Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 150 ( Topi)


__ADS_3

Setelah beberapa saat tediam Ardiya lalu segera membalikan badannya, dan meraih kunci mobil yang ada di meja. Ardiya melangkah dengan cukup cepat dan raut wajah yang panik serta terlihat begitu cemas.


Ardiya segera menjalankan mobilnya dengan cukup cepat tapi tanpa arah dan tujuan yang pasti.


"Aku harus kemana? Kamu Pergi kemana Gresha. Maafin aku, aku egois! " Gumam Ardiya dengan tangan yang mencengkeram kuat setir mobil.


Ardiya lalu mencoba mencari Gresha di bandara, karena berfikir kalau Gresha akan pulang ke rumah. Dan saat sampai di bandara, Ardiya terus mengelilingi bandara dan mencari-cari Gresha, berkali-kali juga Ardiya menghubungi Gresha tapi ponsel Gresha ternyata masih saja tidak aktif sedari tadi.


Dan sudah satu jam lebih Ardiya mencari Gresha dibandara tapi dia tidak menemukan petunjuk apapun dan hasilnya pun nihil. Ardiya lalu duduk disebuah bangku sambil meremas jemari tangannya. Pikirannya sangat kesal karena keegoisan nya dia menghilangkan moment berharga selama di Bali ini.


"Harusnya aku bisa lebih lapang dada dan menikmati liburan kita disini Gresh, bukan terus kalut dalam kecemburuan ini! " Keluh Ardiya.


Setelah beristirahat sejenak Ardiya kembali berdiri dan ingin mencari Gresha di tempat lain. Dia kembali mengendarai mobilnya dengan cemas sambil memperhatikan jalanan sekitar karena siapa tahu dia bisa menemukan istri tercinta nya itu.


Dan saat Ardiya melintasi sebuah pantai yang terlihat ramai dengan pengunjung. Ardiya tiba-tiba menghentikan mobilnya.


"Ini adalah pantai yang menjadi salah satu list tempat yang mau Gresha kunjungi sama aku! " Gumam Ardiya.

__ADS_1


Ardiya lalu mencari parkir mobil dan memarkirkan mobilnya. Dan dengan langkah yang cepat Ardiya berjalan menyusuri pantai berpasir putih yang tampak indah dan lembut.


Ardiya juga banyak melihat para wisatawan mancanegara yang tengah berjemur sambil menikmati segelas minuman.


Banyak juga wisatawan yang tengah menikmati rambut mereka dikepang oleh warga lokal.


Dan hingga penghujung pantai pun Ardiya tak melihat Gresha sama sekali. Ardiya lalu duduk di atas pasir pantai yang putih bersih itu sambil menatap ombak yang seakan-akan tengah berkejar-kejaran.


Panasnya terik matahari seakan-akan tak dihiraukan oleh Ardiya, dia terus menatap ombak dan berharap Gresha bisa cepat dia temukan.


"Gresh, kamu dimana? aku minta maaf! " Gumam Ardiya.


"Maaf saya sedang tidak ingin beli topi! " Ucap Ardiya tanpa menoleh sedikitpun.


Tapi topi pantai berwarna putih dengan hiasan pita pink itu pun tak kunjung di singkirkan dari Ardiya.


"Maaf saya tidak ingin beli topi! " Ucap Ardiya lagi.

__ADS_1


Tapi tetap saja topi itu tidak segera di singkirkan.


Ardiya pun mulai merasa kesal karena penjual itu karena terlalu memaksa Ardiya untuk membeli topi.


"Saya tidak mau beli topi, saya lagi cari istri saya disini bukan untuk jalan-jalan!" Ucap Ardiya dengan nada sedikit tinggi tanpa membalikan wajahnya ke arah penjual.


"Kalau istrinya uda ketemu mau jalan-jalan nggak? "


Ardiya merasa terkejut mendengar pertanyaan tersebut, lalu dia memalingkan wajahnya dan mendongak ke atas, rasanya matanya sangat silau karena sinar matahari yang begitu tajam. Dan dibalik teriknya matahari itu dia melihat seorang perempuan cantik nan manis tengah tersenyum dengan tangan yang masih saja mengulurkan


topi padanya.


"Hai....! " Sapa perempuan cantik yang meluluh kan hati Ardiya seketika .


Follow :


Ig : Rahayu_nrahma

__ADS_1


Tiktok : Rahayunr30


SV : rahayunr (WS)


__ADS_2