Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 82 (Penjelasan)


__ADS_3

Alena terdiam memaku mendengar ucapan dari Ardiya, sedangkan Ardiya beranjak pergi meninggalkan Gresha merenung sendiri. 



Keesokan harinya Gresha memberanikan diri untuk berangkat ke kampus dan diantar oleh Pak Dede, dan diloby kampus sudah ada Yumi yang menanti dengan cemas kedatangan Gresha. Dan saat Yumi sudah bisa  melihat kedatangan Gresha, dia langsung berlari dan menghampiri Gresha. Sedangkan kini semua mata mahasiswa yang ada di loby kampus menatap sinis  Gresha. dan tak sedikit juga yang saling berbisik dan bergunjing, mental Gresha saat ini benar-benar diuji. Karena dia tidak pernah merasakan perasaan takut seperti saat ini. Sedangkan Yumi terus memegang tangan Gresha seolah-olah menguatkan Gresha dan mengatakan kalau Gresha tidak sendirian.


Saat Gresha dan Yumi berjalan menuju ke kelas, tiba-tiba Vio menghadang Yumi dan Gresha. 


“Eh teman-teman lihat nih ternyata perempuan nggak tahu diri ini berani lho masuk ke kampus, kayaknya dia emang nggak punya malu deh!” Teriak Vio dihadapan Gresha dan Yumi.


“Wuuu…dasar nggak tahu diri, uda punya suami tapi juga punya pacar!” Teriak salah seorang mahasiswa dari kejauhan.


Sorak-sorak dari semua mahasiswa yang disana pun terdengar riuh, dan sangat membuat Gresha semakin tertekan.


“Vio lo apa-apaan sih, lo gila ya?” Maki Yumi.


“Temen lo tuh yang gila, jadi cewek nggak tahu diri, uda punya pacar malah nikah sama laki-laki lain dan uda jadi istri tapi nggak mau putusin pacarnya dan ngakunya masih gadis!” Maki Vio sambil diiringi gelak tawanya. 


Melihat Gresha yang  terlihat semakin ketakutan dan tertekan itu, Yumi lalu menarik tangan Gresha dan segera mengajaknya untuk masuk ke dalam kelas.  Setelah sampai di dalam kelas, Yumi juga terus memberikan support kepada Gresha dan menenangkan Gresha.


“Gresh lo tenang ya, lo jangan pikirin omongan Vio dan anak-anak yang lain tadi!” Nasehat Yumi.


Tapi seribu kalipun Yumi mengatakan semua itu, Gresha masih saja tidak merasa tenang dan tetap merasa ketakutan. Dan saat ini juga Gresha dengan sekuat tenaga mencoba untuk menahan air matanya agar tidak menetes dan membuatnya terlihat sangat cengeng. 


Saat selesai kuliah Yumi dan Gresha berjalan menuju taman di kampus, dan disana mereka melihat Rafandra dan Raka. Terlihat juga beberapa mahasiswa yang bersama Rafandra dan Raka, sepertnya mahasiswa-mahasiswa itu tengah memberikan support untuk Rafandra. 


Gresha lalu mengajak Yumi untuk menghampiri Rafandra.


“Lo uda siap?” Tanya Yumi.

__ADS_1


“Siap nggak siap gue harus cepat nyelesaiin masalah ini Yum!” Lirih Greesha.


Yumi saat ini benar-benar tidak tega melihat keadaan sahabatnya itu, wajah Gresha terlihat sangat pucat, dan matanya juga sembab. Sepertinya semalaman Gresha juga tidak bisa tidur dengan nyenyak. 


Saat Gresah dan Yumi hampir mendekati Rafandra, terlihat beberapa mahasiswa lainnya bergunjing dan menunjuk ke arah Gresha, lalu mereka pergi meninggalkan Rafandra dan Raka.


Dan saat ini Gresha sudah berdiri tepat dihadapan Rafandra. Melihat kedatangan Gresha sebenarnya membuat Rafandra kembali mengingat pengkhianatan yang Gresha lakukan. Tapi sebisa mungkin Rafandra mencoba untuk tetap tenang mengingat saat ini mereka masih di area kampus. 


“Raf, aku mau ngomong sama kamu!” Lirih Gresha.


Yumi menarik tangan Raka dan mengajaknya pergi, karena Yumi ingin memberi ruang untuk Rafandra dan Gresha berbicara dengan leluasa.


“Mau ngomong apa lagi?” Tanya Rafandra dengan wajah kesal.


“Aku mau certain semuanya sama kamu!”


Gresha lalu duduk disebelah Rafandra dan menceritakan semua alasannya menikah dengan Ardiya, dari mulai cerita kealuarganya yang bangkrut lalu papanya yang kecelakaan, hingga akhirnya keluarga Ardiya menawarkan bantuan tapi dengan syarat Gresha harus menikah dengan Ardiya. Gresha terus bercerita dengan air mata yang tak mau berhenti. Dan terlihat Rafandra cukup menyimak dengan baik apa yang Gresha ceritakan itu, mata Rafandra juga terlihat berkaca-kaca mendengarkan cerita mengharukan dari Gresha. 


“Aku…aku malu Raf, aku nggak mau kalau kamu ninggalin aku saat itu, karena kelaurga aku jatuh miskin!”


“Kenapa kamu bisa berfikrian picik seperti itu Gresh? Kita kenal uda lama, kita pacarana uda lama tapi kamu bisa-bisanya berfikiran seperti itu tentang aku!”


“Maaf Raf, saat itu aku benar-benar kalud!”


“Dak akhirnya kamu menerima pernikahan itu?”


“I..iya aku terpaksa!”


Rafandra mengusap rambutnya ke belakang lalu berdiri dari duduknya. Dia menarik nafas panjang karena dadanya benar-benar sesak saat ini. 

__ADS_1


“Oke terimakasih atas semua penjelasan kamu, dan mulai sekarang kita nggak perlu ketemu lagi. Aku nggak mau ganggu istri orang!” Ucap Rafandra sambil berlalu pergi meninggalkan Gresha dengan isak tangis yang tak terhentikan.


Melihat Gresha dan Rafandra yang mulai berpisah, Raka segera menyusul Rafandra dan Yumi juga segera berlari menghampiri Gresha. Dengan segera Yumi pun memeluk erat tubuh sahabatnya itu, Gresha juga berbalik memeluk erat Yumi. Tangisnya pecah dalam pelukan Yumi. Yumi terus berusaha menenangkan Gresha, karena saat ini juga banyak mahasiswa yang tengah memperhatikan mereka berdua. Dan setelah tangis Gresha mulai mereda Yumi mengajak Gresha untuk segera pulang, Yumi kali ini juga ikut mengantarakan pulang Gresha. kaena Yumi sangat tidak tega melihat kedaan Gresha saat ini. Sepanjang perjalanan Pak Dede juga terlihhat cemas melihat kondisi Gresha, dan sesekali Pak Dede juga melirik Gresha dari kaca depan.


“Mbak Gresha beneran nggak apa-apa?” Tanya Pak Dede khawatir.


“Nggak apa-apa Pak, Pak Dede nggak suah khawatir!” Jawab Yumi sambil terus memluk Gresha. 


Sesampainya di rumah, Yumi langsung mengentarakan Gresha ke kamar, dan tak lupa Yumi juga  mengambilkan minuman di dapur untuk Gresha, dan setelah beberapa saat akhirnya Gresha tertidur, dari wajahnya terlihat dia begitu letih. Yumipun lalu memutuskan untuk segera pulang. Tapi saat Yumi berada di ujung tangga di lantai bawah, dia berpapasan dengan Ardiya yang baru saja pulang kantor.


“Gresha dimana?” Tanya Ardiya pada Yumi.


“Dikamar , dia baru saja tidur!”


“Bisa kita bicra sebentar?” Tanya Ardiya dengan tatapan mata yang tajam.


Yumi sebenarnya juga merasa kikuk dan takut kalau harus berbicara berdua dengan suami dari sahabtanya itu. Mereka berdua lalu duduk di ruang tamu, Yumi juga merasa deg-degan karena saat ini Ardiya seperti hendak menyidangnya.


“Saya dengar tadi Gresha menanis waktu pulang kuliah, apa karena semua teman-temannya membully dia?”


“Em..iya salah satunya itu, tapi itu juga karena tadi Gresha habis menjelaskan semua kejadian ini pada Rafandra!” 


Yumi lalu bercerita tentang apa yang dialami oleh Gresah tadi selama di kampus, dan Yumi juga mengatakan kepada Ardiya kalau Gresha sudah jujur dan mengatakan semuanya pada Rafandra dan juga memutuskan hubungan mereka berdua. 


“Terimakasih ya sudah menjaga Gresha!” Ucap Ardiya sambil melempar sedikit senyum kepada Yumi.


“Eh ini orang bisa senyum juga ternyata!” Batin Yumi.


Follow Me :

__ADS_1


Ig : Rahayu_nrahma


Tiktok : Rahayunr30  


__ADS_2