
Pagi ini terasa begitu menyegarkan dan membahagiakan, saat Gresha membuka matanya dia langsung menatap mata indah Ardiya yang ternyata sudah bangun terlebih dahulu. Tangan Gresha juga masih memeluk erat tubuh kekar dengan dada yang bidang milik Ardiya. Begitu pun Ardiya, satu tangan nya masih digunakan untuk bantal Gresha , dan satu tangannya lagi juga belum lepas dari tubuh Gresha.
"Selamat pagi cantik! " Sapa Ardiya dengan senyum manis dan mata yang berbinar.
Gresha pun meyambut senyum itu dengan tak kalah manis nya.
"Pagi juga gantengku, kamu kenapa nggak bangunin aku? "
"Kamu nyenyak banget sih tidurnya, mana mungkin aku bangunin. Kamu pasti kecapekan ya? " Tanya Ardiya dengan senyum menggoda.
"Hah? Ng... nggak aku nggak capek. Kalau sekarang mau lagi juga aku masih kuat! "
Tawa Ardiya terbahak-bahak mendengar ucapan istrinya itu, dia lalu mengusap lembut rambut dan pipi istrinya itu.
"Simpan saja tenagamu untuk kuliah, kita bisa lanjut nanti malam! "
Pipi Gresha sontak memerah karena merasa malu mendengar ucapan Ardiya itu.
Gresha kali ini benar-benar merasa bahagia karena sudah bisa menjadi istri Ardiya sesungguhnya dan bisa menunaikan kewajibannya sebagai istri dengan ikhlas.
Mereka berdua lalu bangun dan segera bersiap-siap, setelah selesai siap-siap dan sarapan, Ardiya segera mengantarkan Gresha ke kampus. Sepanjang perjalanan , mereka tak henti-hentinya saling bercanda dan tertawa. Dan saat sampai di kampus, seperti biasa Yumi sudah menunggu kedatangan Gresha. Mereka lalu menuju ke ruang kelas mereka. Setelah selesai Gresha dan Yumi pergi ke kantin untuk makan siang. Dan di kantin tak sengaja Gresha dan Yumi bertemu dengan Rafandra juga Raka. Mereka kali ini sama-sama mengantri untuk membeli ayam goreng.
"Selamat ya aku lihat kamu terlihat bahagia banget sama Ardiya! " Celetuk Rafandra tiba-tiba.
Jantung Gresha tiba-tiba berdetak kencang, karena dia masih merasa takut dan masih merasa bersalah dengan Rafandra.
"Ya pasti bahagia lah, punya suami tampan dan kaya raya, bahkan sekarang menjadi donatur tetap dan orang berpengaruh di kampus ini! " Lanjut Rafandra.
Rafandra mengucapkan semua itu tanpa menoleh ke Gresha yang tepat berada di sampingnya.
Gresha masih terlihat diam karena dia juga merasa bingung harus menjawab apa.
__ADS_1
"Raf uda jangan lo terusin! " Bisik Raka.
Gresha menarik nafas panjang lalu memejamkan mata sejenak, dia seperti bersiap dan menguatkan mental nya untuk menghadapi Rafandra.
"Aku sudah jelaskan semuanya, dan kalau sekarang aku mencintai Ardiya itu sudah kewajiban ku sebagai istri, aku salah aku memang salah pernah mempermainkan dan membohongi kamu , tapi itu semata-mata karena aku memang masih cinta sama kamu dan ingin lepas dari Ardiya, tapi semakin lama aku juga semakin merasa bersalah sama Ardiya, karena terus menyakiti perasaannya dan menyembunyikan status kami. Dan sampai akhirnya aku memantapkan hati ku buat memilih, karena aku nggak mau lagi menyakiti kamu ataupun Ardiya. Dan aku minta maaf kalau akhirnya aku harus milih Ardiya, karena dia suamiku! " Lirih Gresha.
"Kenapa bukan aku yang kamu pilih? Kita uda cukup lama pacaran, bukan baru satu atau dua bulan saja! " Ucap Rafandra penuh sesak.
"Kalau aku milih kamu, aku harus cerai dengan Ardiya dan kamu akan punya pacar seorang janda. Mungkin kamu bisa menerima aku, tapi gimana dengan Keluarga kamu? saudara kamu dan teman-teman kamu? Lalu belum tentu juga nanti hubungan kita akan sampai ke pelaminan. Aku memilih Ardiya, karena dengan dia aku sudah ada kepastian, aku nggak perlu mengandai-andai lagi. Dan tugas pertamaku sebagai istri yaitu mencintai dia seperti bagaimana dia mencintai aku! "
Rafandra menggenggam erat tangannya seakan tidak terima dengan jawaban dari Gresha.
Setelah mengambil makanannya , Gresha dan Yumi berbalik dan segera berjalan menuju ke meja untuk makan. Tapi baru juga dua langkah Gresha berjalan Rafandra ikut berbalik melihat Gresha.
"Tanyakan pada suami yang kau cintai itu, kalau bukan dia siapa orang yang selama ini mengirim teror kepadaku! "
Langkah Gresha lalu terhenti dan berbalik menghadap ke Rafandra. Dia seakan terkejut mendengar kata-kata teror Keluar dari mulut Rafandra.
"Iya aku yakin dia ataupun orang yang terikat dengan dia yang meneror ini. Kamu bisa tanyakan langsung dan lihat betapa jahat dan liciknya suami kamu! " Ketus Rafandra.
"Uda Gresh ayo ke meja aja!" Bisik Yumi.
Gresha lalu mengikuti ucapan Yumi, lalu mereka berdua pergi meninggalkan Rafandra dan Raka. Sangat jelas terlihat kalau wajah Rafandra sangat kesal dan ingin sekali marah. Sedangkan Gresha merasa kebingungan dan cemas saat Rafandra mengatakan tentang terror.
"Nggak mungkin Ardiya tahu tentang terror yang dialami Rafandra, dan nggak mungkin dia terlibat! " Batin Gresha.
Setelah pulang dari kampus, Gresha meminta bantuan Bibi untuk memindahkan baju-baju dan perlengkapan Ardiya lainnya dari kamar tidur bawah ke kamar utama yang selama ini Gresha tempati. karena mereka berdua akan sama-sama tidur di kamar utama dan tidak pisah ranjang lagi.
"Bibi senang banget akhirnya Pak Ardiya sama Mbak Gresha baikan dan tidur bareng lagi! " Ucap Bibi sambil mengemas baju-baju Ardiya ke dalam koper.
"Iya Bi, aku juga seneng banget, aku janji bakalan jadi istri yang berbakti sama suami! "
__ADS_1
Saat Gresha membereskan laci meja Ardiya tiba-tiba dia menemukan sebuah foto. Di dalam foto itu ada dua orang anak laki-laki, yang sepertinya berbeda umur. Karena dari tinggi badannya juga berbeda.
"Apa ini foto Ardiya waktu kecil? Terus siapa yang satunya? " Gumam Gresha.
Gresha terus mengamati foto itu dan tiba-tiba Gresha merasa mengingat sesuatu.
"Tapi kenapa seperti nya aku kayak nggak asing ya sama foto ini, kayak pernah lihat deh tapi dimana ya? "
Gresha mencoba mengingat tentang foto itu dan Gresha merasa begitu yakin kalau dia memang pernah melihat foto itu.
"Mbak Gresha ada apa? " Tanya Bibi mencoba menyadarkan Gresha dari lamunannya.
"Eh Bibi nggak kok, aku cuma penasaran saja dengan foto ini Bi, ini foto masa kecilnya Ardiya kan Bi? Terus yang satunya ini foto siapa? "
Gresha lalu mengulurkan foto itu pada Bibi, dan Bibi segera meraihnya. Bibi lalu melihat foto itu dan juga sedikit menunjukan ekspresi terkejut sekaligus kebingungan.
"Bi Bibi tahu kan ini siapa? "
"Ini em... em... saya tidak tahu mbak, saya tidak tahu ini siapa! "
Bibi lalu memasukan foto itu kedalam laci lagi.
"Ayo mbak kita bawa barang-barang ini dulu ke atas! " Ajak Bibi.
Gresha merasa ada yang aneh dengan Bibi, Bibi terlihat bingung dan juga panik.
"Pasti ada yang Bibi tutupin dari aku! " Batin Gresha.
Follow
Ig : Rahayu_nrahma
__ADS_1
TikTok : Rahayunr30