? " Tanya Raka.
“Nggak cuma Yumi tapi gue juga ngerasa aneh sama Gresha, Gresha akhir-akhir ini susah banget dihubungi. Dulu kalau sakit gini dia manja banget sama gue, bahkan maunya gue temenin terus, tapi sekarang, Gresha seperti menghindar dari gue!”
"Terus lo uda nemuin petunjuk belum dari hasil sadapan kita?”
"Nihil Ka, dari semalem gue ngga denger obrolan apapun. Apa penyadap itu rusak ya?”
"Nggak mungkin lah sebelumnya kan uda kita coba dan nggak ada masalah Raf!”
"Iya sih. Oh ya gimana kalau kita ke rumah Gresha aja berdua, kita awasi aja dari depan!”
"Seriusan lo mau mata-matain rumah pacar lo sendiri?”
“Ya gue nggak mata-matain gue cuma mau ngejaga Gresha aja, takutnya ada apa-apa kan gue uda standby disana!”
"Hem, boleh deh yuk sekarang! Tapi beliin gue makanan dulu, nggak mungkin kan kita cuma diem-dieman aja nanti di dalam mobil!”
"Iya iya, kita mampir dulu beli makanan. Kayak bocah banget sih lo anjing!”
Rafandra dan Raka kemudian pergi ke rumah Gresha , setelah menempuh beberapa saat perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah Gresha, mereka memarkirkan mobilnya sekitar 50 meter dari rumah Gresha, dengan terus mengunyah makanan pandangan Raka tak lepas dari rumah Gresha.
"Lo masih nggak denger apa-apa? " Tanya Raka pada Rafandra yang berusaha mendengarkan hasil sadapan mereka.
"Belum! Apa penyadap kita ketahuan ya?”
“Masak ketahuan sih, penyadapnya kan kecil dan kemarin itu gue masukin lagi ke kantong kecil yang ada di dalam tas. Dan lo juga bilang kalau Gresha jarang banget beresin isi tas-tasnya kan? Dan dia selalu naruh tasnya di gantungan luar lemari kan?”
“Iya dulu sih gitu, tapi nggak tahu sih sekarang gimana!” Jawab Rafandra dengan wajah yang nampak tidak yakin itu.
"Eh lihat ada yang buka gerbangnya, berarti ada yang mau keluar tuh! "Ucap Raka tiba-tiba dan itu yang cukup mengejutkan Rafandra.
"Itu mobilnya siapa? " Tanya Raka pada Rafandra.
__ADS_1
"Gue nggak tahu tapi itu bukan mobil yang biasanya di pakai buat antar jemput Gresha!”
"Kita ikutin! " Ucap Raka dan Rafandra bersamaan.