Antara Suami Dan Kekasih

Antara Suami Dan Kekasih
Bab 118 (Tas)


__ADS_3

“Kalau gue nggak sahabatan lagi sama Rafandra apa lo mau nerima gue jadi pacar lo?” Ucap Raka dengan tatapan yang tegas.


“Maksud lo apaan ? “ Tanya Yumi tegas.


“Ya kalau dengan ninggalin Rafandra dan gue bisa bahagia sama lo kenapa nggak?”


“Lo makin lama makin aneh aja sih , lo mikir nggak sih apa yang lo barusan omongin itu?”


“Gue serius sama lo Yum, lo paham nggak sih gue cinta banget sama lo dari lama, dan waktu gue uda berani ngungkapin perasaan ke lo , lo nolak mentah-mentah dengan alasan yang nggak masuk akal bagi gue!”


“Udahlah lo mending lanjut aja ngurusin masalahnya Rafandra sana, dan lupain gue!” Ucap Yumi sinis.


“Gue bakalan ninggalin Rafandra kalau lo mau jadian sama gue, gue nggak peduli Yum penting lo terima gue!” Ketus Raka.


“Gila lo!” Ketus Yumi.


Percakapan yang mengejutkan sekali bukan? Raka yang terlihat begitu setia bagi Rafandra ternyata rela ninggalin Rafandra demi seorang gadis yang dia cintai. Tapi entah apa isi hati Raka sebenarnya, apakah ini benar-benar dari hatinya atau ini hanya tipuan saja bagi Yumi. Yang jelas saat ini Rafandra sangat terkejut mendengar ucapan dari sahabat yang sangat dia percaya itu, ya benar sekali saat ini Rafandra memang tengah duduk tak jauh dari tempat Yumi dan Raka, Rafandra mengenakan jaket berwarna navy , kaca mata hitam dan juga topi berwarna hitam dengan wajah yang dia tutupi dengan sebuah buku. Rafandra memang diam-diam mengikuti Raka selepas Raka pulang dari rumahnya tadi, dan inilah kenyataan yang harus Rafandra dengar. Seorang sahabat yang sangat dia percaya ternyata berniat meninggalkannya karena cinta. Perasaan kesal, marah, sakit dan juga kecewa kini berkecamuk tajam dalam hati laki-laki berwajah tampan itu. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, sudah sakit semakin sakit pula kini. Dan itu memang yang kini Rafandra rasakan. Ditengah konfliknya dengan keluarga Ardiya, dan kini satu-satu nya orang yang selama ini membantu nya untuk mengupas masalahnya pun berniat meninggalkanya begitu saja. Lalu harus apa yang kini Rafandra lakukan?.


“Sebegitu nggak berharganya persahabatan yang telah kita jalin bertahun-tahun ini kah Ka, sampai lo rela ninggalin gue demi cinta lo sama gadis itu!” Gumam Rafandra dengan penuh amarah.


Rafandra lalu pergi dari café itu dengan sejuta amarah dan emosi yang terpendam dalam hatinya. Dia lalu masuk ke dalam mobil dan mengendarai mobilnya dengan begitu kencang tanpa arah dan tujuan.


Rafandra lalu berhenti di sebuah pemakaman, dia berjalan menyusuri pemakaman itu, berjalan terus dan memperhatian tiap-tiap makam yang ada di sana. Rafandra terus berjalan dan berkeliling area pemakaman itu terus menerus.


“Dimana makam lo, dimana Nay?” Lirih Rafandra dengan air mata yang terus dia tahan.

__ADS_1


Hingga berkali-kali Rafandra mengelilingi area pemakaman itu tapi Rafandra tak menemukan juga makam Naya disana. Itu adalah area pemakaman yang entah ke berapa yang telah dia kunjungi untuk mencari makam Naya setelah kematian Naya beberapa tahun yang lalu.


Rafandra lalu masuk lagi ke dalam mobilnya, dia menjatuhkan kepalanya pada setir mobil. Terasa amat berat sekali memang kepalanya saat ini.


“Nay kasih gue petunjuk Nay, dimana gue bisa nemuin Makam lo Nay. Gue sadar Nay ternyata cuma lo yang selalu nungguin gue, yang selalu ada buat gue, dan selalu ada buat gue dan cuma lo yang benar-benar tulus sama gue. Gue nyesel Nay, harusnya malam itu gue terus nyari lo sampai ketemu!” Lirih Rafandra penuh dengan penyesalan.


Penyesalan memang selalu datang di akhir dan sudah tidak ada gunanya lagi untuk saat ini kalau Rafandra mau menyesal, karena itu tidak akan memutar waktu kembali ataupun membuat Naya kembali hidup. Tapi memang hanya sebuah penyesalan dan penyesalan yang Rafandra rasakan saat ini.


****


Gresha bahagia karena saat ini bisa menikati waktu bersama Ardiya, dan kini mereka baru saja keluar dari bioskop. Tapi wajah Gresha terlihat sedih, dan mata yang bengkak. Sepertinya Gresha baru saja menangis, tapi tunggu dulu Gresha menangis bukan karena bertengkar ataupun disakiti oleh Ardiya, melainkan menangis karena mereka berdua baru saja menonton film yang cukup menguras emosi mereka, lebih tepatnya menguras emosi dan air mata Gresha. Gresha memang sangat cengeng disuguhi film sedih begini langsung saja tumpah tak karuan air matanya.


“Uda mukanya jangan sedih gitu nanti dikira aku yang bikin kamu nangis!” Bisik Ardiya di telinga istiri cengengnya itu.


“Udah-udah jangan nangis lagi, kalau ending film nya kayak gitu ya menurut aku bagus juga, mereka itu sebenarnya mau mengatakan pada penonton kalau memang di dunia ini nggak semuanya bisa sesuai dengan ekspektasi kita, dan nggak semua cerita berakhir bahagia. Karena hidup ini bukan dongeng, kita nggak selalu jadi pangeran dan Cinderella yang berakhir bahagia menikah dan bergelimang harta!” Jelas Ardiya dengan senyum tipis dibibirnya.


“idih apaan sih, ngomongin film malah dibawa serius, dasar ya Bapak Ardiya ini nggak bisa diajak bercanda!” Ledek Gresha.


Gresha lantas saja memanyunkan bibirnya karena kesal dengan tanggapan Ardiya yang serius ketika diajak becanda dan ngobrolin tentang film yang baru saja mereka tonton. Melihat bibir istrinya sudah mulai terkunci rapat dan monyong 5 cm itu, langsung saja Ardiya menarik tangan Gresha dan mengajak Gresha masuk ke dalam sebuah toko tas branded.


“Pilih aja mau yang mana, mau dibeli semua satu toko ya nggak apa-apa asalkan nggak manyun kayak gini!” Ucap Ardiya sambil menatap Gresha.


“Hah?” Gresha jelas melongo mendengar ucapan dari suaminya itu.


Gresha lalu memutar bola matanya dan beralih memperhatikan tiap sudut toko itu, dia melihat begitu banyak tas yang sangat-sangat menawan dan sangat mahal tentunya. Gresha pun menelan salivanya dalam-dalam dengan mata yang seakan enggan berkedip.

__ADS_1


“Udah sana pilih mana yang kamu suka!” Ucap Ardiya lagi.


“O..oke!” Jawab Gresha dengan riang.


Wajah Gresha kembali sumringah kini, seolah-olah bayangan tentang film yang menyedihkan tadi sudah hilang terhempas oleh tas-tas branded yang mengelilinginya saat ini.


Gresha pun mencoba satu demi satu tas yang menarik perhatiannya, mungkin setelah menjadi istri Ardiya baru kali ini Gresha berbelanja bersama Ardiya.


“Suami gue benar-benar sultan ternyata!” Ucap Gresha sambil mencoba salah satu tas berwarna army di depan standing mirror.


“Ini kalau gue beli semua satu toko kayaknya gue bakalan viral dimana-mana deh!” Lanjut Gresha sambil terus memandangi tas yang dia coba.


“Jangan cuma satu belinya, aku nggak pernah nganterin perempuan shopping dan kalau kamu cuma beli satu itu cuma bikin malu aku aja!” Bisik Ardiya di telinga kanan Gresha.


Bisikan itu bukan hanya membuat Gresha merinding tapi juga sangat speechless dan juga kebingungan.


“Kenapa Tuhan bisa baik banget sih sama gue, ngirimin cowok setajir dan setampan ini!” Batin Gresha.


Follow


ig : rahayu_nrahma


Tiktok : @rahayunr30


SV : rahayunr

__ADS_1


__ADS_2