Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 49 (Cake)


__ADS_3

Siang ini Ardiya ada agenda meeting di salah satu café, dia terlihat sibuk membahas suatu project bersama beberapa rekan kerjanya. Saat sudah selesai, Ardiya terlihat berjalan keluar dari ruangan VVIP dan hendak memesan beberapa cake dan minuman untuk dia bawa pulang untuk Gresha. 


Ardiya lalu duduk di kursi dekat meja kasir sambil menunggu pesanannya selesai. Tapi tiba-tiba ada langkah kaki yang berjalan mendekati Ardiya dan kini sudah berhenti tepat di samping Ardiya. 


“Ardiya!” Panggil laki-laki itu.


Ardiya mendongakan wajahnya dan kaget saat melihat siapa laki-laki yang kini ada di hadapannya.


“Rafandra?” 


“Kita ketemu lagi, gue boleh duduk sini?”  Tanya Rafandra.


Ardiya yang masih terkejut itu lalu mengangggukan kepalanya pelan, dan Rafandra akhirnya duduk tepat di hadapan Ardiya.


“Lo apa kabar?” Tanya Rafandra lirih.


“Baik!”


“Lo nggak mau ngenalin istri lo ke gue sama mama?” 


“Kapan-kapan bakal gue kenalin, tapi sekarang keadaan dia kurang baik!” Jelas Ardiya.


“Istri lo kenapa?”


“Dia habis keguguran!” Ungkap Ardiya.


“Gue…gue turut berduka ya. Semoga lo sama istri lo di beri ketabahan dan bisa segera dapat momongan lagi!”


“Iya makasih!”


Suasananya memang begitu canggung, karena mereka sudah sangat lama tidak bertemu. Rafandra sangat ingin banyak berbincang pada Ardiya, tapi dia merasa kurang nyaman karena sikap Ardiya yang terlihat cuek dan terus memainkan ponselnya. Dan tak berselang  lama ada seorang pelayang perempuan datang dan membawakan pesanan Ardiya ke meja.


“Ini pesanannya Pak!”


“Makasih ya mbak!” Ucap Ardiya.


“Nggak lo makan disini?” Tanya Rafandra.


“Gue tadi uda makan sama client gue, dan ini mau bawain buat istri gue karena dia suka cheese cake sama chocolate cake dari café ini !” 


“Oh ya? Sama banget kayak pacar gue, dia juga suka banget sama cheesecake dan chocolate cake di café ini. Ini gue tadi juga pesen buat gue kirimin ke rumah dia!” Jelas Rafandra dengan senyum lebar.


“Ya uda gue mau balik dulu!”


Ardiya lalu berdiri dan berjalan mengarah ke pintu keluar café itu sedangkan Rafandra masih terus diam di bangkunya sambil menatap kepergian Ardiya. Dan tak lama kemudian pesanan milik Rafandra diantar oleh pelayanan café itu. Dan Rafandra segera bergegas pergi ke rumah Gresha. sepanjang perjalanan dia terus merasa iba dengan Ardiya, Rafandra merasa kalau Ardiya terlihat sangat sedih saat menceritakan kalau istrinya itu keguguran. Dan Rafandra juga sangat sedih karena disaat Ardiya merasa terpuruk tapi dia tidak ada disisinya. 

__ADS_1


“Andaikan keadaanya nggak secanggung ini!” Gumam Rafandra.


*****


Setelah menempuh beberapa saat perjalanan akhirnya Ardiya sampai di rumah, saat masuk ke dalam rumah dia melihat Gresha tengah duduk sambil menonton film di ruang keluarga.


“Kamu baru pulang? Itu kamu bawa apa?” Tanya Gresha penasaran.


“Ini…!”


Belum sempat Ardiya berucap, Gresha sudah merebut lebih dulu bingkisan makanan yang Ardiya pegang.


“Wah ada cheesecake sama chocolate cake dari café favorit aku, ini buat aku kan? Aku makan sekarang ya?” Pinta Gresha dengan senyum sumringah dibibirnya.


“Itu bukan buat kamu!” Ketus Ardiya sambil merebut kembali bingkisan itu.


Gresha merasa terkejut saat Ardiya merebut makanan itu dengan paksa.


“Ini buat Bibi bukan buat kamu!” Ketus Ardiya.


Ardiya lalu berjalan ke arah dapur meninggalkan Gresha yang tengah kebingungan itu.


“Buat Bibi? Kenapa beliin Bibi tapi nggak beliin aku? Aneh banget sih tuh orang!” Gumam Gresha kesal. 


Lalu tiba-tiba ada suara bel berbunyi dari pintu utama rumah Gresha, karena Gresha jauh lebih dekat ke pintu rumah dari pada Bibi yang ada didapur, Gresha dengan segera membukakan pintu itu, dan Gresha sangat terkejut melihat Rafandra sudah berdiri di depan pintu dengan senyum yang lebar.


“Kan aku mau ngasih surprise ke pacar aku, dan ini aku bawain makanan kesukaan kamu!” Ucap Rafandra sambil mengulurkan bingkisan makanan itu untuk Gresha.


Gresha menerima bingkisan itu dan saat Gresha melihat isi bingkisan itu ternyata itu adalah cheese cake dan chocolate cake yang sama seperti Ardiya bawa tadi.


“Aku boleh masuk?” Tanya Rafandra.


“Em…boleh kok!”


Rafandra lalu duduk di ruang tamu, sedangkan Gresha pergi ke dapur untuk mengambilkan minuman buat Rafandra. Saat di dapur Gresha meihat Ardiya disana.


“Aku nggak akan ganggu, dan aku akan tetap disini sampai pacar kamu itu pulang!” Ucap Ardiya sambil memakan buah apel.


Gresha hanya diam sambil menuangkan jus jeruk ke gelas, entah kenapa melihat sikap Ardiya yang seperti ini membuat Gresha kebingungan, karena ini benar-benar bukan seperti Ardiya yang biasanya. 


“Bawa piring juga tuh, kalian mau makan cheese cake sama chocolat ecake kesukaan kamu itu kan?” Cetus Ardiya.


Kali ini Gresha merasa benar-benar aneh dari mana Ardiya bisa tahu kalau Rafandra membawakannya cheese cake dan chocolate cake kesukaan Gresha.


Tanpa membalas sepatah katapun Gresha langsung membawa minuman itu ke ruang tamu. 

__ADS_1


**** 


Hari sudah semakin sore dan setelah Rafandra pulang, Gresha langsung ke dapur dan membawa makanan yang tadi Rafandra bawa ke dapur. Makanan itu sama sekali belum tersentuh.


“Bi ini ada makanan lagi!”


“Lhah ini sama yang kayak Pak Ardiya beli mbak!”


“Iya Bi, yang tadi uda bibi makan?”


“Nggak mbak, masih ada tuh. Itukan punya Mbak Gresha masak Bibi makan!” Ucap Bibi sambil tersenyum.


“Tapi kata Ardiya, dia beliin Bibi bukan beliin aku!”


“Itu karena Pak Ardiya tahu, Mbak Gresha mau dibawain cake juga sama Mas Rafandra. Jadi Pak Ardiya ngerasa kalau pasti Mbak Gresha lebih milih cake yang Mas Rafandra beliin, jadinya Pak Ardiya bilang kalau itu buat Bibi. Tapi kan Bibi juga nggak berani makan Mbak!”


“Emang Ardiya ceita kayak gitu ke Bibi?”


“Iya Mbak, tadi Pak Ardiya cerita seperti itu ke saya. Dari raut wajahnya kelihatan banget kalau Pak Ardiya itu sedih dan cemburu mbak!”


****


Ardiya tengah menikmati suasana sore hari di taman belakang saat Gresha datang membawa nampan berisi sepotong cheesecake, sepotong chocolate cake dan dua gelas coklat panas. Gresha lalu meletakan nampan itu di meja lalu Gresha duduk tepat disebelah Ardiya. Gresha lalu mengambil cheese cake untuk dia makan.


“Kamu nggak mau?”Tanya Gresha.


Ardiya lalu menggelengkan kepalanya pelan.


“Enak banget lho ini kamu beneran nggak mau?” Tanya Gresha lagi.


“Nggak!” Ketus Ardiya.


“Bibi nggak mau makan cake nya jadi aku aja yang makan!” Celetuk Gresha.


Ardiya lalu memalingkan wajahnya ke arah Gresha dengan raut wajah bingung.


“Kenapa gitu ngeliatinnya? Nggak boleh aku makan ini? Bibi aja ngebolehin aku makan ini kok!”


“Itu…itu yang tadi aku beli?” Tanya Ardiya.


“Iya lah, dari siapa lagi!”


“Yang dari Rafandra?”


“Dimakan Bibi, Pak Dede sama security!”

__ADS_1


Mendengar perkataan Gresha itu membuat senyum manis terukir dari bibir Ardiya, kata-kata itu sangat membuat hati Ardiya bahagia kali ini. 


__ADS_2