
Rafandra dan Raka melongo menatap Gresha, sedangkan Pak Basuki mendorong motornya masuk ke dalam garasi rumah.
“Ya uda kalian hati-hati ya pulangnya, bye-bye!” Ucap Gresha dengan gugup sambil menutup pintu gerbangnya.
Gresha merasa posisinya kurang aman sekarang karena pernyataan Pak Basuki tadi, tapi memang ini semua bukan kesalahan Pak Basuki karena Pak Basuki juga tidak tahu apa-apa tentang masalah ini. Gresha lalu mengetuk kaca mobil Ardiya dengan pelan, dan meminta Ardiya untuk segera keluar dari dalam mobil. Ardiya terlihat sangat kesal dan bete, bagaimaan tidak dia harus bersembunyi di dalam mobil demi menghindari bertemu dengan pacar istrinya itu. Ardiya lalu bergegas masuk tanpa beruscap satu patah katapun kepada Gresha, sedangkan Gresha langsung menyusul Ardiya.
“Tunggu Ar, kamu marah ya?” Tanya Gresha sambil terus mengikuti langkah kaki Ardiya.
Tapi saat ini Ardiya sama sekali tidak menggubris omongan Gresha itu, Ardiya lalu masuk ke kamar dan segera menutup pintu kamarnya, tapi tanpa dia sadari ternyata Gresah berada tepat dibelakangnya.
BRAKKKK….
Pintu kamar Ardiya tepat mengenai wajah Gresha yang berjalan mengikuti Ardiya, Ardiya memang tidak memperhatikan kalau istrinya itu berada tepat dibelakangnya sehingga daun pintu kmarnya menegnai wajah Gresha.
“Aw…!” Teriak Gresha.
Mendengar teriakan Gresha, Ardiya berbalik dan terkejut melihat Gresha sudah menutuo wajahnya dengan kedua tangannya.
“Gresha. kamu nggak apa-apa?” Tanya Ardiya panik.
Ardiya lalu memegang bahu Gresha, dan saat Gresha melepaskan kedua tangannya dari wajah, Ardiya melihat darah yang mengalir dari kedua lubang hidung Gresha.
“Gres, hidung kamu berdarah!” Ucap Ardiya panik.
Ardiya lalu menuntun Gresha untuk masuk ke dalam kamar Ardiya, Ardiya lalu segera memanggil Bibi untuk membantunya mengobati mimisan Gresha.
“Gresh, maafin aku ya, aku nggak tahu kalau kamu berada tepat di belakang aku, aku minta maaf!” Ucap Ardiya penuh rasa sesal.
Setelah diobati oleh Ardiya dan Bibi, akhirnya mimisan Gresah itu sudah berhenti, dan kini Gresha masih terbaring di atas tempat tidur Ardiya. Sedangkan Ardiya duduk di sebelah Gresha dan terus memegang tangan istrinya itu.
“Gimana masih sakit?” Tanya Ardiya lirih.
__ADS_1
“Uda nggak sesakit tadi!” Jawab Gresha.
“Aku minta maaf ya!” Lirih Ardiya sambil mengelus rambut Gresha.
“Nggak apa-apa kok, aku juga salah tadi!”
Mereka berdua lalu sedikit berbincang hingga akhirnya Gresha terlelap tidur di kamar Ardiya, sedangkan Ardiya terlihat masih terjaga dan terus menatap sendu wajah istrinya yang cantik itu. Ardiya lalu merapikan selimut yang Gresha kenakan, dan Ardiya beranjak dari duduknya menuju sofa panjang di kamarnya, dia lalu merebahkan badannya disana. Ardiya lebih memilih tidur di sofa dari pada harus mengganggu Gresha. Sebenarnya bisa saja dia tidur di sebelah Gresha karena dia juga suami sah Gresha, tapi perasaan bersalahnya yang amat dalam kepada Gresha membuat Ardiya tidak berani tidur satu ranjang lagi dengan Gresha.
*****
Gresha membuka matanya perlahan, dia melihat ke sekeliling kamar, dan dia menemukan Ardiya yang masih terlelap di sofa. Gresha lalu berjalan menghampiri Ardiya, dan memegang tangan Ardiya. Ardiya pun lalu terbangun, dan melihat Gresha tepat di depan kedua bola matanya.
“Kamu uda bangun? Atau ada yang sakit?” Tanya Ardiya gelagapan.
“Em…ngg…nggak, kamu kenapa tidur disini? Kenapa nggak tidur di sana sama aku?”
“Aku nggak mau ganggu kamu, jadi aku lebih milih tidur disini!”
“Aku harus siap-siap, aku harus ke kantor. Kamu kalau masih sakit nggak usah ke kampus ya!” Ucap Ardiya memotong ucapan Gresha.
Ardiya lalu berdiri dan segera menuju ke kamar mandi, Ardiya terlihat gugup dan gelagapan kali ini, dia benar-benar dibuat salah tingkah oleh Gresha. Gresha lalu membuka lemari Ardiya dan menyiapkan sepasang baju untuk Ardiya kerja, ini adalah kali pertamanya selama menjadi seorang istri, Gresha menyiapkan baju untuk Ardiya berangkat kerja. Gresha menyiapkan semuanya, dari celana, kemaja hingga jas yang Ardiya akan gunakan. Dan entah kenapa tapi sepanjang menyiapkan baju-baju ini senyum yang terukir dibibir Gresha tak pernah sedikitpun luntur. Dan tak berselang lama Ardiya keluar dari kamar mandi, saat ini Ardiya masih mengenakan handuk yang dia ikatkan dipinggang. Ardiya pun terkejut melihat Gresha yang ternyata masih ada di dalam kamarnya.
“Gres..ka..kamu masih disini?” Tanya Ardiya salah tingkah.
“I..iya, ini aku abis nyiapin baju buat kamu kerja!” Ucap Gresha sambil tersenyum manis.
“Hah?”
Ardiya dibuat semakin terkejut dengan perlakuan Gresha kali ini, Ardiya benar-benar serasa diterbangkan ke awan oleh Gresha.
“Ma..makasih ya, aku ganti baju dulu di kamar mandi kalau memang kamu masih mau disini!” Ucap Ardiya sambil meraih bajunya yang ada di atas tempat tidur.
__ADS_1
“Kan ganti baju disini juga boleh, nggak perlu ke kamar mandi!” Ucap Gresha lagi-lagi dengan senyum yang Ardiya sendiri tak bisa mengartikan.
****
Sejak pagi tadi Raka sudah berada di depan rumah Gresha karena hari ini dia tidak ada jadwal kuliah jadi dia memilih untuk mengintai rumah Gresha. Raka masih terus penasaran dengan apa yang sebenarnya Gresha sembunyikan, apalagi tingkah Gresha kemarin semakin membuat Raka penasaran. Pengintaian Raka kali ini lagi-lagi tanpa sepengetahuan Rafandra, karena Raka tahu kalau Rafandra akan susah percaya pada pemikiran Raka.
“Gue harus tahu siapa orang yang ada di dalam mobil itu kemarin!” Gumam Raka sambil terus menatap tajam rumah Gresha.
Ya benar sekali, sebenarnya kemarin Raka melihat ada orang yang bersembunyi di dalam mobil,meskipun tidak begitu jelas tapi Raka begitu yakin kalau ada orang di dalam mobil tersebut. Ditambah lagi kebohongan Gresha tentang Pak Basuki, itu semakin memperkuat dugaan Raka kali ini. Dan setelah menunggu beberapa saat ,terlihat pintu gerbang rumah Gresha akhirnya terbuka,dan dari sana keluar sebuah mobil yang kemarin dia curigai. Dengan cepat Raka lalu mengikuti mobil itu dari belakang, rasa penasaran yang amat tinggi membuat Raka bersikeras untuk segera mengetahui siapa yang ada di dalam mobil itu.
“Ini bukan ke arah kampus, berarti di dalam mobil itu nggak ada Gresha, kalau bukan Gresha siapa itu? Apa ada orang lain yang tinggal bersama Gresha disana?” Gumam Raka.
****
Gresha terlihat sedang menonton film di ruang keluarga, dia juga baru selesai menghubungi Yumi dan mengatakan kalau dia tidak ke kampus hari ini karena dia merasa hidungnya masih sedikit nyeri. Lalu Bibi datang menghampiri Gresha yang tengah asyik menonton film itu.
“Mbak Gresha, ini ponselnya Pak Ardiya ketinggalan di meja makan!” Ucap Bibi.
“Ketinggalan? Ya uda Bi biar saya anterin ke kantor aja sama Pak Dede!”
****
Raka terus mengikuti mobil itu hingga sampai di depan sebuah perkantoran. Raka memperhatikan terus siapa orang yang akan turun dari mobil itu. Mobil yang diikuti Raka itu terlihat berhenti di depan loby kantor,sedangkan Raka sudah berada di parkiran tepat depan kantor itu.
“Harusnya dari sini gue uda bisa lihat siapa orang yang akan turun dari mobil itu!” Ucap Raka dengan terus memperhatikan mobil itu.
...Follow Me ❤...
...Ig : @Rahayu_nrahma...
...** : @Rahayunr30...
__ADS_1