
Papanya Vio masuk ke dalam rumah dengan wajah yang penuh amarah, dia langsung mencari Vio. Dan ternyata Vio ada di dalam kamar. Vio segera membuka pintu kamarnya saat mendengar Papanya mengetuk pintu kamarnya dengan keras. Padahal Vio sedang asyik menyebar semua berita tentang Gresha ke penjuru kampus.
"Ada apa sih Pa? " Rengek Vio.
"Lihat apa yang telah kamu perbuat sekarang! "
Ucap Papanya Vio sambil melempar map yang tadi Ardiya berikan padanya kepada Vio.
"Apa ini Pa? "
"Itu surat pemutusan hubungan kerja sama sepihak dari Ardiya! "
"Lhoh kenapa Pa? "
"Kenapa? Harusnya Papa yang tanya apa yang telah kamu perbuat , sampai Ardiya sebegitu marahnya pada Papa sampai mengakhiri kerja sama ini. Papa itu ngasih kamu bukti seperti itu bukan buat kamu jadiin bahan buat bully istrinya Ardiya. Tapi buat kamu sadar kalau kamu nggak bisa lagi deketin Ardiya itu! "Maki Papanya Vio.
Vio hanya diam sambil membaca berkas yang ada ditangannya, dia juga tidak menyangka kalau semua yang telah dia perbuat akan berimbas pada pekerjaan Papanya.
" Maaf Pa, Vio nggak tahu kalau akan jadi seperti ini! "
"Puas sekarang kamu bikin Papa pusing gini, dan asal kamu tahu ya, keuntungan terbesar perusahaan kita karena kerja sama dengan perusahaan Ardiya. Dan sekarang dia sudah tidak mau lagi melanjutkan kerja sama lagi sama Papa! "
Vio hanya diam dan sedih melihat Papanya yang terlihat sangat kecewa dan marah pada Vio. Tapi sebenarnya ada rasa marah juga dalam hatinya, karena dia merasa ini semua tidak seharusnya dibawa dalam masalah bisnis antara Papanya dan Ardiya.
...****************...
Raka ke rumah Rafandra hari ini , dia ingin menjenguk keadaan Rafandra saat ini. Dan kali ini Sherly yang membukakan pintu rumah untuk Raka. Wajah Sherly juga terlihat sangat sendu dan matanya juga sembab. Sherly kali ini juga terlihat sangat sedih. Mungkin dia sedih melihat keadaan Rafandra atau mungkin karena hal lain.
Sherly lalu meminta Raka untuk segera masuk ke kamar Rafandra untuk menemani Rafandra. Dan saat Raka masuk, Rafandra terlihat tengah duduk di atas kasur sambil melihat ke arah balkon.
Raka lalu duduk di sebelah Rafandra dan menepuk pelan pundak Rafandra.
__ADS_1
"Gimana keadaan lo sekarang? " Tanya Raka.
"Gue nggak tahu gimana caranya buat ngedeskripsiin keadaan gue sekarang Ka. Pastinya gue hancur sekarang! "
Raka lalu ikut memandang balkon dan seakan - akan juga merasakan kepedihan yang sahabatnya kini itu rasakan.
"Kenapa Gresha bisa kenal Ardiya, dan kenapa mereka harus nikah? Kenapa Ardiya? " Lirih Rafandra.
"Emangnya lo kenal Ardiya Raf? " Tanya Raka penasaran.
"Dia anak laki-laki yang fotonya ada di kamar nyokap gue! " Ucap Rafandra.
Raka melongo mendengar ucapan Rafandra itu, dia benar-benar terkejut. Tapi dia juga tidak berani untuk menanyakan ada hubungan apa antara Rafandra dan Ardiya, karena Raka takut kalau keadaan Rafandra makin buruk.
Raka lalu memberikan foto pernikahan yang dikirim peneror kepada Rafandra yang saat ini Raka bawa.
"Gue uda tahu ini foto siapa! " Ucap Raka.
"Siapa? "
Rafandra lalu meremas foto itu dengan sangat kuat, dia merasa bodoh kali ini karena sama sekali tidak bisa menyadari kebohongan Gresha.
"Berarti peneror itu tahu tentang Gresha sama Ardiya? " Tanya Rafandra.
"Pasti, dan bisa jadi peneror itu adalah orang terdekat mereka berdua. Karena memang pernikahan mereka berdua ini sangat dirahasiakan! " Jelas Raka.
...****************...
Setelah dirasa badannya mulai enakan, Gresha berjalan pelan menuju ke kamarnya sendiri setelah semalaman tidur di kamar Ardiya. Dan Yumi pun juga baru saja pulang. Saat masuk ke dalam kamar, Gresha melihat ponselnya yang dari kemarin tergeletak di meja kamar. Gresha lalu meraih ponselnya lalu dia duduk di atas tempat tidur. Dan dia juga terkejut melihat banyaknya pesan yang masuk ke ponselnya. Lalu dia membuka pesan-pesan tersebut. Dan lagi-lagi Gresha dibuat terkejut karena semua pesan itu berisi hujatan dan gossip tentang pernikahan nya dengan Ardiya. Gresha lalu membanting ponselnya dan dia kini tengah menangis tanpa suara. Dia tidak menyangka semua ini akan begitu cepat tersebar, hatinya sangat hancur, dia memang tahu semua ini akan dia alami tapi untuk saat ini Gresha merasa belum cukup siap untuk menerima semua ini. Citra baik yang telah dia bangun di kampus selama ini pun langsung rusak hanya dalam hitungan menit. Saat ini benar-benar tidak ada orang yang ada di pihaknya tidak akan ada yang bisa mendengarkannya dan tidak akan ada lagi yang mempercayainya. Air matanya terus menetes deras membasahi pipi. Angan-angan nya terbang ke masa-masa indah selama dia menjalani kehidupannya di kampus. Seharipun tak pernah Gresha merasa sedih atau malas pergi ke kampus, tapi saat ini bahkan di pikirannya tersirat untuk mengundurkan diri dari kampusnya. Karena dia tahu setelah ini semua orang akan berubah padanya, dan untuk bertemu Rafandra setiap hari juga rasanya Gresha tidak sanggup.
Malam tiba dan Ardiya akhirnya pulang juga, Bibi lalu memanggil Gresha untuk segera makan malam karena sudah ditunggu Ardiya. Gresha pun turun dan menuju ke meja makan dengan lesu dan mata yang sembab. Dia lalu duduk di depan Ardiya.
__ADS_1
"Gimana keadaan kamu? " Tanya Ardiya.
"Seperti yang kamu lihat! " Lirih Gresha.
Ardiya lalu segera melahap makanan yang sudah Bibi hidangkan. Sedangkan Gresha hanya menatap piring kosong di depannya.
"Aku mau keluar aja dari kampus! " Ucap Gresha tiba-tiba.
"Kenapa? Karena kamu nggak siap menghadapi bullyan dari teman-teman kampus kamu? "
"Kamu tahu? "
"Aku uda urus masalah Vio, kamu nggak perlu khawatir! "
"Tapi sekarang bukan cuma Vio , semua anak - anak kampus uda tahu siapa aku sebenarnya! "
"Kamu kira dengan seperti itu bisa membuat kamu merasa baik-baik saja? " Tanya Ardiya.
Gresha kembali diam, dia mencoba mencerna ucapan Ardiya dan memang benar apa yang di ucapkan Ardiya, dengan mengundurkan diri dari kampus tidak berarti Gresha akan merasa baik-baik saja dan bisa merubah keadaan.
Pernikahan ini sudah terjadi, Gresha pun sudah memilih untuk tetap bersama Ardiya, meskipun Ardiya sempat memberikan kesempatan Gresha untuk mengajukan cerai. Dan setelah semua keputusan yang telah Gresha buat ini kenapa sekarang seakan-akan dunia hancur dan tidak ada yang bisa menerimanya saat semua orang mengetahui yang sebenarnya.
"Apa sebegitu memalukannya punya suami seperti aku? " Tanya Ardiya.
Jantung Gresha serasa dihantam benda keras saat mendengar pertanyaan yang kelur dari mulut suami nya itu.
"Ya aku sadar sih aku memang nggak sesempurna Rafandra, wajar kalau kamu malu dan takut menghadapi teman-teman kamu! "
Follow Me :
Ig : Rahayu_nrahma
__ADS_1
Tiktok: Rahayunr30