
Setelah Raka kembali dari toilet tak lama kemudian Rafandra mengajak Raka untuk pulang dan mereka berpamitan kepada Gresha.
"Kita pulang dulu ya sayang! " Pamit Rafandra.
"Iya kamu sama Raka hati-hati ya! " Ucap Gresha dengan senyum manis dibibirnya.
Setelah Rafandra dan Raka berpamitan, Gresha langsung menuju ke kamar, didalam kamar dia melihat Ardiya sedang duduk di balkon kamar.
"Uda selesai pacarannya? " Tanya Ardiya ketus.
"Apaan sih! " Gumam Gresha kesal.
Gresha lalu duduk di atas tempat tidur sambil melihat punggung Ardiya.
"Aku minta maaf! " Ucap Gresha.
Mendengar permintaan maaf dari Gresha membuat Ardiya terkejut, tapi dia masih hening dan diam untuk beberapa saat. Ruangan itu tiba-tiba menjadi sangat sunyi yang terdengar hanya deru nafas mereka berdua.
Ardiya lalu berdiri dari duduknya dan berbalik memandang Gresha yang menunduk lesu penuh penyesalan.
"Minta maaf buat apa? maaf untuk hubungan kamu sama Rafandra, maaf karena kamu sudah membunuh janin itu, maaf karena belum jadi istri yang baik atau maaf buat apa? " Tegas Ardiya.
"Aku nggak ngebunuh,berapa kali aku harus jelasin kalau aku nggak ngebunuh janin itu, semua itu uda takdir , kamu harus terima , semua ini uda digariskan sama tuhan! " Jelas Gresha dengan mata yang berkaca-kaca.
"Nggak usah bicara takdir kalau kamu sendiri nggak bisa nerima takdir kamu sekarang! " Ketus Ardiya dengan tatapan yang sangat tajam dan menakutkan.
...****************...
Raka dan Rafandra bergegas meninggalkan rumah Gresha, lalu mereka memberhentikan mobil mereka di depan minimarket yang tak jauh dari rumah Gresha.
"Lo nemuin bukti apa? " Tanya Rafandra penasaran.
"Gue nggak nemuin apa-apa, tapi tadi gue lihat Asisten Rumah Tangga Gresha bawa minuman ke lantai atas! "
"Terus kenapa? " Tanya Rafandra heran.
"Lo denger kan tadi Gresha bilang kalau dia di rumah sendirian terus itu minuman buat siapa? "
__ADS_1
"Apa itu buat laki-laki yang suaranya samar-samar kita dengar waktu tadi kita nunggu Gresha diluar? " Tanya Rafandra penasaran.
"Siapa laki-laki itu sebenarnya, kenapa Gresha nggak ada cerita apa-apa ke lo Raf!"
"Gue bingung Ka, gue nggak tahu apa yang terjadi sebenarnya! " Gumam Rafandra lesu.
"Eh iya lo sadar nggak sedari tadi Gresha terus pegangin perutnya? Dan tadi dia sempat ngeluh sakit kan? " Tanya Raka.
"Em.. iya kenapa? "
"Gue cuma teori asal-asalan sih ini tapi kalau kita sambungin dari beberapa bukti yang kita dapat, entah kenapa gue kepikiran kalau yang dimaksud keguguran itu Gresha! " Ucap Raka yang sontak membuat Rafandra terkejut dan juga heran.
"Lo gila ya Ka, apa-apain sih teori konyol lo itu, nggak masuk akal banget. Gimana ceritanya Gresha keguguran, hamil aja nggak! Parah lo Ka! " Ucap Rafandra kesal.
"Ya sorry kalau gue bikin lo jadi kesel tapi gue cuma mau nyambungin aja dari semua bukti yang terkumpul sekarang. Lo denger kan tadi percakapan asisten rumah tangga Gresha sama ibu-ibu kompleks, ada yang keguguran dirumah itu dan di rumah itu bukannya cuma ada Gresha? Orang tuanya Gresha kita tahu sendiri nggak tinggal disitu! "
"Ngaco teori lo nggak masuk akal! " Ketus Rafandra.
...****************...
Rafandra merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil terus terngiang-ngiang dengan semua ucapan Raka tadi. Sejujurnya Rafandra sendiri juga merasa setuju dengan apa yang Raka simpulkan tapi dari hati kecilnya dia sangat ingin menolak semua teori tersebut karena dia tidak mau kalau teori-teori itu memang benar adanya.
Tak lama kemudian tiba-tiba ponsel Rafandra berdering dan ternyata ada sebuah pesan yang masuk. Rafandra dengan segera membaca pesan dari nomer yang tidak dia kenal.
*Kamu penyebab kematian mereka*
Pesan itu sangat mengejutkan Rafandra , membuat matanya membelalak tajam dan langsung terbangun dari tempat tidur.
"Anjing apa maksudnya ini? " Gumam Rafandra kesal.
Rafandra lalu mencoba menghubungi nomer tidak dikenal itu tapi ternyata nomer itu sudah tidak aktif.
"Ah... Brengsek, apa maksudnya semua ini? Kematian siapa? Kenapa gue?" Ucap Rafandra kesal.
Pikirannya saat ini benar-benar kacau teka-teki tentang Gresha dan terror ini benar-benar membuat Rafandra gila.
...****************...
__ADS_1
Gresha berjalan menuju ke arah Yumi yang sedang duduk di depan perpustakaan fakultas. Gresha sangat ingin meminta maaf dan menyelesaikan perselisihan diantara mereka, karena sebenarnya Gresha juga rindu dengan sahabat terbaiknya itu.
"Yum! " Lirih Gresha.
Yumi mendongak tajam dan menatap wajah sendu Gresha.
"Ada apa? "
"Yum lo masih marah sama gue? Gue minta maaf ya kalau gue kemarin-kemarin sempet marah dan berfikiran buruk sama lo. Gue minta maaf gue nggak mau marahan sama lo kayak gini! "
Yumi diam dan terus memandang wajah lesu Gresha. Yumi juga sebenarnya tidak mau kalau harus terus-terusan marah kepada sahabat nya itu.
Yumi lalu berdiri dan tersenyum kepada Gresha.
"Gue juga minta maaf ya kalau omongan gue sempat nyinggung lo! " Ucap Yumi lembut.
"Jadi kita baikan sekarang? " Tanya Gresha riang.
"Baikan dong, gue juga nggak tahan lama-lama marahan sama lo! " Rengek Yumi.
Gelak tawa kemudian terdengar diantara mereka. Tapi tiba-tiba Vio datang menghampiri Gresha dan Yumi.
"Lo uda masuk kuliah Gres? " Tanya Vio sinis.
"Iya! " Jawab Gresha jutek.
"Eh kelurga lo ada hubungan apa sama keluarga Ardiya? " Tanya Vio.
Mendengar pertanyaan itu sontak membuat Gresha dan Yumi panik, mereka kebingungan kenapa bisa Vio bertanya tentang keluarga Ardiya.
"Ardiya siapa? " Tanya Gresha yang berusaha mencoba tetap tenang dan tidak panik.
"Nggak usah pura-pura nggak tahu deh, Papanya Ardiya itu rekan bisnis bokap gue dari lama, dan kemarin waktu ada acara di kantor bokap gue papanya Ardiya dan Ardiya datang , terus mereka datang sama bokap lo juga, padahal bokap gue nggak ngundang bokap lo karena mereka bukan rekan bisnis, dan Papanya Ardiya bilang kalau sekarang bokap lo ngurusin salah satu perusahaan dari keluarga Ardiya, dan menurut gue itu aneh sih! " Jelas Vio.
"Ya ..ya terus anehnya dimana? Itu kan urusan kerjaan! " Jawab Gresha gelagapan.
"Aneh aja, gue kenal Ardiya dan Papanya dari lama, dan gue sama Ardiya juga sering ketemu karena urusan orang tua kita. Gue tahu betul nggak mungkin mereka mau nyerahin perusahaan mereka buat diurus orang lain, kalau bukan benar-benar orang yang dekat banget atau punya hubungan khusus sama keluarga mereka! "Jelas Vio dengan sorot mata tajam ke arah Gresha.
__ADS_1
" Apaan sih lo nggak jelas banget! " Ketus Gresha lalu menarik tangan Yumi dan mengajak Yumi pergi.