
Setelah selesai makan, Gresha dan Ardiya segera pulang. Tapi sepanjang perjalanan Gresha hanya terlihat diam dan murung. Sebenarnya saat ini Gresha tengah merasa sedih dan iba mendengar semua cerita masa lalu Ardiya. Apalagi cerita tentang kepergian Naya itu sungguh membuat Gresha merasakan kesedihan yang mendalam.
"Apa karena Ardiya pernah kehilangan Naya, sehingga dulu waktu aku keguguran dia begitu marah dan begitu larut dalam kesedihan? " Batin Gresha.
Tak berselang lama Ardiya dan Gresha pun sampai di rumah. Saat sampai di garasi mobil, Ardiya segera turun dan mobil, Ardiya juga segera mengambil koper Gresha yang ada di bagasi.
Lalu Pak Basuki menghampiri Ardiya dengan terburu-buru.
"Pak Ardiya ada tamu! "
"Siapa? "
"Namanya Mas Rafandra, dia tadi maksa masuk dan sekarang menunggu Pak Ardiya di teras rumah! "
Mendengar Pak Basuki menyebut nama Rafandra, Gresha lalu segera menghampiri Ardiya dan Pak Basuki.
"Ar ada apa? " Tanya Gresha dengan wajah sedikit panik.
"Rafandra datang kesini! " Ucap Ardiya dengan yakin.
"Ar...! " Lirih Gresha dengan sorot mata berkaca-kaca, dia merasa takut dan khawatir saat ini.
__ADS_1
Ardiya lalu menatap mata Gresha dan mengusap rambut Gresha dengan senyum yang tenang.
"Kamu tenang aja ya, semua akan baik-baik aja!" Ucap Ardiya menenangkan istrinya.
"Pak tolong bawa koper ini masuk! " Pinta Ardiya pada Pak Basuki.
Ardiya lalu menggenggam erat tangan istrinya dan berjalan menuju ke teras rumahnya.
Dan setelah beberapa saat akhirnya Ardiya melihat Rafandra yang tengah duduk di kursi teras rumah Ardiya.
Saat mendengar langkah Ardiya dan Gresha yang semakin mendekat, Rafandra lalu mengangkat wajahnya dan mengarahkan pandangan nya kepada dua orang yang kini berdiri di hadapan Rafandra.
"Ada keperluan apa kesini? " Tanya Ardiya.
"Iya dia adik aku! "
"Apa Naya tahu siapa aku sebenarnya dan hubungan kita di masa lalu? "
"Tidak, sampai akhir hayatnya dia tidak tahu siapa kamu sebenarnya, dia tahu nya kalau kamu itu lelaki yang sangat dia sayangi dan cintai! "
"Dimana makam Naya? " Lirih Rafandra.
__ADS_1
"Sepertinya kamu nggak perlu tahu dimana dia dimakamkan! " Tegas Ardiya.
"Aku mau ketemu Naya! Dimana makam Naya? " Teriak Rafandra pada Ardiya.
Ardiya lalu menarik tangan Gresha dan mengajak Gresha untuk segera masuk ke dalam rumah.
Baru saja selangkah Ardiya bergerak, tiba-tiba pukulan keras menghantam pipi kanan Ardiya.
"Ardiya! " Teriak Gresha dengan spontan.
"Apa-apaan sih Raf, bisa nggak sih nggak usah main kasar gini? " Maki Gresha.
"Gres kenapa kamu marah Sama aku? harusnya kamu marah dan kecewa sama Ardiya, karena dia orang yang licik, dia uda nutupin semua rahasia besar ini! " Bantah Rafandra.
Mendapatakan pukulan keras dari Rafandra cukup membuat pipi nya kini merasa sakit. Tapi Ardiya sama sekali tidak ingin membalas pukulan itu, karena dia tahu kalau semua ini tidak akan selesai dengan cara kekerasan.
"Dia adik aku, dan merahasiakan dimana makam Naya itu juga hak ku, kamu nggak bisa maksa. Lalu kenapa baru sekarang cari Naya? kenapa malam itu kamu nggak cari Naya sampai ketemu? Bukanlah lebih baik cari Naya di sepanjang jalan malam itu dari pada mencari dimana makam nya ! "
Kalimat itu sungguh menusuk hati dan perasaan Rafandra, memang benar ucapan Ardiya, harusnya Rafandra malam itu mencari Naya sampai ketemu.
Follow
__ADS_1
ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30