
Hanum menggandeng tangan Dom untuk pergi dari tempat itu sebelum Dom marah pada Clarisa.
"Ayo kita pulang Daddy",ajak Hanum.
Dom masih mencoba menolak dan bermaksud memastikan apakah Clarisa tadi kembali menghina Hanum seperti biasa atau tidak.
"Apa dia menyakitimu sayang?",tanya Dom lagi.
"Sudah kukatakan tidak Dom,kami hanya ngobrol sebagai sesama perempuan kau tidak perlu khawatirkan soal itu sekarang".
"Aku hanya tidak suka kalau ada yang mengatakan hal buruk tentangmu, sayang".
"Kalau masalah itu kamu jangan khawatir kalau ada yang berani berkata seperti itu aku pasti akan membalasnya,kau tau akukan Dom? ".
"Ya baiklah kali ini aku percaya padamu oh iya bagaimana dengan pemeriksaanmu tadi,sayang?",tanya Dom.
Mendengar itu Hanum langsung menatap Dom dengan wajah cemberut,"Kau tau aku sangat kecewa padamu hari ini Dom kau bilang tadi pagi akan mengantarku kedokter tapi kau malah tiba tiba membatalkan janjimu sendiri menyebalkan".
"Maaf sayang aku benar benar tidak bermaksud....".
"Apa kau pikir maaf saja cukup untuk menghapus kesalahanmu hari ini".
"Iya sayang aku tau aku salah tapi aku tidak bermaksud melewatkan pemeriksaan kandunganmu".
"Itu hanya alasanmu saja, aku rasa kau mulai berubah sekarang",ucap Hanum dengan berjalan cepat meninggalkan Dom menuju mobilnya dan langsung masuk kedalam tanpa menunggu Dom lebih dulu.
Dom mengikuti Hanum masuk kedalam mobil.
"Sayang dengarkan dulu penjelasanku sebentar".
"Tidak perlu,sebaiknya kau keluar saja sekarang dan kembali kekantormu sana tidak perlu memperdulikan kami",Ucap Hanum semakin kesal pada Dom.
"Maaf untuk tidak menemanimu melakukan pemeriksaan kali ini sayang,tapi aku melakukan ini demi kalian".
"Stop! ,jangan mengatakan alasan untuk kami Dom karena aku tidak percaya".
"Baiklah kalau kamu tidak percaya,ayo kita pulang saja jangan bertengkar disini!",jawab Dom ikut kesal,lalu mulai menghidupkan mesin mobil dan langsung melajukannya menuju rumah mereka.
Sepanjang jalan Hanum memilih diam dia kesal kalau ingat Dom tadi lebih mementingkan rapat dari pada mengantarnya kedokter.
Saat Dom mulai membelokkan mobilnya menuju jalan arah rumah baru mereka yang belum ditempati Hanum langsung mengerutkan keningnya bingung.
__ADS_1
"Kenapa kita pulang kesini, bukannya keApartemen Dom?',tanya Hanum.
"Mulai sekarang kita akan tinggal disini",jawab Dom.
"Tapi barang barangku, aku belum membawa apapun kesini? ".
"Aku sudah memindahkan semuanya tadi",jawab Dom yang membuat Hanum terkejut.
"Apa!,kapan!",ucap Hanum terkejut.
"Tadi sewaktu kau pergi kedokter kandungan aku sengaja memindahkan semua barangmu kesini bermaksud memberikan kejutan ini saat kau kembali dari rumah sakit sayang",ucapnya dengan menatap kearah Hanum yang terdiam mendengar ucapan Dom.
"Apa kau berbohong saat bilang sedang rapat tadi? ",tanya Hanum.
"Iya, maaf soal itu sayang",jawab Dom tetap merasa bersalah pada Hanum.
"Tapi....",Hanum tidak tau bagaimana mengatakannya dia masih lesal karena Dom sudah melanggar janji padanya tapi juga tidak tega karena Dom sudah berusaha memberinya kejutan saat ini.
Dom menghentikan mobilnya dihalaman rumah mereka lalu menghadap Hanum dan mulai bicara.
"Sayang maaf untuk hari ini jujur saja aku sangat merasa bersalah pada kalian karena sudah melewatkan hal penting hanya untuk memberikan kejutan tidak berarti ini,saat aku sadar kau pasti sangat kecewa padaku,lalu aku bergegas menghubungi dokter Moris bertanya apakah kau sudah selesai melakukan pemeriksaannya,saat dia bilang kamu sudah selesai dan tadi bilang akan melihat bayi Clarisa aku semakin khawatir lalu aku bergegas pergi kerumah sakit dan semua pekerjaan disini kuserahkan pada Lucas".
"Kau benar tapi aku tetap merasa tidak tenang sayang".
"Lalu apa kau bertemu dengan dokter Moris tadi saat dirumah sakit? ",tanya Hanum.
Dom menggeleng dan ekspresinya berubah menjadi khawatir.
"Apa kondisi kandunganmu baik baik saja sayang?",tanyanya pada Hanum.
"Hemm, aku dan kedua calon bayi kita baik baik saja sekarang''.
Dom langsung terdiam mendengar itu membuat Hanum heran.
"Apa ada masalah? ",tanya Hanum.
"Apa maksudmu dengan dua calon bayi kita sayang ?",tanyanya dengan menatap kearah Hanum.
Mendengar itu Hanum mengambil foto USG dari rumah sakit tadi.
"Lihatlah",ucapnya dengan memberikan foto itu pada Dom.
__ADS_1
Dom mengambilnya dari tangan Hanum dan mengamati gambar itu dengan teliti.
"Apa ini anak kita?",tanyanya dengan menyentuh titik kecil dalam foto USG itu.
"Iya ini mereka jawab Hanum dengan ikut menunjuk kedua titik kecil itu.
Dom memandang wajah Hanum,lalu berpindah keperut Hanum yang masih belum terlihat seolah tidak percaya.
"Kenapa Dom? ",tanya Hanum karena melihat ekspresi yang seolah tidak percaya yang ditunjukan Dom.
Dom menggeleng,"Aku masih tidak percaya sayang didalam perut ratamu itu terdapat dua calon bayi kita yang akan tumbuh membesar nantinya",ucapnya dengan menyentuh lembut perut Hanum.
"Maksudmu kau tidak percaya aku hamil bayi kembar sekarang",ucap Hanum kembali meradang.
Dom mengalihkan tangannya kewajah Hanum.
"Aku percaya tapi kau tau ini sangat luar biasa bagiku Tuhan telah memberiku kebahagiaan yang tiada habisnya dalam beberapa waktu ini bersamamu ditambah dengan kehamilan kembarmu ini, aku benar benar sangat bahagia sayang,maaf aku sudah mengecewakan kalian tadi tapi aku berjanji mulai sekarang aku akan berusaha menjadi suami dan ayah yang baik bagimu dan anak anak kita nanti",ucapnya dengan mengecup puncak kepala Hanum membuat Hanum merasa sangat terharu saat ini.
"Aku juga Dom aku kan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik bagi mereka nanti dan kuharap keluarga kita bisa selalu bahagia seperti sekarang".
Dom mengangguk,"Ayo masuk",ajaknya pada Hanum.
Hanum turun dari mobil dan masuk kedalam rumah.
"Jadi mulai sekarang kita akan tinggal disini, Dom",ucapnya.
"Iya, karena lokasi rumah ini lebih jauh dari pada Apartemen jadi aku ingin kau pergi dengan supir mulai sekarang,agar kau tidak terlalu lelah setelah bekerja".
"Tidak masalah,tapi apa kau sudah mencarikan supir untukku?",tanya Hanum dengan bersandar dibahu Dom.
"Sudah sayang aku sudah menyuruh supirmu yang dulu untuk kembali bekerja padamu, juga pembantumu diApartemen aku suruh untuk membantu pekerjaan dirumah kita ini".
"Sepertinya kau sudah menyiapkan semuanya untuk kami Dom,terimakasih banyak",jawab Hanum dengan mulai memejamkan matanya karena merasa lelah.
"Apa kau ingin tidur sebentar sebelum waktu makan malam sayang",saran Dom.
"Hemm,iya tapi aku terlalu lelah untuk pergi kekamar sekarang",rengek Hanum manja.
"Baiklah untuk menebus kesalahanku tadi aku akan membawamu kekamar sekarang",ucap Dom dengan langsung mengangkat tubuh Hanum menuju kamar mereka yang berada dilantai dua rumah itu.
Mendengar itu Hanum tersenyum senang dan langsung mengalungkan tangannya keleher Dom sebagai tumpuan.
__ADS_1