Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 46 (Kakak laki-laki)


__ADS_3

Gresha turun dari kamar dengan penampilan yang cantik, dia terlihat mengenakan celana jeans panjang, dan blouse berwanan putih berlengan pendek, tak lupa mengenakan tas slempang kecil berwarna putih juga. Saat menuruni tangga Gresha melihat Bibi sedang mengelap meja.


"Bi saya mau pergi! " Pamit Gresha.


"Kemana Mbak? sama sopir kan? "


"Saya naik taxi online saja, uda ada di depan kok taxi nya! "


"Tapi Mbak kata Pak Ardiya...! "


"Udahlah nggak usah bawa-bawa Ardiya bi,dia aja pergi juga nggak bilang apa-apa! " Ketus Gresha.


Gresha kemudian berjalan keluar dan mencari taxi yang dia pesan. Setelah taxinya sampai di depan rumah Gresha, Gresha langsung masuk dan meminta sopir taxi itu untuk cepat jalan sesuai tujuan Gresha.


Gresha pergi ke rumah Rafandra tanpa memberitahukan kepada Rafandra terlebih dahulu. Sebelum sampai di rumah Rafandra, Gresha berhenti dulu di sebuah cafe untuk membeli beberapa makananan untuk Rafandra dan Sherly yang tak lain adalah mama dari Rafandra.


Setelah selesai membeli makanan Gresha langsung melanjutkan perjalanannya. Tak lama kemudian Gresha sampai lah di depan rumah Gresha. Gresha turun dari taxi dan diam sejenak memandang rumah Rafandra. Dia merasa sudah sangat lama tidak datang ke rumah itu, tepatnya setelah semua kehidupannya berubah menjadi seperti sekarang. Gresha lalu berjalan pelan menuju pintu utama rumah Rafandra dan mengetuk pintu rumah itu.


Tok... tok... tok...


Tak lama kemudian pintu rumah itu dibuka oleh perempuan cantik yang tak lain adalah Sherly.


"Gresha? "Panggil Sherly girang.


" Hai tante, apa kabar? " Sapa Gresha dengan senyum indah dibibirnya.


"Tante baik, kamu apa kabar? kok lama banget sih nggak pernah main ke sini? "


"Em iya lagi banyak kegiatan Tan!"


"Ya uda ayo sini masuk kita ngobrol di dalam! " Ajak Sherly sumringah.


Gresha dan Sherly memang cukup dekat, selama pacaran dengan Rafandra, Gresha sering main ke rumah Rafandra dan bertemu dengan Sherly. Mereka memang sudah cocok untuk menjadi mertua dan menantu. Sherly dan Gresha lalu duduk di ruang tamu lalu Gresha mengulurkan bingkisan makanan yang tadi dia bawa.


"Makasih ya Gresha, harusnya nggak usah repot-repot kayak gini lho! " Ucap Sherly.


"Nggak repot kok tante, oh ya Rafandra di rumah tan? "


"Rafandra ada kok di kamar, kayaknya lagi tidur deh! Dia nggak tahu kalau kamu mau kesini? "

__ADS_1


"Nggak tan, aku nggak bilang sama Rafandra! "


"Kalau gitu tante bangunin dulu ya! "


"Nggak usah tante biarin tidur dulu, aku kan juga pengen ngobrol-ngobrol sama tante dulu! "


Mereka berdua lalu bercanda riang, terlihat jelas raut wajah bahagia diantara keduanya. Sherly kemudian mengajak Gresha ke kamarnya, karena Sherly bermaksud memberikan salah satu koleksi tas milik Sherly. Sherly memang gemar mengoleksi tas-tas dari murah hingga mahal semua hampir tersedia disana. Sherly terlihat sangat antusias saat memilihkan tas untuk Gresha. Lalu tiba-tiba Gresha melihat sebuah foto yang terpajang di meja kecil dekat tempat tidur Sherly. Di foto itu terlihat ada dua orang anak laki-laki yang masih kecil.


"Tan itu foto Rafandra ya? "Tanya Gresha sambil menunjuk ke arah foto itu.


" Iya itu foto Rafandra waktu masih kecil! " Ucap Sherly.


"Terus yang satunya yang lebih gede itu siapa Tan? " Tanya Gresha penasaran.


Sherly diam sejenak memandang foto itu, wajah nya berubah menjadi sendu.


"Tante kenapa? Aku salah ya tan? Aku minta maaf ya tan kalau aku tadi salah ngomong! " Ucap Gresha kebingungan.


"Nggak kok Gresha, kamu nggak salah dan soal foto itu adalah foto anak yang dulu dianggap kakak sama Rafandra, dan sudah tante anggap sebagai anak sendiri! " Jelas Sherly dengan mata yang berkaca-kaca.


Gresha disini sebenarnya merasa sangat kebingungan, Rafandra belum pernah bercerita tentang masalah ini padanya, tapi Gresha merasa kalau Sherly sangat sedih saat menceritakan tentang anak laki-laki itu.


"Gresha? Kamu disini? " Tanya Rafandra terkejut.


"Em... iya, maaf ya aku nggak bilang dulu sama kamu! " Ucap Gresha.


"Kamu uda bangun sayang? Ya uda Gresha ini waktunya kamu sama Rafandra ya, nanti tasnya tante siapkan! " Ucap Sherly sambil berjalan menggandeng tangan Gresha dan berhenti di hadapan Rafandra.


"Tante nggak apa-apa kan? " Tanya Gresha saat melihat raut wajah Sherly terlihat sedih meskipun Sherly mencoba menutupi kesedihan itu.


"Tante nggak apa-apa, uda kalian berdua sana ngobrol-ngobrol dulu! " Ucap Sherly sambil menutup pintu kamarnya.


Rafandra lalu menggandeng tangan Gresha dan mengajak Gresha ke kamarnya. Gresha lalu duduk di atas tempat tidur Rafandra, dan Rafandra juga duduk disebelah Gresha.


Gresha lalu menyandarkan kepalanya di pundak bidang milik Rafandra itu. Sudah sangat lama Gresha tidak melakukan hal itu. Gresha merasa sangat bahagia hari ini karena akhirnya dia bisa mendapatkan moment ini bersama Rafandra.


"Aku kangen banget sama kamu sayang! " Ucap Gresha.


Rafandra lalu diam dan mengecup pelan puncak kepala Gresha.

__ADS_1


"Kamu nggak akan pernah ninggalin aku kan Gresha? "


"Kenapa kamu nanya kayak gitu? "


"Aku takut Gres, akhir-akhir ini aku merasa sangat takut kalau tiba-tiba kamu pergi ninggalin aku dan mengkhianati aku! "


"Kenapa kamu berfikir seperti itu sih Raf? "


"Aku nggak tahu, aku cuma tiba-tiba merasa cemas! "


Gresha lalu memeluk erat tubuh kekasihnya itu.


"Aku sayang sama kamu, aku nggak akan kemana-mana! " Ucap Gresha lirih.


Rafandra lalu mengambil beberapa cemilan yang ada di dapur dan menikmatinya bersama Gresha di dalam kamar. Mereka terlihat bahagia saat ini, Gresha merasa menemukan kehidupannya kembali yang telah lama hilang.


Rafandra juga terlihat sangat bahagia karena kehadiran Gresha hari ini, dia saat ini dipenuhi keyakinan kalau Gresha tidak pernah mengkhianati nya dan tentang kehamilan itu pasti bukan Gresha fikir Rafandra saat ini.


"Oh ya sayang kamu kok nggak pernah cerita tentang anak laki-laki yang fotonya ada di kamar mama kamu? "


"Mama cerita apa saja ke kamu tentang anak laki-laki itu? ".


" Cuma bilang kalau anak itu uda kayak kakak kamu aja dan uda dianggap anak sendiri sama mama kamu! "


Rafandra lalu diam sambil memandang jendela kamarnya. Gresha juga turut diam menunggu Rafandra mengucapkan sesuatu. Tapi


setelah beberapa detik terlewati tenyata satu patah kata pun tidak keluar dari mulut Rafandra, yang ada Rafandra hanya memandangi jendela kamarnya.


"Raf kamu kenapa? " Tanya Gresha lagi.


Belum sempat Rafandra menjawab tiba-tiba ponsel Gresha berdering dan ternyata ada panggilan masuk dari nomer rumahnya.


"Halo...! " Sapa Gresha.


"Mbak Gresha sudah malam, Mbak Gresha pulang jam berapa? Biar dijemput sopir ya Mbak! " Ucap Bibi yang terdengar khawatir.


"Iya ini mau pulang, nggak perlu di jemput Saya mau naik taxi saja! "


Gresha lalu menutup telfonnya dan segera memesan taxi online.

__ADS_1


"Raf aku pulang dulu ya!" Pamit Gresha.


__ADS_2