
Vio kemudian memesan makanan dan makan bersma satu meja dengan Gresha dan Yumi, ini adalah pemandangan yang cukup mengejutkan, karena selama mereka kuliah barru kali ini mereka terlihat duduk bersama di satu meja makan. Gresha dan Yumi pun merasa ada yang aneh dengan Vio, bahkan mereka kini merasa kurang nyaman dengan adanya kehadiran Vio disini.
“Kok kalian diem aja? Itu kan makanan kalian juga belum habis!” Ucap Vio.
Vio nampak sangat ramah dan terus menebar senyum ke Gresha dan Yumi, Gresha dan Yumi bertanya lewat kode mata, tapi mereka juga sama-sama bingung. Vio yang selama ini tak pernah suka dengan Gresha gara-gara Rafandra cowok yang dulu Vio suka lebih memilih Gresha dari pada Vio. Semenjak itu Vio dan Gresha tak pernah akur, apalagi duduk dan makan bersama. Dan kali ini bukan Cuma Gresha dan Yumi yang nampak bingung, beberapa mahasiswa yang sedang maka di kantin juga terlihat bingung, karena memang semua tahu kalau Vio dan Gresha tidak akur.
Karena merasa kurang nyaman akhirnya Gresha dan Yumi memutuskan untuk pergi terlebih dahulu,Gresha membereskan barang-barangnya dan langung berdiri dikitu oleh Yumi.
“Kalian mau kemana, makanan kalian belum habis kan?” Tanya Vio.
“Kita mau balik dulu uda sore!” Jawab Gresha.
“Gue boleh main ke rumah lo Gres?” Tanya Vio.
Pertanyaan itu mmebuat Gresah dan Yumi melongo kebingungan, setelah ikut makan dimeja Gresha dan Yumi, sekarang Vio mau main ke rumah Gresha. Hal ini benar-benar sangat membingungkan bagi Gresha serta Vio.
“Eh kapan-kapan aja ya, hari ini nggak bisa!”
Gresha lalu dengan segera menarik tangan Yumi dan mengajaknya segera pergi, Gresha sungguh merasa sangat tidak nyaman dengan sikap Vio hari ini.
“Vio kenapa jadi aneh gitu sih?” Tanya Gresha kebingungan.
“Iya nih gue juga bingung kenapa tiba-tiba dia baik gitu sama lo!”
“kesambet kali tuh anak!” Ucap Gresha.
****
Gresha masuk ke dalam rumah sambil dengan raut wajah yang lelah, dia kemudian segera masuk ke kamar dan membersihkan badannya. Setelah selesai mandi Gresha turun dan menonton film di ruang bawah. Tak lama kemudain Gresha menerima telfon dari Rafandra, dengan epat Gresha mengangkat telfon itu.
“Hai Raf!”
“Kamu lagi dimana Gres?”
“Lagi dirumah, kenapa?”
“Kita jalan yuk!”
“Em nggak deh, hari ini aku capek banget Raf,next time ya!” Ucap Gresha.
Penolakan dari Gresha itu sebenarnya membuat Rafandra sedih, karena dia menyimpan begitu besar rasa rindu pada Gresha tapi apalah dayanya Rafandra tidak mungkin memaksa kekasihnya itu.
__ADS_1
****
Raka tak berhenti memperhatikan rumah Gresha, dia tidak mau terlewat satu pun petunjuk yang bisa dia dapatkan disana. Sedari pulang kuliah tadi Raka sebenanrnya sidah standby di depan rumah Gresha, dia masih dengan tekadnya untuk mencari tahu tentang Gresha. Lalu bagaimana dengan permintaan maafnya tadi kepada Gresha?
“Maaf Gres gue harus bohong ke lo, karena gue nggak mau lo jadi ngejauh dan membuat gue susah buat nyelidikin lo!” Gumam Raka.
Tak lama berselang ada sebuah mobil yang datang dan masuk ke dalam rumah Gresha. Raka merasa kalau itu bukanlah mobil orang tua Gresha dan juga bukan mobil yang biasanya Gresha pakai ke kampus.
“Itu siapa? Gimana caranya biar gue bisa tahu siapa yang barusan masuk ke dalam rumah Gresha!” Gumam Raka.
Saat tengah memikirkan cara tiba-tiba ponsel Raka berdering dan itu ternyata dari Rafandra. Raka mengangkat telfon dari Rafandra itu dan ternyata Rafandra meminta Raka untuk menemaninya nongkrong di café tempat mereka bisanya bertemu. Dan karena Raka merasa nggak enak kaalu harus nolak akhirnya Raka mau diajak pergi oleh Raka. Dan tanpa lama-lama lagi Raka pergi dari rumah Gresha da menuju ke tempat yang akan Raka gunakan untuk bertemu Rafandra.
Sesampainya di café itu Rafandra ternyata sudah terlebih dahulu sampai. Raka lalu duduk di sebelah Rafandra dan memesan bebrapa makanan serta minuman.
“Ka gue mau cerita deh!”
“Apaan?” Tanya Raka sambil mengunyah makanan di mulutnya.
“Waktu kemarin gue nganterin Gresha pulang, gue kayak ngelihat ada cowok di balkon kamar Gresha, tapi pas gue lihat lagi uda nggak ada!” Jelas Rafandra.
“Anjing lo jangan nakut-nakutin gue lah uda malam nih!” Ujar Raka.
“Terus apaan dong, kalau bukan hantu masak tiba-tiba ada terus tiba-tiba nggak ada!”
“Ya gue nggak tahu sih itu siapa, tapi palingan saudaranya. Tapi gue kayak ngerasa kenal sama cowok itu tapi gue nggak tahu siapa!” Jelas Rafandr.
“Bokapnya kali!”
“Lo kan tahu sendiri bokap Gresha nggak di rumah itu dan dari bentuk tuubuhnya sih kayaknya bukan bokapnya Gresha!”
Penjelasan dari Rafandra itu sebenarnya cukup membuat kecurigaan Raka bertambah besar, Raka kali ini sangat yakin kalau Gresha benar-benar sudah mengkhianati Rafandra.
“Lo nggak coba nanya aja sama Gresha?”
“Gue sebenarnya mau nanya, tadi gue ngajak dia jalan tapi dia nolak!”
“Kenapa?”
“katanya dia capek!”
****
__ADS_1
Ardiya sudah pulang ke rumah dan dari raut wajahnya terlihat dia sangat lelah, Gresha yang melihat kedatangan suaminya itu langsung berjalan menghampiri Ardiya. Gresah memasang senyum tipis dibibirnya.
“Kamu uda pulang?” Tanya Gresha lembut.
Ardiya hanya mengangguk pelan lalu berjalan menuju kamar tamu yang beebrapa hari ini Ardiya tempati, Gresha kemudian mengikuti Ardiya ke kamar tamu.
“Ngapain ikut kesini?” Ketus Ardiya.
“Emang salah mau menyambut suami pulang, siapa tahu kamu butuh sesuatu yang bisa aku ambilin!”
Ardiya terlihat mengacuhkan Gresha.
“Bibi…bibi…!” Panggil Ardiya.
Tak lama kemudian Bibi datang menemui Ardiya.
“Iya Pak, ada apa?”
“Tolong ambilkan saya baju ganti ya di kamar Gresha!” Pinta Ardiya.
“Kenapa minta ke Bibi disini kan ada aku, dan kenapa juga sih disini nggak dikamar kita aja?” Tanya Gresha.
“Bibi cepetan ya saya mau mandi!” Pinta Ardiya pada Bibi.
Ardiya sama sekali tidak menggubris omongan Gresha itu, Gresha merasa benar-benar tidak butuhkan oleh Ardiya saat ini, dia kesal dan lalu pergi meinggalkan Ardiya.
“Apaan sih maksudnya, gue salah apa coba kenapa di bisa-bisanya nyuekin gue berhari-hari gini!” Gumam Gresha merasa kesal.
Gresha lalu melanjutkan menonton film dengan raut wajah jengkelnya. Tapi kemudian Gresah teralihkan pananganya ke Bibi yang baru saja turun tangga dan membawa baju Ardiya. Gresha kemudian menghampiri Bibi dan meminta baju yang yang Bibi bawa. Gresha lalu menuju kamar tamu dan menemui Ardiya lagi.
“Ini bajunya!” Ucap Gresha.
Gresha lalu meletakan baju itu di atas tempat tidur dan lalu gresah juga ikutan duduk di aats tempat tidur.
“Oh yak amu bilang ke Vio kalau kita ada hubungan saudara ya? Tadi Vio cerita ke aku!”
“Iya!” Ketus Ardiya.
“Kenapa kmau bilang kalau kita masih ada hubungan saudara?”
“Terus kamu maunya aku bilang apa? Kamu sendiri kan yang bilang buat jaga rahasia ini dan kamu sendiri kan yang bilang kalau kamau nggak mau kalau orang-orang tahu bahwa kita uda nikah dan kit aini suami istri. Kamu nggak mau kan bikin sakit hati pacar kamu itu. Terus sekarang salah lagu aku bilang keV io kalau kita saudaraan? Salah lagi?” Ucap Ardiya dengan anda cukup tinggi.
__ADS_1