
Hanum menatap kearah Dom.
"Siapa nama mereka?", tanya Hanum
"Bagaimana kalau Baby King dan Baby Quena,apa kamu tidak suka dengan nama itu sayang? '',tanya Dom.
Hanum menggeleng",Itu bagus aku suka Daddy ",jawab Hanum dengan kembali memeluk Dom.
" Syukurlah tapi Sebaiknya sekarang kamu istirahat saja supaya kondisimu segera pulih",ucap Dom dengan kembali membelai lembut punggung Hanum.
"Ya.. tapi sebelum istirahat bolehkah aku memeluk Baby King sebentar meski sebenarnya aku juga ingin memeluk kedua Baby kita tapi karena Quena sedang dirawat jadi bagaimana kalau Baby King saja",pinta Hanum dengan ekspresi memohon menatap Dom,karena dari melahirkan mereka Hanum sama sekali belum melihat wajah bayi mereka.
"Baiklah, tapi hanya sebentar oke setelah itu kamu harus menyerahkan Baby King dalam pengasuhan perawat, nanti setelah kondisimu stabil baru kamu boleh sering bersamanya",ucap Dom dengan membelai kepala Hanum.
Hanum mengangguk,"Iya aku hanya ingin memeluknya dan mencoba memberikan asi padanya",terang Hanum.
"Apa kamu sudah bisa melakukannya sayang bagaimana kalau nanti lukamu sakit",ucap Dom khawatir.
"Jangan khawatir Dom aku tidak selemah itu, setiap perempuan saat melahirkan itu pasti merasa sakit itu hal yang lumrah dialami setiap perempuan tapi kamu tau Dom rasa sakit itu tidak sebanding dengan rasa bahagia karena sudah menjadi seorang ibu bagi anak mereka",jawab Hanum.
"Baiklah akan kusuruh perawat mengantar Baby King kemari",ucap Dom dengan memerintahkan perawat yang ditugaskan menjaga Hanum untuk Membawa Baby King kekamar itu.
Tidak sampai sepuluh menit perawat itu sudah kembali dengan membawa Baby King dalam gendongannya.
"Ini bayi anda nyonya Hanum",ucap sang perawat dengan menyerahkan Baby King kedalam pangkuan Hanum.
"Ya Tuhan Dom, lihatlah anak kita tampan sekali bukan", ucap Hanum dengan menyentuh wajah mungil Bayinya yang saat ini sedang tertidur itu lalu mencium wajah merahnya itu dengan penuh cinta.
__ADS_1
Dom ikut menyentuh Bayi lakilakinya itu dengan perasaan sangat terharu dan sedih saat teringat putri kecilnya yang sekarang sedang menghilang entah kemana.
"Iya sayang dia sangat tampan tapi kurasa wajahnya cenderung mirip dirimu",ucap Dom dengan menatap Hanum.
"Benarkah tapi kurasa dia lebih mirip dirimu Dom" ucap Hanum dengan menatap kearah Dom lalu beralih lagi menatap Baby King yang mulai menggeliat karena merasa tidurnya terganggu.
"Tidak sayang,lihatlah rambutnya juga wajahnya semua berasal dari dirimu aku dan dia hanya sama dibagian bawah saja",Jawab Dom yang membuat Hanum langsung melotot karena Dom bicara terlalu blak blakkan.
"Lalu kalau Quena mirip siapa?",tanya Hanum yang membuat Dom langsung bingung untuk menjawabnya.
"Ku.. kurasa juga mirip kamu sayang",jawabnya sedikit gugup karena harus berbohong pada Hanum saat itu.
Tapi untung saja Hanum tidak terlalu menyadari kegugupan suara Dom, karena disaat bersamaan Baby King tiba tiba menangis yang membuat Hanum dengan cepat mencoba mendiamkannya.
"Mungkin dia haus berikan dulu pada perawat agar segera diberi susu formula sayang",perintah Dom
Hanum tidak menanggapi ucapan Dom , dia malah melepas kancing baju Rumahsakitnya bermaksud memberi Baby King Asinya meski dengan sedikit kerepotan karena ini yang pertama baginya.
"Tentu saja memberinya Asi Dom kamu pikir aku ingin melakukan apa?",gumam Hanum dengan masih sangat kerepotan karena ternyata Baby King belum bisa menghisap putingnya seperti yang dilihatnya divideo.
Dom hanya menggeleng lalu menyuruh suster membantu Hanum untuk mencoba memberi Asi pada Baby King tapi ternyata Asi Hanum belum bisa keluar dan itu membuat Baby King semakin marah dengan mulai menangis keras membuat Hanum terpaksa memberikan Baby King pada suster lagi.
"Sebaiknya malam ini biarkan bayi anda minum susu formula dulu sambil menunggu Asi anda bisa keluar nyonya ",ucap sang suster pada Hanum.
Meski kecewa karena tidak berhasil menyusui Baby King tapi Hanum tidak membantah saran sang suster saat itu.
Karena Baby King tidak mau diam dengan terpaksa Hanum mengangguk saat Dom menyuruh perawat untuk membawa baby King keruangan bayi lagi.
__ADS_1
"Kenapa Asiku bisa tidak keluar Dom,bukankah seharusnya setelah melahirkan Asinya lagsung bisa keluar kasihan mereka berdua kalau harus terus minum susu formula",gumam Hanum.
"Mungkin karena ini yang pertama jadi sedikit sulit keluar sayang tapi jangan khawatir nanti pelan pelan aku akan membantu merangsang Asimu supaya bisa keluar dan mereka bisa menikmati Asi milikmu",ucap Dom dengan membantu Hanum merapikan kembali bajunya.
"Kamu bisa Dom? ",tanya Hanum terlihat senang mendengar itu.
"Iya...tapi sebaiknya terapinya kita lakukan mulai besok saja ya",jawab Dom dengan membetulkan selimut Hanum dan menyuruhnya untuk memejamkan matanya.
"Terapi seperti apa yang bisa cepat merangsang keluarnya Asi Dom?",tanya Hanum lagi masih penasaran dan merasa tidak sabar untuk segera bisa memberikan Asi ekslusif pada kedua buah hati mereka.
"Kenapa? ",tanya Dom dengan menaikkan sebelah alisnya kearah Hanum.
"Aku hanya tidak sabar untuk bisa segera memberi mereka berdua Asi ekslusif",terang Hanum.
"Bukan terapi yang menyakitkan jadi jangan khawatir, tapi itu sudah terbukti banyak berhasil selain dibantu oleh makanan bergizi pendukung kelancaran Asi dan dokter juga menganjurkannya terapi ini",jawab Dom masih mencoba merahasiakannya.
"Benarkah kalau begitu bagaimana kalau kita mulai malam ini saja terapinya siapa tau itu langsung berhasil",ucap Hanum bersemangat.
"Sayang.... besok saja ya.. sekarang aku belum siap".
"Sekarang saja... ayolah Dom aku tidak papa nyeri karena operasi masih bisa aku tahan asal bisa segera menjadi ibu sebenarnya bagi mereka",paksa Hanum membuat Dom seperti mati kutu karena menyarankan hal itu pada Hanum yang memang keras kepala kalau punya keinginan.
"Emm... sebentar saja oke karena aku tidak yakin apakah ini akan langsung berhasil",jawab Dom yang langsung dijawab anggukan oleh Hanum.
"Baiklah sini aku bantu membuka bajumu agar aku bisa membantu merangsang Asimu supaya bisa keluar".
Dom membantu Hanum melepas kancing depan bajunya lalu mulai menyentuh dada Hanum yang sekarang lebih berisi karena baru melahirkan dan mulai meremas pelan dada itu dengan berusaha menahan gairahnya.
__ADS_1
"Oh...aku juga pernah membacanya Dom bahwa Asi bisa cepat keluar kalau sisuami melakukan rangsangan kepayudara istri dengan memijat dan juga menghisapnya",Jawab Hanum yang membantu Dom untuk memijid pelan *********** berpikir supaya Asinya akan cepat keluar dengan cara itu.
ππ.