Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 73 (Tangisan)


__ADS_3

“Aku udah jatuh cinta sama Vio!” 


Pandangan Ardiya menyorot tajam pada dua bola mata Gresha. Ardiya seakan tak membiarkan Gresha bernafas denga tenang. Memang benar satu kalimat yang baru saja Ardiya itu ucapkan seolah meruntuhkan hati Gresha. Baru saja Gresha mulai memantapkan hatinya buat Ardiya tapi kini semua sudah dihancurkan oleh fakta bahwa Ardiya mulai jatuh cinta sama Vio. Gresha terdiam sambil terus menatap Ardiya penuh harap, dia berharap Ardiya menarik semua kata-kata yang dia ucapkan. Tapi ternyata Ardiya berbalik dan berjalan meninggalkan Gresha yang seakan tak mampu lagi mengucapkan satu katapun. Beberapa menir berlalu dan akhirnya Gresha mulai melangkah pelan dan penuh dengan kesakitan menuju ke kamarnya. Begini ternyata rasanya di sakiti oleh pasangan. Perasaan yang sebelumnya belum pernah Gresha rasakan, perasaaan yang mungkin saja selama ini Ardiya rasakan dan perasaan yang akan Rafandra rasakan. 


Sedangkan Ardiya terdiam sambil menatap tembok kamarnya yang pucat, dia duduk di atas sofa panjangnya dengan mata yang sayu. Dia memang harus terpaksa membohongi Gresha, karena dia benar-benar tidak mau lagi berharap banyak pada Gresha dan tidak mau tertipu dengan trik tarik ulur yang diberikan Gresha. Ardiya merasa sudah cukup dia mengalami rasa sakit ini. Dan Ardiya perlahan kini mulai hendak mengikhlaskan Gresha jika memang Gresha tetap tidak bisa mencintai dirinya dengan tulus.


 


**** 


Rafandra mengetuk pintu kamar Sherly untuk memastikan bahwa di dalam ruangan itu tidak ada Sherly. Dan setelah beberapa saat mengetuk memang tidak ada jawaban dari Sherly. Rafandra lalu dengan pelan membuka kamar mamanya itu. Kamar itu memang kosong saaat ini, Raafandra lalu begegas membuka lemari dan mencari kotak yang digunakan untuk menyimpan barang-barang kenang-kenangan miliknya bersama Naya. Setelah menemukan semua barang-barangnya , tiba-tiba Rafandra dikejutkan oleh seseorang yang menepuk pundaknya dari belakang. Rafandra menoleh pelan dan ternyata itu adalah Sherly yang baru saja masuk ke kamar.


“Rafandra, kamu ngapain?” Tanya Sherly.


Rafandra lalu berdiri sambil memegang kotak penyimpanan berwarna putih itu. Sherlypun terkejut melihat Rafandra memegang kotak itu, Sherly terlihat mulai gugup dan panik.


“Mama bisa jelasin nggak kenapa barang-barang ini ada di lemari Mama?” Tanya Rafandra dengan sorot mata yang tajam. 


“Itu..itu Mama juga nggak tahu kenapa barang-barang itu di lemari Mama. Mungkin dulu kamu nitipin ke Mama, tapi kita berdua sama-sama lupa!” Ucap Sherly yang mulai terlihat panik dan gugup.


“Nggak Ma, aku inget banget aku menyimpan ini di kamarku dan aku nggak nitipin barang-barang ini ke Mama!” 


“Kalau gitu mungkin Bibi yang naruh disitu karena dikira itu milik Mama!”


“Ma…udahlah nggak usah bohong lagi, sekarang Rafandra cuma mau denger penjelasan dari Mama, kenapa Mama nyembunyiin barang-barang ini?” Tanya Rafandra dengan sedikit amarah


Sherly kemudian terdiam dengan sorot mata yang mengarah pada barang-barang yang kini dipengang oleh Rafandra. Matanya tiba-tiba sayu dan mulai menitihkan air mata. Rafandra pun semakin dibuat bingung dengan keadaan ini, kenapa mamanya tiba-tiba sedih dan menangis. 

__ADS_1


“Ma ada apa sih sebenarnya ma?” lirih Rafandra. 


“Mama..mama nyimpen semua barang-barang itu karena kamu nggak pantas nyimpennya Raf!” Ucap Sherly dengan nada suara yang mulai meninggi.


“Kenapa Mama bisa bilang kalau aku nggak pantas nyimpen semua ini?”


“Karena kamu sendiri yang uda bikin Naya pergi. Kamu harusnya tahu kamulah penyebab kepergian Naya, jadi biarin Mama aja yang nyimpen semuanya!” Bentak Sherly dengan air mata yang semakin banyak mengalir.


Lagi-lagi Rafandra mulai dibuat bigung dengan kalimat-kalimat yang keluar dari mulut mamanya, satu katapun tak bisa Rafandra cerna dengan baik.


“Aku sama sekali nggak ngerti apa maksud Mama, selama bertahun-tahun Mama nggak pernah bahas masalah Naya, karena memang dulu Mama nggak pernah dekat dengan Naya tapi kenapa sekarang Mama nyalahin aku atas kepergian Naya?” 


Hati Sherly semakin bergemuruh, air matanya semakin tak terbendung, mulutnya juga sudah tidak sanggup berucap apapun, dia lalu berpaling dan pergi meninggalkan Rafandra dengan sejuta tanda tanya. Rafandra lalu berjalan pelan menuju ke kamarnya dengan pikiran yang seakan-akan kosong dan tidak mampu lagi berfikir lagi. Dia lalu meletakan barang-barang itu di atas meja belajarnya. Rafandra lalu membaringkan tubuhnya ke atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya yang hampa. Dan perhalan matanya mulai terpejam membawanya ke alam mimpi.


Saat tengah terlelap tidur, terdengar ada yang mengetuk pintu kamar Rafandra,Rafandra pun terbangun dan membukakan pintu kamarnya itu . dan ternyata itu adalah Raka yang datang. Malam ini mamang Raka akan menginap di rumah Rafandra , hal itu juga bukan baru pertama kali Raka lakukan. 


“Lo uda tidur?” Tanya Raka sambil meletakan tas ranselnya diatas kursi.


“Eh ini apaan?” Tanya Raka sambil memegang kotak putih yang ada di atas meja belajar Rafandra.


“Itu barang-barang gue sama Naya dulu yang disimpen Mama!”


“Uda dibalikin sama nyokap lo?”


“Nggak, tadi gue yang ambil dikamarnya!”


Rafandra lalu menceritakan kepada Ardiya apa yang baru saja terjadi anatara dia dan Sherly. Raka juga semakin dibuat heran dengan sikap Sherly yang seperti itu. Mereka berdua lalu membongkar barang-barang yang ada dalam kotak itu dan tidak bisa dipungkiri kalau Rafandra merasa sangat sedih saat kembali melihat baran-barang kenangannya bersama Naya. 

__ADS_1


“Kalau lo sedih gini nggak usah dibongkar dulu, tunggu lo tenang aja Raf!” Ucap Raka.


“Sorry ya Ka, penyelidikan kita terhambat gara-gara gue mellow gini!” Lirih Rafandra.


Mereka berdua kemudian memutusakn untu menutup kembali kotak itu dan menyimpannya ke dalam lemari, mereka lalu duduk di balkon sambil menikmati secangkir kopi panas dan saling bergurau. Tiba-tiba Rafandra teringat tentang saudara Gresha yang sedang dekat dengan Vio.


“Eh Ka, lo waktu itu belum sempat ngasih tahu ke gue siapa nama saudara Gresha yang dekat sama Vio!”


“Oh iya ya sampai lupa, namanya tuh kalau nggak salah Ar…Ardiya!”


Mendengar nama Ardiya terucap dari mulut Raka membuat Rafandra sangat terkejut, entah Ardiya yang sama atau tidak tapi jelas nama Ardiya memberikan ingatan tersendiri bagi Rafandra.


“Ardiya lo bilang?” Tanya Rafandra memastikan.


“Iya Ardiya, kenapa lo kok kayaknya kaget gitu sih?”


“Lo ada fotonya nggak?”


“Foto? Nggak lah ngapain gue foto-foto pacarnya Vio. Emang kenapa sih?”


“Gue nggak pernah tahu aja ada saudaranya Gresha yang namanya Ardiya!”


Rafandra kemudain terdiam dan menatap langit malam, diat tahu nama Ardiya didunia ini bukan hanya dimiliki oleh satu orang, tapi tetap saja mendengar nama itu membuat dia terkejut dan mengingat masa lalunya. 


Gimana nih beasties kalian mau batin Gresha ditekan seperti apa lagi? Hihihi


Jangan lupa ya Follow aku 

__ADS_1


Ig : Rahayu_nrahma


Tiktok : Rahayunr30


__ADS_2