
"Hari ini kita antar keluarga kamu ke rumah baru mereka, setelah itu baru ke rumah baru kita! "
Gresha mengangguk pelan, mungkin dia merasa sedikit bahagia karena orang tuanya akan tinggal di rumah yang jauh lebih layak dan bisa membangun bisnis mereka lagi.
Gresha dan Ardiya berangkat mengantarkan Papa dan Mamahnya. Setelah sampai dirumah itu Gresha sedikit tersenyum.
"Ini rumah Papah dan Mamah sekerang! " ucap Ardiya
Pak Bimo dan istrinya tersenyum melihat rumah baru mereka yang bagus dan mewah.
"Terimakasih Ardiya! " ucap Pak Bimo.
Mereka berjalan masuk dan melihat isi rumah itu, semua perabotan sudah lengkap, Ardiya juga sudah menyiapkan asisten rumah tangga disana.
"Papah sama Mamah harus bahagia ya dirumah baru ini! " ucap Gresha sambil memeluk kedua orang tua nya.
"Kamu juga harus bahagia ya sayang! "
"Saya pasti akan membuat Gresha bahagia Pah, Mah! " ucap Ardiya.
"Oh iya besok Papah sama Mamah bisa ke kantor ketemu Sekretaris Saya Sheila untuk membicarakan tentang bisnis Papah yang baru! " lanjut Ardiya.
"Terimakasih Ardiya! "
Ardiya dan Gresha kemudian melanjutkan perjalanan mereka ke rumah yang akan mereka tempati.
Gresha masuk dan melihat seisi rumah itu, Gresha heran karena dari desain rumah hingga perabotan nya sesuai dengan keingininan Gresha dan Rafandra.
"Ini kebetulan yang berkali-kali! " gumam Gresha.
"Gimana kamu suka? " tanya Ardiya sambil merangkul pundak istrinya.
"Iya! ".
Gresha kemudian menuju ke kamar dan merebahkan badannya di atas kasur, badannya terasa masih sangat lelah karena acara kemarin. Dia kemudian ingat kalau ponselnya masih belum dia aktifkan. Gresha segera menyalakan ponselnya. Dia kemudian menerima puluhan pesan dari Rafandra.
Gresha kemudian bergegas menelfon Rafandra.
"Halo Gresha , kamu dari mana aja? " tanya Rafandra dengan panik.
"Aku pergi dari kemarin, dan aku nggak bawa charger, ponselku mati. Oh ya Happy Anniversary ya sayang, maaf aku semalem ngecewain kamu! "
"Happy Anniversary juga sayang, tapi kamu nggak kenapa-napa kan? "
"Aku baik-baik aja kok! "
"Kamu sekarang dimana? aku samperin ya, aku mau ketemu kamu! "
"Eh nggak usah, besok aja di kampus kita ketemu, aku mau istrirahat, aku capek banget! "
"Ya uda kalau gitu kamu istirahat ya, aku uda lega bisa denger kabar kamu! "
"Iya sayang! ".
Gresha kemudian menutup telfon Rafandra.
" Kamu masih berhubungan sama Rafandra? "
Gresha menoleh dan ternyata ada Ardiya yang berdiri di pintu, entah sudah berapa lama dia disana.
"Em..saya butuh waktu, saya nggak bisa mutusin dia begitu saja! "
__ADS_1
Ardiya berjalan pelan ke arah Gresha, kemudian duduk di sebelah Gresha.
"Sampai kapan? "
"Sampai saya benar-benar siap! ".
"Segera putuskan hubungan kalian! ".
" Tolong kasih saya waktu sebentar lagi, sekarang saya sudah jadi istri anda, saya sudah jadi milik anda, saya tidak akan pergi kemana-mana, tapi tolong saya masih belum siap menyakiti hati Rafandra! " pinta Gresha dengan air mata yang sedikit demi sedikit menetes.
Ardiya mengusap air mata itu pelan.
"Sebegitu berharganya kah dia sampai kamu rela memohon dan menetes kan air mata ini?"
Gresha hanya terdiam, tubuhnya gemetaran, dia takut melihat tatapan mata Ardiya yang tajam itu yang seolah-olah ingin menerkamnya seperti tadi malam.
"Baiklah saya kasih waktu sedikit lagi untuk kamu, tapi saya mau kamu melayani saya dulu sekarang! "
"Tapi tadi malam.... "
"Saya mau sekarang! "
Gresha semakin takut melihat tatapan mata Ardiya yang sudah tidak sabar menerkamnya.
"Tolong jangan sekarang! "
"Kalau gitu saya akan mengirim foto pernikahan kita ke Rafandra! " ancam Ardiya.
"JANGAN!! "
"Kalau gitu turutin kemauan saya! "
Gresha mengangguk pelan.
Gresha semakin menangis, dia terus memegang kancing baju nya dengan erat.
" BUKA SEKARANG! "
Mendengar teriakan Ardiya, Gresha dengan perlahan membuka satu per satu kancing bajunya. Ardiya terus memperhatikan Gresha dengan wajah penuh nafsu.
Perlahan Gresha membuka semua kain yang menutupi bajunya, hingga kini dia benar-benar telanjang bulat di depan suaminya. Ardiya dengan perlahan mencium leher Gresha hingga ke bagian dada Gresha. Gresha yang reflek menghindar, mendapat cengkeraman erat dari Ardiya dibagian lengannya. Gresha terus menangis, hingga air matanya jatuh menetes hingga leher dan dadanya.
"Jangan terus menangis kamu harus menikmati nya! " bisik Gresha.
"Dasar laki-laki biadab! "gumam Gresha.
Ardiya tertawa keras mendengar ucapan Gresha. Dengan cepat Ardiya melampiaskan semua nafsunya pada Gresha. Gresha yang terus merintih kesakitan itu tak membuat Ardiya iba dan berhenti menggaulinya. Malah semakin membuat Ardiya bergairah.
Makan malam sudah disiapkan oleh asisten rumah tangga Ardiya dan Gresha. Ardiya sudah menunggu di meja makan, tapi Gresha belum juga turun.
"Bi tolong panggilkan Gresha ya! "
"Baik Pak! "
Bi Surti kemudian mengetok pintu kamar Gresha.
"Tok... tok... tok!!
Gresha membuka pintu, di wajah nya nampak dia sedang menahan rasa sakit.
" Mbak Gresha sudah ditunggu Pak Ardiya di meja makan! "
__ADS_1
"Iya bi, makasih! "
Gresha terlihat kesakitan saat berjalan.
"Mbak Gresha kenapa? ada yang sakit? "
"Nggak apa-apa bi! "
"Mbak ini kenapa tangannya sampai biru-biru gini? ".
" Oh ini tadi kepentok meja! ".
" Habis makan saya obatin ya mbak! "
"Makasih Bi! "
Gresha kemudian makan malam bersama suaminya.
"Besok saya ke kantor, kamu mau ikut? "
"Saya besok kuliah! "
"Oke saya antar besok! "
"Jangan! Saya naik taxi saja! "
"Sama sopir aja kalau gitu! ".
" Saya mau sendiri! "
"Diantar sopir atau saya antar? pilihannya cuma itu! ".
Gresha menarik nafas panjang.
" Oke diantar sopir! "
"Good! "
Selesai makan Gresha langsung kembali ke kamar, dia bergegas untuk tidur.
Gresha bersiap-siap untuk ke kampus , dia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Rafandra. Saat bercermin Gresha menyadari luka lebam ditangannya belum hilang. Kemudian dia berganti pakaian lengan panjang untuk menutupi lukanya. Saat masih sibuk berdandan Ardiya memeluk tubuh istrinya itu dari belakang.
"Kamu harum sekali! "
Gresha hanya diam, dan tetap melanjutkan berias.
"Kenapa kamu harus begitu cantik mau ke kampus? kamu sudah jadi istri saya, jangan perlihatkan wajah cantik itu di depan orang lain! "
Gresha tidak menggubris ucapan Ardiya, dia berdiri dan melepaskan pelukan Ardiya.
"Saya mau berangkat sekarang! "
Gresha langsung berjalan keluar.
"Kamu harusnya cium tangan suami kamu dulu! " ledek Ardiya.
"Cih... "
Gresha terus melanjutkan langkahnya, menuruni anak tangga dan berangkat ke kampus bersama sopir.
"Aku kangen banget sama kamu Raf! " batin Gresha.
__ADS_1
Gresha kemudian mengeluarkan sebuah kotak yang yang telah dibungkus kertas kado berwarna biru.
"Semoga kamu suka ini Raf, untung kado ini dulu tidak ikut disita, aku uda lama nyiapin ini buat kamu Sayang! " batin Gresha dengan bibir yang terus tersenyum sambil memandangi kotak itu.