Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 121 (Bocah laki-laki)


__ADS_3

“Cinta?” Tanya Yumi dengan mata melotot menatap Gresha.


“I..iya, lo cinta kan sama Raka?”


“Nggak mungkin gue cinta sama dia, gue nggak ada perasaan apa-apa jadi kedaannya mau gimanapun gue nggak akan tetap kayak gini, tetap pada pendirian gue !” Tegas Yumi.


“Lo mending jujur sama diri lo sendiri deh, kalau lo cinta ya uda akuin kalau lo cinta Yum!”


“Nggak!” Ketus Yumi.


Gresha pun tertawa terbahak-bahak melihat tingkah sahabatnya itu, Gresha memang merasa kalau Yumi mencintai Raka tapi dia juga nggak bisa berbuat banyak. Dia pun sadar sebenarnya ini akibat masalahnya juga, tapi sejauh ini dia masih belum ada cara untuk memeprbaiki hubungannya dengan Rafandra. 


“Gresh. Gue punya ide!” Ucap Yumi tiba-tiba.


“Ide apaan? Ide buat bikin gue sama Rafandra baikan?”


“Yaelah bukan lah, mau lo baikan apa nggak sama Rafandra sih bodo amat gue!” Ketus Yumi.


“Terus ide apa dong?”


“Gimana kalau gue cari pacar aja, jadi Raka nggak bisa ngejar – ngejar gue lagi?”


“Siapa yang mau lo jadiin pacar?”


“Cari aja dulu !” Ucap Yumi menciut.


“Ah kampret kirain uda ada cowoknya!”


Yumi dan Gresha lalu sama-sama menopang dagu mereka dengan tangan dan saling berhadapan, mereka saat ini tengah berfikir ya bukan saling berpandangan mesra lho. Dan tiba-tiba sebuah ide muncul begitu cepat di otak Gresha.


“Gue ada ide!” Ucap Gresha girang. 

__ADS_1


**** 


Setelah mengantarkan Raka pulang, Rafandra segera bergegas pergi ke rumahnya. kali ini dia mengendarai mobilnya dengan rasa amarah yang begitu menggebu-gebu, dia ingin pulang dan segera bertemu dengan Sherly. Rafandra masih heran dengan mamanya itu kenapa mamanya pergi ke rumah Pak Dio diam-diam tanpa memberitahukan padanya. Dia merasa dikhianati oleh mamanya sendiri.


Karena terlalu ngebut saat membawa mobil, tiba-tiba Rafandra dikejutkan dengan seorang anak kecil laki-laki yang melintas tiba-tiba dengan membawa sepeda. Hal itu membuat Rafandra harus mengerem mobilnya dengan tiba-tiba dan sedikit membanting setirnya ke kiri agar tidak mengenai bocah laki-laki itu.


BRAKKK…..


Mobil bagian depan Rafandra menabrak pohon yang ada dipinggir jalan itu, dan bocah laki-laki itu berhasil selamat, dan hanya saja dia terlihat terkejut. Sedangkan Rafandra yang untung saja menggunakan seatbelt itu hanya terbentur pada setir mobil dibagian dahinya. Serta jantungnya yang terus berdetak kencang karena shock. Tak lama datanglah beberapa warga menuju mobil Rafandra dan mengetuk-ngetuk pintu mobil Rafandra. Warga itu ingin menolong Rafandra pastinya. Melihat mobilnya sudah di kerumini oleh warga , Rafandra lalu membuka pintu mobilnya, dan dia keluar dari mobil dibantu oleh warga. Rafandra lalu duduk di pinggir jalan dengan bantuan warga, terlihat juga seorang perempuan paruh baya menyodorkan air mineral untuk Rafandra.


“Minum dulu nak, biar kamu tenang!” Ucap perempuan paruh baya itu. 


Rafandra lalu mengambil air mineral itu , dan meneguk banyak air. Rafandra masih sangat shock dan badannya juga masih gemetaran. Rafandra lalu celingukan mencari bocah laki-laki yang hampir saja dia tabrak tadi.


“Masnya nggak  apa-apa?” Sahut seorang bapak-bapak berambut putih.


“Saya nggak apa-apa Pak, Cuma masih kaget saja!”


“Dia masih menangis, dan sedang di tenangkan sama orang tuanya!” Ucap seorang bapak-bapak berambut putih yang ada di dekat Rafandra.


Bapak-bapak itu lalu menunjuk ke arah sebrang dan benar saja, disanalah anak kecil itu menangis sambil terus mengucek matanya dan disampingnya terlihat seorang perempuan yang memeluknya dan terus menenangkannya. Dan di sisi satunya ada seorang anak laki-laki yang lebih besar sedang mengelus pundak bocah kecil itu. Mungkin itu adalah kakaknya , karena wajah mereka cukup mirip.


Setelah menghabisakn satu botol air mineral, dan badannya juga sudah tidak terlalu gemetaran Rafandra berdiri dibantu oleh beberapa orang yang  masih ada disana. Lalu dia berjalan pelan menuju ke bocah kecil yang masih sesenggukan itu, bocah itu pasti sama shocknya dengan Rafandra.


Rafandra lalu duduk jongkok tepat dihadapan bocah laki-laki itu. Rafandra lalu memegang tangan bocah itu, tangan bocah itu masih sangat dingin. 


“Hai, maafin kakak ya, kamu nggak apa-apa kan?” Tanya Rafandra lirih. 


Bocah kecil itu mengangguk pelan sambil terus menempelkan kepalanya di bahu perempuan yang sedari tadi memeluk erat tubuh bocah itu. 


“Maaf ya mas, ini anak saya. Saya yang salah saya tidak lihat kalau dia bermain sepeda di jalan!” Ucap perempuan yang berusia sekitar 30 tahunan itu.

__ADS_1


“Aku yang salah, aku yang minta maaf. Aku nggak bisa jagain adek, harusnya aku tadi nggak biarin adek main sepeda di jalan!” Lirih anak laki-laki yang sedari tadi mengelus punggung bocah laki-laki yang menangis. 


Anak laki-laki itu ternyata memang benar kakak dari bocah itu, matanya pun memerah seperti hendak menangis. Rafandra lalu mengusap rambut sang kakak laki-laki itu.


“Kamu pasti sudah berusaha menjaga adik kamu dengan baik!” Ucap Rafandra.


Rafandra lalu mengeluarkan dompet dari saku belakang celananya, dan Rafandra mengeluarkan sejumlah uang ratusan ribu dan dia ulurkan ke sang ibu.


“Ini untuk ibu dan anak-anak ya, saya sekali lagi minta maaf!” Ucap Rafandra dengan senyum yang tulus.


“Tidak usah mas, anak saya tidak kenapa-napa, tidak ada luka juga!” 


“Nggak apa-apa bu, saya ikhlas, tolong diterima!” Ucap Rafandra.


Setelah cukup lama membujuk, akhirnya ibu itu mau menerima uang pemberian Rafandra itu. Rafandra juga menelfon bengkel langganan nya untuk mengurus mobilnya. Dia juga memesan taxi online untuk pulang ke rumah. 


Sepanjang perjalanan ke rumah, Rafandra merasa amarahnya pada Sherly terlupakan, tapi di salah satu sisi dia tiba-tiba teringat dengan masa lalunya dulu. Tragedi tadi ternyata berhasil membuka ingatannya waktu masih kecil dulu. 


Saat itu Rafandra sudah menjadi adik dari Ardiya, dan disuatu sore dia dan Ardiya bermain di taman komplek rumah mereka, Rafandra saat itu tengah asyik bermain bola dan karena dia menendang bolanya terlalu kencang bola itupun keluar dari area taman dan berhenti di tengah jalan. Karena ingin segera bermain lagi Rafandra pun berlari cepat mengambil bola itu, tanpa menghiraukan adakah kendaraan yang lewat waktu itu. Dan tanpa Rafandra sadari ada sebuah motor yang melaju cukup kencang, dan hampir saja menabrak Rafandra. Untung saja Ardiya saat itu melihat motor yang akan melintas jadi dia dengan cepat menarik tangan Rafandra dan akhirnya Rafandra selamat. Tapi saat itu Ardiya harus mengalami luka di kaki dan juga tangan yang keseleo. 


Dan saat mengingat moment itu tiba-tiba air mata Rafandra menetes pelan. 


“Dulu lo memang kakak yang baik dan sayang sama gue, tapi kenapa sekarang hubungan kita harus seperti ini!” Batin Rafandra.


Follow :


Ig : rahayu_nrahma


Tiktok : rahayunr30


SV : rahayunr (WS)

__ADS_1


__ADS_2