
Sudah dua hari Gresha berada di Rumah Sakit dan selama itu pula tidak ada yang menjenguknya. Bahkan kedua orangtuanya tidak lagi mengunjungi Gresha setelah Ardiya memberitahu kalau Gresha sengaja meminum obat penggugur kandungan. Sedangkan itu Yumi dan Rafandra terus cemas mengkhawatirkan keadaan Gresha yang tidak bisa dihubungi sama sekali.
Bahkan hari ini Rafandra mengajak Yumi dan Raka untuk mengunjungi Gresha dirumahnya. Yumi hanya pasrah saat Rafandra terus mendesaknya ikut ke rumah Gresha. Sepanjang perjalanan Yumi terlihat sangat gelisah, meskipun terakhir bertemu dengan Gresha mereka berdua bertengkar karena kesalahpahaman, Yumi tetap khawatir jika kali ini Rafandra harus bertemu dengan Ardiya.
"Lo kenapa kayak nggak nyaman gitu sih Yum? " Tanya Raka tiba-tiba.
"Hah... nggak kok gue biasa aja! "
"Gue perhatiin lo selalu kayak gini tiap kita ajakin ke rumah Gresha! " Ujar Raka sambil menatap Yumi yang duduk dibelakang.
"Ah apaan sih lo, perasaan lo aja kali itu! "
"Gue harus bersikap biasa nih biar Raka nggak curiga mulu! " Batin Yumi.
Setelah beberapa saat perjalanan, Yumi, Raka dan Rafandra akhirnya sampai juga di rumah Gresha. Saat Raka dan Rafandra hendak turun dari mobil tiba-tiba Yumi menghentikan mereka.
"Tunggu... tunggu gue aja yang turun! " Ucap Yumi.
"Ya kita bertiga turun semua, emang lo aja yang mau ketemu sahabat lo itu? " Sahut Raka.
"Maksudnya tuh gue dulu yang turun, nanti kalau gue uda mastiin Gresha di rumah, baru kalian berdua turun! " Jelas Yumi dengan pasti.
"Emang kenapa harus gitu? " Tanya Rafandra.
"Ya karena kalian berdua harus tunggu disini biar kalau ada sesuatu yang mencurigakan di luar kalian bisa langsung tahu! " Ungkap Yumi.
"Ada bagusnya juga ide lo Yum! " Celetuk Rafandra.
"Ya kan benar ide gue bagus! " Ucap Yumi sambil tersenyum lebar.
Yumi akhirnya masuk sendiri ke rumah Gresha, ini sebenarnya adalah cara dia untuk melindungi rahasia Gresha.
Yumi kemudian mengetuk pintu rumah Gresha. Tak lama kemudian ada yang membukakan pintu tersebut. Dan benar saja Ardiya lah yang membuka pintu rumah itu.
"Yumi ada apa kesini? " Tanya Ardiya dengan mata yang terlihat sembab.
"Aku mau ketemu Gresha!" Ucap Yumi dengan tangan yang gemetaran.
"Gresha di Rumah Sakit! "
"Apa? Dia kenapa lagi? " Tanya Gresha panik.
__ADS_1
"Kamu pasti tahu kan dia kenapa, nggak usah pura-pura Yum! " Jelas Ardiya.
"Aku beneran nggak tau apa-apa, Gresha senenarnya kenapa? "
"Kamu tahu kan dia minum obat penggugur kandungan? " Ketus Ardiya.
"Gresha beneran minum obat itu? " Lirih Yumi dengan mata yang berkaca-kaca.
"Benerkan kamu emang tahu semua rencana busuk dia itu, kenapa kamu nggak larang dia Yum? Kenapa kamu ada dipihak orang yang salah, kenapa kamu ngebiarin Gresha jadi pembunuh? " Bentak Ardiya.
Bentakan Ardiya ternyata mampu membuat Yumi bergidik ngeri, badannya kini terasa sangat dingin dan bahkan kini tubuhnya gemetaran.
"Aku... Aku sama sekali nggak ngedukung Gresha, aku uda coba ngomong tapi Gresha malah marah, aku uda coba ngelarang dia! " Jawab Yumi gelapan.
"Pergi kamu sekarang dari sini! " Usir Ardiya.
"Tapi Gresha di Rumah Sakit mana, biarin aku jenguk dia! " Pinta Yumi.
"Buat apa kamu nengokin pembunuh itu, kamu sebaiknya tidak menyimpan perasaan iba lagi sama dia. Karena dia sudah sangat tega membunuh janin nggak berdosa itu! "
Ardiya kemudian masuk dan menutup rapat pintu rumahnya itu. Sedangkan Yumi masih mencoba untuk mengatur ritme nafasnya yang tak beraturan ini. Setelah dia mulai merasa tenang Yumi bergegas kembali ke mobil.
"Gresha... Gresha nggak ada, dia lagi ke rumah saudaranya, tadi gue cuma ketemu sama Asisten Rumah Tangganya aja! " Ucap Yumi mencoba meyakinkan.
"Lo serius? " Tanya Raka yang sedikit mencurigai gelagat Yumi.
"I... iya lah gue serius! " Jawab Yumi.
"Terus gue tadi kok kayak denger suara cowok nadanya kayak marah gitu sih! " Sahut Raka sambil menatap Yumi.
"Ah lo apaan sih salah denger pasti itu, di rumahnya Gresha cuma ada Bibi aja kok! " Ucap Yumi sedikit panik.
"Tapi gue dengernya tuh dari arah rumah Gresha, ini Rafandra juga denger! "
"Iya Yum gue juga denger kok! " Sahut Rafandra.
"Bisa aja kan dari rumah sebelah, tapi yang pasti Gresha nggak ada di rumah percuma kita kesini. Mending kita balik sekarang! " Ajak Yumi.
Akhirnya Rafandra dan Raka menuruti kemauan Yumi dan akhirnya mereka pulang. Tapi setelah mengantarkan Yumi pulang Raka dan Rafandra tidak langsung pulang melainkan mereka pergi ke cafe tempat mereka nongkrong biasa. Mereka berdua sebenarnya masih terus penasaran dengan apa yang tadi mereka dengar.
"Lo denger juga kan Raf? " Tanya Raka sambil mengambil kentang goreng yang telah tersedia di mejanya.
__ADS_1
"Iya gue denger, emang nggak begitu jelas sih. Tapi yang pasti gue denger tuh ada kata-kata Gresha dan ada juga kata pembunuh. Itu yang gue denger! " Ucap Rafandra.
"Sama Raf gue juga denger dua kata itu. Dan itu jelas banget kalau dari rumah Gresha! " Beo Raka dengan wajah penasaran.
"Tapi kenapa Yumi nggak bilang apa-apa sama kita? kenapa dia mencoba membohongi kita kayak gini? " Beo Rafandra.
"Yumi sepertinya ikut menutupi sesuatu tentang Gresha dari kita berdua Raf! "
"Anjing.... bisa gila gue lama-lama. Belum beres masalah teror sialan itu sekarang ada lagi masalah Gresha! " Ucap Rafandra sambil mengacak rambutnya.
"Apa menurut lo ini saling berkaitan ya Raf? Entah kenapa menurut gue tuh ini Gresha ada hubungannya sama teror ini! "
"Maksud lo Gresha yang neror gue? Gila lo ya ngapain dia neror pacarnya sendiri! "
"Bukan begitu juga maksudnya bego. Maksud gue tuh Gresha ada di lingkaran teror ini, entah dia ada hubungannya sama orang yang neror kita atau bisa jadi dia salah satu sasaran teror ini! "
...****************...
Hari ini Gresha sudah diperbolehkan untuk keluar dari Rumah Sakit, dan saat dia sedang bersiap-siap terdengar ada suara langkah kaki yang semakin dekat dengan dirinya.
"Gresha! " Panggil Yumi.
Gresha membalikan badannya dan menatap Yumi yang terlihat muram.
"Ngapain lo kesini? " Ketus Gresha.
"Gue mau jengukin lo Gres, gue khawatir sama keadaan lo! "
"Dari mana lo tahu gue di sini? "
"Gue kemarin ke rumah lo dan suami lo bilang kalau lo di rumah Sakit. Jadi gue cari lo di sini! "
"Gue uda mau balik lo mending pulang saja, gue uda sehat! " Ketus Gresha dengan wajah masam.
"Gue anterin pulang ya! "
"Ngapain sih lo Yum, lo mau nyoba buat ngebujuk gue biar gue bilang semua ini ke Rafandra kan? " Bentak Gresha.
"Denger ya Gres,kalau kemarin gue nggak ngehalangin Rafandra sama Raka mungkin sekarang semua rahasia lo uda kebongkar! " Bentak Yumi.
Yumi yang merasa kesal membalikan badannya dan bergegas keluar dari ruangan rawat Gresha. Sedangkan Gresha masih diam sambil menatap kepergian Yumi, dia nggak tahu apa maksud ucapan Yumi saat ini. Tapi mulutnya serasa kaku saat ingin memanggil nama sahabatnya itu.
__ADS_1