
Rafandra terlihat murung di kantin kampus, dia sedari tadi hanya mengaduk-aduk makanan yang ada di piringnya, sudah lebih dari 30 menit dan hanya itu yang dilakukan oleh Rafandra. Dan beberapa saat kemudian Raka datang menghampiri sahabatnya itu, dan duduk tepat dihadapan Rafandra.
“Lo kenapa sih? Lo ada masalah?”
“Gue tiba-tiba kangen sama Gresha!”
Raka lalu mengambil air mineral yang ada di atas meja dan lalu meminumnya dengan cepat.
“Lo harus inget siapa Gresha, dia itu uda jadi istri orang!”
“Iya gue tahu tapi tetap saja, nggak gampang buat gue ngelupain Gresha begitu aja!”
“Tapi kenapa lo kemarin ngomong kayak gitu sama Gresha? Seolah-olah lo uda nggak ada perasaan sama dia!”
“Gue cuma berusaha buat nguatin diri gue dan gue nggak mau terlihat lemah di depan dia!”
“Terus mau lo apa sekarang?”
“Gue nggak tahu, kalau gue minta Gresha balik sama gue emangnya mungkin?”
****
Raka dan Yumi tanpa sengaja bertemu di salah satu café yang tidak jauh dari kampus, mereka berpapasan saat memesan minuman. Dan lalu mereka duduk bersama sambil menikmati kopi mereka masing-masing.
“Kita jadi nggak pernah ngobrol sejak masalah Gresha sama Rafandra!” Celetuk Raka.
“Iya!”
“Lo apa kabar Yum?”
“Lo bisa lihat sendiri kan? Gue baik-baik aja. Eh ya ada yang mau gue omongin juga ke lo!”
“Apa?”
“Ini soal tuduhan Rafandra, gue uda denger dari Gresha, kalau Ardiya tidak terlibat sama sekali tentang penerroran yang selama ini di terima oleh Rafandra, dan Ardiya juga tidak tahu siapa pelaku nya, jadi stop buat nuduh Ardiya lagi!”
“Lo sekarang berpihak sama Ardiya ?”
__ADS_1
“Bukan masalah berpihak sama siapa, tapi setidaknya lo sama temen lo itu harus punya bukti kuat kalau Ardiya pelakunya, jangan asal nuduh karena sakit hati aja!”
Mereka berdua lalu sama-sama diam, keadaan memang serasa sangat canggung kini. Padahal dulu mereka berdua juga dekat dan tidak sekaku hari ini. Tapi masalah yang dialamai sahabat-sahabat mereka dulu membuat kerenggangan juga bagi mereka berdua.
“Bisa nggak kita nggak usah ngomongin mereka berdua?” Tanya Raka sambil memegang cangkir kopinya.
“Hah?”
“Gue pengen sering ngobrol dan ketemu lagi sama lo, tanpa ada rasa nggak enak dan ikut dalam emosi Gresha sama Rafandra, itu masalah mereka berdua, bukan berarti kita juga harus saling menjauh kan?” Tegas Raka.
Yumi menelan salivanya dalam-dalam, entah kenapa tiba-tiba dia merasa aneh dengan sikap Raka kali ini, tatapan mata Raka juga terlihat berbeda dari biasanya. Raka jelas memandangi Yumi dengan sorot mata kekaguman dan harapan.
“Gimana maksudnya, gue bingung sama omongan lo!”
“Gue pengen dekat sama lo, gue mau kita coba dulu Yum!”
“Hah?”
****
Gresha tengah berhenti di sebuah café dekat rumahnya untuk membeli beberapa makanan untuk dia dan Ardiya juga orang-orang yang ada di rumahnya, tapi saat dia sedang menunggu pesanannya datang, tiba-tiba ada seorang perempuan yang melangkah menghampiri Gresha. Gresha lalu mengangkat wajahnya dan menatap perempuan yang kini ada di hadapannya. Perempuan itu tengah tersenyum sendu pada Gresha. Gresha pun juga terkejut melihat perempuan itu, dia merasa gugup dan sedikit kebingungan. Jantungnya juga berdebar kencang, karena dia tahu pasti Sherly sudah mengetahui tentang dirinya yang mengkhianati Rafandra. Gresha dan Sherly padahal dulu sudah saling kenal dan mereka sudah dekat layaknya orangtua dan anak, harapan Sherly untuk menjadikan Gresha menantunya pasti sudah ada di dalam fikiran Sherly. Dan kini Sherly harus menerima kenyataan kalau putranya itu putus dengan Gresha dengan cara yang sungguh menyakitkan.
Sherly lalu duduk tepat di hadpan Gresha, dia meletakan tasnya di atas meja dan menyilangkan kakinya lalu menatap wajah Gresha yang terlihat gugup dan kebingungan itu.
“Kamu bahagia sekarang?” Lirih Sherly.
Pertanyaan itu seakan-akan menghakimi Gresha, pertanyaan yant sangag menjebak bagi Gresha. Gresha pun tengah kebingungan bagaimana jawaban yang tepat untuk sepenggal kalimat yang menakutkan itu.
“Kenapa diam? Tante cuma tanya apa kamu bahagia sekarang?”
“Tante..Gresha…Gresha minta maaf!”
“Tante nggak nyuruh kamu minta maaf, tante cuma tanya apa kamu bahagia sekarang? Tinggal jawab iya atau tidak, kenapa kamu terlihat panik dan bingung seperti itu?” Ucap Sherly dengan tatapan mata tajam dan terlihat sinis.
“Saya…saya bahagia!” Ucap Gresha sambil menundukan kepalanya.
Sherly lalu terkekeh pelan sambil mengambil sebuah foto yang ada di dalam tasnya.
__ADS_1
“Apa kamu sudah tahu semua tentang suami mu itu?”
“Maksud tante?”
Sherly lalu menyefahkan foto itu pada Gresha, Gresha pun lalu meraih foto yang Sherly berikan.
Gresha lalu melihat foto itu dan betapa terkejutnya Gresha saat melihat foto itu, itu adalah foto yang sama yang Gresha temukan di kamar Ardiya.
“Apa kamu ingat foto itu? Kamu kan pernah melihatnya waktu di kamar tante!”
Gresha seketika menyadarinya, dia kini mengingatnya, dulu dia pernah melihat foto itu di kamar Sherly, dan Sherly bilang kalau salah satu anak itu adalah Rafandra. Berarti……
“Ini foto Rafandra kecil kan Tan?” Tanya Gresha gelagapan.
“Betul sekali, itu foto Rafandra waktu kecil, dan anak laki-laki yang lebih tinggi itu kamu tahu siapa?” Tanya Sherly dengan sorot mata tajam.
“Apa…apa ini Ar…Ardiya?” Dengan gelagapan Gesha mengucapkannya.
Sherly lalu meraih foto itu lagi dari tangan Gresha yang gemetaran.
“Jelaskan sama saya tante, apa sebenarnya hubungan Ardiya dan Rafandra?” Tanya Gresha dengan air mata yang menumpuk di bola matanya.
“Bukankah seharusnya suami kamu yang menjelaskannya?”
Sherly lalu memasukan foto itu ke dalam tas dan dia berdiri dari duduknya lalu melangkah pergi meninggalkan Gresha dengan segudang pertanyaan di otaknya. Kali ini Gresha merasa begitu kebingungan, dia benar-benar dibuat penasaran dengan apa yang sebenarnya telah terjadi.
Ditengah kebingungan dan kepanikannya itu datanglah seorang pelayan perempuan yang mengantarkan makanan pesanan Gresha. setelah Gresha menerima pesanan itu lalu dia segera keluar dari Café dan segera pulang. Setelah sampai di rumah, Gresha masuk ke dalam kamar yang pernah ditempati oleh Ardiya dan Gresha membuka laci meja di kamar itu dan mengambil foto yang ternyata masih tersimpan di laci itu. Gresha memperhatikan lagi setiap sudut foto itu, dan itu memang benar-benar mirip dengan foto yang tadi Sherly tunjukan.
“Ini benar-benar mirip!” Lirih Gresha.
“Apa sebenarnya hubungan antara mereka berdua?”
Gresha lalu keluar dari kamar itu dan segera naik menuju ke kamar atas, kini Gresha hanya tinggal menunggu kedatangan Ardiya untuk menjelaskan semuanya. Air mata Gresha tanpa sadar pun terjatuh dan membasahi pipinya.
“Kenapa semuanya menjadi semakin rumit?” Lirih Gresha.
Follow :
__ADS_1
Ig : Rahayu_nrahma
Tiktok : Rahayunr30