
Rafandra berjalan masuk ke dalam rumah dengan wajah yang lesu dan terlihat sedih. Bibi yang membukakan pintu rumah untuk Rafandra itu pun heran melihat ekspresi Rafandra. Bibi juga melihat ke arah luar dan tidak mendapati mobil Rafandra di garasi.
“Mas mobilnya Mas Rafandra dimana?” Tanya Bibi.
“Di bengkel!” Ucap Rafandra lesu.
Rafandra lalu segera naik ke kamarnya, sedangkan Bibi segera mencari Sherly dan ingin memberitahukan kepada Sherly tentang keadaan Rafandra saat ini. Bibi menuju dapur, dan disana terlihat Sherly sedang mengupas buah apel. Bibi segera menghampiri Sherly.
“Bu , Mas Rafandra sudah pulang, tapi nggak bawa mobil katanya mobilnya ada di bengkel, dan kelihatannya Mas Rafandra sedang sedih, soalnya wajahnya pucat terus kelihatan lesu gitu!” Ucap Bibi.
“Mobilnya dibengkel? Ya uda Bi tolong lanjutin ngupas buah ini ya, saya mau nyamperin Rafandra bentar!” Ucap Sherly.
Sherly lalu bergegas menuju ke kamar Rafandra, dia takut kalau anak kesayangannya itu kenapa-napa. Sherly mengetuk pintu kamar Rafandra berulang-ulang kali tapi tidak ada jawaban dari Rafandra.
“Sayang, mama masuk ya!” Ucap Sherly.
Karena tidak ada jawaban dari Rafandra, dan pintu kamar Rafandra juga tidak dikunci, dia pun memutuskan untuk langsung masuk ke kamar anak laki-lakinya, karena dia juga mulai khawatir dengan keadaan Rafandra saat ini. Sherly membuka pintu itu pelan dan segera masuk, lalu dia berjalan menuju balkon kamar Rafandra. Disana terlihat Rafandra tengah duduk termenung sendiri. Sherly lalu duduk tepat disebalah Rafandra.
“Kata Bibi mobil kamu di bengkel, emangnya mobil kamu kenapa?”
“Rusak Ma!” Lirih Rafandra.
“Rusak ? Bukannya bulan kemarin habis di service ya mobil kamu, kok sudah rusak lagi?”
“Sebenarnya tadi Rafandra nabrak pohon Ma, jadi rusak!”
“Kamu kecelakaan ? Terus gimana keadaan kamu, kamu ada yang sakit?” Tanya Sherly panik.
“Aku nggak apa-apa ma, aku tadi hampir aja nabrak anak kecil, untungnya aku bisa ngehindar dan anak itu baik-baik saja!”
“Kamu ngebut ya tadi?”
“Iya, karena aku pengen cepat sampai di rumah ,dan ketemu mama karena ada yang mau aku omongin sama Mama!” Ucap Rafandra sendu.
“Ada apa Raf?”
Rafandra tiba-tiba diam, dan mangangkat wajahnya lalu menatap langit senja yang begitu indah, sedangkan Sherly terus memandang wajah putra nya itu sambil memainkan jarinya, karena dia begitu penasaran apa yang akan anaknya itu sampaikan.
__ADS_1
“Mama kenapa nemuin Pak Dio tanpa sepengetahuan aku?” Tanya Rafandra dengan wajah yang dia alihkan ke wajah mamanya itu dan dengan sorot tajam dari kedua bola matanya.
Wajah Rafandra terlihat begitu serius, Rafandra menanyakan tanpa menggunakan nada tinggi tapi terlihat mengerikan dan membuat Sherly menelan salivanya dalam-dalam. Perasaan gugup dan bingung pun kini menyelimuti Sherly, karena bisa saja setelah ini Rafandra akan marah besar padanya.
“Mama cuma mau…mau silahturahmi saja sama Pak Dio, karena hubungan keluarga kita akhir-akhir ini memburuk!” Ucap Sherly dengan bibir yang bergetar.
“Ngapain silahturahmi sama mereka, mereka uda bikin hidup kita berantakan!”
“berantakan apanya sih Raf? Justru kita yang bikin mereka dulu susah dan sakit!” Jelas Sherly.
“Ardiya ngrebut Gresha dari aku dengan cara yang licik ma, terus mereka juga nerror keluarga kita!” Ucap Rafandra dengan nada suara yang lebih tinggi.
“Gresha lagi Gresha lagi, cuma Gresha yang ada di otak kamu. Sakit hati kamu karena Ardiya ngrebut Gresha, mungkin sakit nya Ardiya dan Papanya saat kite pergi ninggalin mereka demi papa yang saat itu punya harta lebih banyak dari pada mereka!”
“Mama nyesel sekarang karena dulu milih rujuk lagi sama Papa? Atau jangan-jangan selama ini Mama masih nyimpan rasa sama orang itu, dan mama pura-pura mau silahturahmi padahal mama berusaha buat deketin orang itu lagi karena harta dia sekarang jauh berkali-kali lipat lebih banyak!” Ucap Rafandra dengan ujung bibir yang naik ke atas dan sorot mata penuh sindiran.
PLAKKKK……
Tanpa hitungan detik tamparan keras mendarat di wajah tampan Rafandra. Rafandra memegang pipi kirinya yang terasa cukup panas , dan wajah yang sedikit menunduk.
Sherly lalu pergi meninggalkan Rafandra dengan mata yang berkaca-kaca , dan perasaan hancur, dia tidak menyangka kalau putra kesayangannya bicara seperti itu pada dirinya. Dan sungguh itu membuat Sherly sakit hati.
****
Gresha sore ini mengajak Yumi untuk main ke rumahnya, setelah sampai di rumah , Gresha mengajak Yumi untuk masuk ke kamarnya. Tapi tiba-tiba Yumi menolak, karena Yumi merasa kurang nyaman.
“Kita di luar aja deh jangan di kamar lo!”
“kenapa emangnya?”
“Gresh lo kan uda nikah, dan hubungan lo sama Ardiya saat ini sangat amat harmonis, kamar ini kan kamar kalian berdua, jadi gue nggak mau ganggu privasi kalian berdua di kamar ini. Jadi mending kita ngobrol di ruangan yang lain.”
Gresha pun mengajak Yumi ke taman belakang sambil menghirup udara segar sambil menikmati kopi panas buatan Bibi.
“Makasih Bi!” Ucap Yumi dan Gresha saat Bibi menyuguhkan dua gelas kopi beserta cemilan-cemilan yang terlihat menggugah selera.
“Gue punya ide , supaya lo nggak bingung lagi cari cowok!” Ucap Gresha tiba-tiba sambil mengambil gelas berisi kopi itu.
__ADS_1
“Apa?”
Tiba-tiba suara langkah kaka terdengar dari arah belakang mereka, langkah kaki yang begitu pasti dan penuh keyakinan. Siapa lagi kalau bukan Ardiya, Ardiya lalu duduk di kursi yang ada di dekat Gresha. Ardiya sebenarnya sudah tahu tentang kedatangan Yumi saat ini karena tadi Gresha sudah mengatakan pada Ardiya.
“Aku kenalin sama temen aku ya Yum!” Ucap Ardiya tiba-tiba.
Gresha hanya nyengir dan terus melirik ke arah Ardiya lalu bergantian melirik ke arah Yumi. Sedangkan Yumi hanya melongo sambil terus melirik ke arah Gresha,
“Iya itu dia idenya Yum!” Sahut Gresha sambil terttawa dan terus mengunyah makanan yang dihidangkan oleh Bibi.
“Ngaco banget sih kalian berdua!” Ucap Yumi.
“Ngaco dari mana nya sih, ini kita serius. Apa lo mau jadian aja sama Raka?” Tanya Gresha sambil memajukan wajahnya mendekat ke arah Yumi.
“Udah di bilang gue nggak suka sama dia!” Rengek Yumi.
“Ya uda kapan kita bisa atur jadwal ketemuannya?” Tanya Gresha pada Ardiya.
“Malam ini, aku uda booking restoran kok!” Jawab Ardiya dengan senyum mengembang di bibirnya.
“Hah malam ini? Kalian becanda kan? Mana mungkin tiba-tiba ketemu langsung malam ini?”
Sahut Yumi dengan wajah terkejut dan ekspresi yang nggak karuan pastinya.
“Kamu sama Yumi siap-siap di kamar ya, aku akan siap-siap di kamar bawah!” Ucap Ardiya sambil mengelus rambut istrinya lalu berdiri dan pergi begitu saja tanpa menghiraukan pertanyaan dari Yumi.
Yumi pun dibuat heran dengan suami dari sahabatnya itu.
“Ayo kita siap-siap!” Ajak Gresha sambil menarik tangan Yumi!”
follow
ig : rahayu_nrahma
tiktok : rahayunr
sv : rahayunr (ws)
__ADS_1