Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 144 (Perjalanan)


__ADS_3

Matahari tampak malu-malu untuk menampakan wajah cerahnya. Awan hitam terlihat menutupi sinar-sinar sang mentari, yang akhirnya membuat suasana pagi ini terlihat cukup gelap dan mendung. Ditengah cuaca yang kurang baik itu Pak Dede sopir Ardiya terlihat memasukan koper-koper majikannya ke dalam garasi, karena sebentar lagi mereka akan meluncur ke bandara. Sesaat setelah semua koper dan barang lainnya masuk ke dalam bagasi mobil, Ardiya keluar dari rumah menggunakan celana panjang warna hitam dan sweater berwarna hitam pula serta kaca mata hitam. Dan dari belakang diikuti oleh Gresha dengan celana jeans panjang dan sweater crop top berwarna putih. Mereka berdua lalu masuk ke dalam mobil yang dikendarai oleh Pak Dede. Sesekali Ardiya juga menengok ke arah langit, melihat apakah cuaca masih mendung ataukah sudah mulai cerah. Karena kalau cuacanya semakin buruk pasti juga akan mempengaruhi penerbangan mereka. Ditengah matanya yang terus menatap langit, Tiba-tiba ponsel Ardiya berdering. Dan ternyata ada panggilan masuk dari Pak Dio.


Ardiya dengan cepat mengangkat panggilan itu.


"Halo Pa! "


"Kamu sudah menuju ke bandara? "


"Hati-hati ya, kabarin Papa kalau sudah sampai! "


Setelah perbincangan singkat itu selesai, Ardiya kembali memasukan ponselnya ke dalam saku celananya. Lalu tiba-tiba Gresha memegang telapak tangan Ardiya yang baru saja memasukan ponselnya ke dalam kantong celana. Tapi ternyata Ardiya menghindari sentuhan tangan dari sang istri. Yang pasti membuat Gresha sedih. Dia tahu kemarahan Ardiya juga gara-gara dia, tapi Gresha sendiri bingung harus menjelaskan kepada Ardiya seperti apa.


Gresha lalu kembali bermain dengan ponselnya dan mencari tempat-tempat indah di Bali yang akan mereka datangi nantinya.


Setelah beberapa saat, Gresha akhirnya sudah menemukan tempat-tempat mana saja yang menarik perhatian nya.

__ADS_1


"Sayang lihat deh aku uda bikin daftar tempat-tempat yang nanti kita datangi di Bali! " Ucap Gresha sambil menyodorkan ponselnya kepada Ardiya.


Dilayar ponsel Gresha itu terdapat note yang berisi daftar tempat-tempat wisata di Bali yang menurut Gresha bagus.


"Lihat sayang ini ada jimbaran, kita nanti dinner disana ya, tempat oleh-oleh nya juga ada ini! " Jelas Gresha dengan wajah riang.


"Iya! " Jawab Ardiya dengan singkat padas dan sangat jelas.


Gresha sudah mencoba untuk seantusias mungkin tapi ternyata respon Ardiya masih saja tetap seperti itu, dia kembali menjadi Ardiya yang dingin dan pemarah.


Sesampainya di bandara, Ardiya dan Gresha membeli minuman dan beberapa cemilan terlebih dahulu untuk menemani mereka menunggu keberangkatan pesawat.


"Cuacanya kayaknya masih buruk deh, kira-kira delay nggak ya pesawat kita? " Tanya Gresha sambil meminum ice machalatte di tangannya.


"Bisa jadi! " Jawab Ardiya sambil membaca laporan di tablet nya.

__ADS_1


"Kan kita mau liburan kok kamu masih sibuk kerja sih? "


"Dari pada sibuk nostalgia sama mantan lebih baik sibuk kerja! " Ketus Ardiya.


Kalimat yang sungguh menyayat hati Gresha, dia tahu dan sangat sadar kalau kalimat itu adalah kalimat yang ditujukan padanya. Gresha ingin mambantah tapi apa yang mau dibantah? Semakin dia bantah semakin runyam pula nantinya, apalagi mereka akan liburan, sangat tidak nyaman sekali kalau mereka harus berantem di tengah suasana liburan gini. Tapi tiba-tiba ponsel Gresha berdering, ternyata ada sebuah pesan singkat yang masuk. Saat Gresha melihat pesan itu ternyata ada pesan dari Rafandra.


"Kamu dimana? Malam ini ada konser penyanyi kesukaan kamu nih, aku uda beli tiketnya! "


Follow :


Ig : Rahayu_nrahma


Tiktok : Rahayunr30


SV : Rahayunr (ws)

__ADS_1


__ADS_2