
Vio tengah duduk santai di ruang kerja Papanya, saat ini dia tengah menunggu kabar dari karyawan Papanya tentang alamat rumah Ardiya. Papanya Vio kini juga sudah tahu kalau anaknya itu sudah jatuh hati pada rekan kerjanya. Dan ini adalah sudah hari ke dua karyawan Papanya Vio mencari tahu tentang alamat rumah Ardiya, karena ternyata tidak segampang itu untuk tahu alamat rumah Ardiya. Viopun kini semakin penasaran kenapa Ardiya semisterius itu. Saat tengah menunggu, Vio tiba-tiba ingin menelfon Gresha dan mencoba menanyakan alamat rumah Ardiya pada Gresha.
“Halo Gresh!”
“Vio, kenapa?”
“Lo bisa ngasih alamat rumah Ardiya buat gue nggak?” Tanya Vio manja.
“Buat apa lo minta alamatnya Ardiya?”
“Gue mau kirimin makanan ke rumahnya, gue mau ngasih surprise ke dia!”
“Ngapain sih lo mau ngasih surprise segala ke dia?” Tanya Gresha yang mulai kesal.
“Lo kenapa kayaknya kesel gitu sih? Kan lo juga yang bantuin gue buat dekat sama dia!”
“Em…uda…uda nggak usah deh lo ke rumah Ardiya, dia juga nggak suka paling kalau lo kesana!” Ketus Gresha.
Gresha lalu mematikan telfonnya dan kini Vio seperti kebingungan medengar jawaban dari Gresha. dia merasa aneh dengan Gresha, karena biasanya Gresha mendukung semua ide Vio untuk mendekati Ardiya tapi kali ini Gresha malah jutek dan tidak mau memberi tahu alamat rumah Ardiya padanya.
“Kenapa Gresha mendadak aneh gini?” Gumam Vio.
Tak lama seorang lelaki berpakaian rapi masuk ke ruang kerja Papanya Vio dan dia langsung menghadap ke Papanya Vio. Terlihat lelaki itu tengah berbincang serius, Vio tidak mengetahui apa yang mereka berdua bicarakan, tapi sepertinya itu sebuah masalah yang penting. Dan tak berapa lama laki-laki itu keluar, Sedangkan Papanya Vio menghampiri Vio dan duduk di sebelah Vio.
“Gimana Pa? Orang tadi bawa kabar tentang Ardiya?” Tanya Vio penasaran.
“Iya!”
“Terus mana alamatnya!”
“Dia dapat alamat rumah Papanya Ardiya yaitu Pak Dio, dan ternyata setelah dia cari tahu, Ardiya sudah tidak tinggal bersama Papanya!”
“Terus rumahnya sekarang dimana?”
__ADS_1
“Orang Papa yang tadi belum dapatin alamatnya, tapi ada yang bilang kalau Ardiya pindah setelah dia menikah!”
Vio melongo mendengar kabar dari Papanya itu, Vio merasa tidak percaya dengan apa yang Papanya ucapkan. Dan Vio mengatakan kepada Papanya untuk mencari tahu yang sebenarnya karena untuk berita kali ini Vio kurang mempercayainya.
****
Gresha menunggu Ardiya di meja makan, kali ini dia sudah memasak beberapa makanan yang Ardiya suka. Gresha pun terlihat sudah merias dirinya agar terlihat cantik. Gresha ingin malam ini dia memulai hubungan yang baru bersama Ardiya. Gresha kali ini juga sudah menghias taman belakang rumah nya dengan begitu indah. Dia sudah mempersiapkan semua ini bersama Bibi, Pak Dede dan juga Pak Basuki. Hiasan meja makan yang romantis ini membuat suasana semakin harmonis. Gresha juga sangat cantik saat mengenakan dress berwarna hitam. Tapi hingga pukul sembilan malam Ardiya belum juga pulang ke rumah. Gresha pun terlihat semakin khawatir dan risau, karena dia juga sudah menunggu cukup lama. Tapi Gresha tetap terus menunggu di taman belakang ditemani angin malam yang dingin. Dan akhirnya kini pada pukul sebelas malam Ardiya terlihat mulai datang dan masuk ke rumah. Gresha pun segera menghampiri Ardiya ke depan dengan mata yang terlihat memerah karena menahan kantuk. Melihat Gresha dengan penampilan yang sangat cantik ini sebenarnya membuat hati Ardiya terpukau.
“Hai..kamu baru pulang?” Tanya Gresha lembut.
“Heem!”
“Aku uda nyiapin sesuatu buat kamu!”
Gresha lalu menarik tangan Ardiya dan mengajak Ardiya untuk pergi ke taman belakang, dan saat melihat pemandangan malam ini sebenarnya membuat Ardiya cukup terpukau.
“Aku uda nyiapin ini semua buat dinner kita!”
“Aku capek!” Ketus Ardiya.
“Aku mau istirahat, besok aku ada meeting pagi!”
Ardiya lalu pergi meninggalkan Gresha sendiri dengan perasaaan yang sangat hancur, usahanya saat ini sama sekali tidak ada harganya bagi Ardiya. Air mata Gresha menetes pelan. Lalu Bibi datang menghampiri Gresha dan memeluk tubuh dingin Gresha. Bibi lalu mengantar Gresha untuk masuk ke kamar. Sampai di kamar bukannya tenang, tangis Gresha malah semakin pecah, dan Bibi terus berusaha menenangkan Gresha.
“Kenapa Ardiya jahat sih Bi sama aku? Aku uda berusaha sampai kayak gini masak dia nggak ngerti kalau aku mau minnta maaf sama dia? Masak dia nggak ngehargain aku sama sekali!” Ucap Gresha kesal.
“Mungkin Pak Ardiya memang capek dan butuh istirahat!”
“Bukan Bi, aku yakin Ardiya pasti mau balas dendam sama aku. Dan kali ini memang aku benar-benar ngerasain gimana dulu perjuangan Ardiya yang aku sia-siain!” Lirih Gresha.
Roda memang benar-benar berputar saat ini, sakit hati yang dulu Gresha rasakan kini berbalik ke Gresha. Kini Gresha merasakan bagaimana sakitnya di acuhkan , bagaimana rasanya tidak dihargai dan tidak dianggap. Tapi Gresha kali ini sudah benar-benar bertekad untuk terus mempertahankan suaminya itu, dia benar-benar ingin meminta maaf kepada Ardiya.
****
__ADS_1
Pagi ini Rafandra lagi-lagi menjemput Gresha untuk berangkat ke kampus, tapi hari ini ternyata Gresha tidak berangkat ke kampus. Entah kenapa tapi Gresha merasa tidak enak badan. Mungkin karena semalaman dia menunggu Ardiya ditaman. Gresha menghubungi Rafandra dan meminta Rafandra untuk segera berangkat ke kampus. Dan saat Rafandra hendak pergi dia melihat sebuah mobil yang sama dengan yang dia lihat kemarin, dia pun berniat mengikuti mobil itu. Tapi tiba-tiba ponselnya berdering dan ternyata itu dari Raka.
“Lo uda berangkat belum?”
“Gue di depan rumah Gresha, gue kayaknya nggak bisa ke kampus hari ini gue mau ngikutin mobil yang keluar dari dalam rumah Gresha!”
“Jangan sekarang, kita ada kuis hari ini!” Ucap Raka.
“Ah..iya anjing. Ya uda gue ke kampus sekarang!”
Rafandra pun merasa kesal karena dia gagal mengikuti mobil itu, dia sangat penasaran siapa sebenarnya orang yang menggunakan mobil itu, karena sudah dua kali ini dia melihat mobil itu keluar pagi-pagi dari rumah Gresha.
“Siapa sih sebenarnya dia?” Gumam Rafandra sambil mengendarai mobilnya.
Saat sampai di kampus, Rafandra terlihat berlarian menuju ke kelas karena dia takut kalau sampai terlambat, karena hari ini ada kuis penting di kelasnya. Saat sampai di kelas dia melihat Raka sudah duduk rapi di bangkunya, Rafandra lalu segera duduk di bangku sebelah Raka.
“Lama banget, untung lo nggak telat!”
“Ya sorry tadi gue jemput Gresha dulu, malah Gresha nggak bernagkat karena sakit!” Ucap Rafandra.
Rafandra lalu menceritakan kecurigaannya pada mobil yang dua kali ini dia lihat keluar dari rumah Gresha. Raka pun akhirnya menceritakan kalau dulu dia sempat mengikuti juga mobil itu dan sempat melihat orang yang memakai mobil itu.
“Lo lihat orangnya? Bokapnya bukan?” Tanya Rafandra penasaarn.
“Bukan, orang itu Ardiya. Saudaranya Gresha yang sekarang lagi dekat sama Vio!”
“Ardiya? Lo ada fotonya nggak?” Tanya Rafandra.
Follow Me
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30
__ADS_1
SnackVideo : Rahayunr