Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
125.Kesepakatan dua Musuh.


__ADS_3

Dom menyandarkan kepalanya disofa dengan menghela nafas keras berkali kali membuat Lucas yang masuk keruangannya merasa sedikit khawatir.


"Dom apa kau baik baik saja sekarang?".


Dom mengangkat wajahnya beralih menatap Lucas.


"Ya kenapa?".


Lucas menggeleng,"Apa kau serius akan melepaskan Arya kalau dia membawa Calista kemari besok? ".


"Tidak",jawab Dom singkat.


"Tapi baru saja kau bilang padanya... ".


"Apa kau pikir aku akan melepaskannya setelah semua yang dilakukannya pada Hanum selama ini".


"Jadi apa yang akan kau lakukan? ".


"Ikuti dia",ucap Dom membuat Lucas bingung.


"Untuk apa kita mengikutinya? ".


Kali ini Dom menghela nafas dengan menyandarkan kembali tubuhnya kesofa sambil menatap kearah Lucas.


"Untuk tau dimana persembunyian Edward sebenarnya".


"Tapi kita tidak punya hubungan dengan Edward Dom jadi... ".


"Apa kau yakin Edward akan semudah itu melepas mangsanya untuk diberikan padaku?".


Lucas menggeleng,"Jadi kau khawatir Arya tidak berhasil membawa Calista kemari?".


Kali ini Dom menggeleng,"Aku tidak perduli soal itu aku hanya tidak ingin kecolongan lagi seperti kali ini".


"Maksudmu?".


"Temukan Edward dengan perantara Arya kemudian habisi dia dengan bersih tanpa jejak,agar dia tidak menjadi duri dalam daging bagi kehidupanku kelak".


"Maksudmu kau khawatir Edward akan balas dendam padamu kalau Arya berhasil membawa Calista padamu".


"Itu sudah pasti karena tidak mungkin Arya mau memberikan Calista padaku dengan semudah itu tanpa mengatakan pada Edward bahwa aku mengancamnya".


"Aku paham sekarang,jadi apa kau ingin orang orangmu yang langsung menghabisinya atau kau ingin melihatnya secara langsung".


"Biar aku bertemu dengannya untuk terakhir kali sebelum dewa kematian menjemputnya".

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Arya apa kau akan meneruskan membuatnya bangkrut atau menundanya dulu".


"Hentikan sebentar supaya dia merasa aku serius ingin melepaskannya,tapi hancurkan dia dengan lebih lembut agar dia tidak merasa bahwa kehancurannya sudah datang".


"Baiklah aku akan menyuruh orang orang kita untuk segera bergerak sekarang.Aku akan mengabarimu kalau kami sudah menemukan tempat persembunyian iblis itu".


"Hemmm",jawab Dom dengan bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangan kantornya.


"Apa kau ingin kembali kerumah sakit sekarang?",tanya Lucas dengan mengikuti langkah Dom keluar dari dalam ruangan kantor itu.


"Ya, segera bergerak sekarang,jangan ditunda lagi",perintah Dom dengan masuk kedalam mobilnya yang dijawab Lucas dengan anggukan dan segera menghubungi orang orangnya.


****


Dikantor Arya**


Arya sedang mengobati lukanya dengan menyumpah kesal mengingat apa yang diperintahkan Dom padanya.


"Dasar brengsek, berani beraninya dia memerintahkan aku untuk menuruti perintahnya kalau tidak karena sekarang aku sedang kehabisan dana tidak mungkin aku menemuinya tadi dan perempuan sialan itu, kenapa dia selalu membuat masalah dalam hidupku,seolah bertemu dengannya itu merupakan karma buruk",gerutunya dengan mengangkat telpon dan menghubungi seseorang.


"Sambungkan aku dengan tuan Edward sekarang,"pinta Arya pada si penerima telepon yang sepertinya orang kepercayaan Edward.


"Tuan Edward sekarang sedang tidak bisa diganggu beliau sedang berolah raga dikolam renang dengan nona Emily".


"Katakan dari aku ini penting!",perintah Arya mulai marah karena anak buah Edward berani menolaknya.


Arya terdiam karea orang kepercayaan Edward itu menspeaker panggilan mereka agar Arya bisa mendengar apa yang dilakukan Edward dan Calista.


"Ampun tuan...sakit aku sudah tidak tahan kalau tuan bermain kasar seperti ini...."Rintih Calista ditelpon.


"Belum... sebentar lagi karena milikku belum keluar,kau harus membuat aku puas kali ini kalau kau ingin bisa makan dan tidur dengan tenang malam ini!!,"terdengar bentakan keras Edward pada Calista yang disertai bunyi pecutan cambuk keras berkali kali dan suara teriakan Calista setiap kali suara cambuk itu terdengar.


"Sedang dimana sekarang tuan Edward bersenang senang dengan Emily",tanya Arya bertanya pada orang kepercayaan Edward itu.


"Tuan Edward sedang berada dibenteng apa anda akan menemuinya disini".


"Ya ada hal penting yang ingin kubicarakan dengannya katakan kalau tuan Edward sudah selesai bermain tolong berikan istirahat pada Emily malam ini jangan sampai dia membuat Emily meninggal sekarang"


"Akan saya katakan pada beliau".


"Aku akan menemui tuan Edward malam ini".


"Baik".


Setelah mengatakan itu Arya bergegas keluar dari kantornya untuk pergi menemui Edward. Dia harus segera membawa Emily pergi dari samping Edward untuk menemui Dom sebelum Emily mati ditangan Edward karena siksaannya.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan panjang berjam jam lamanya akhirnya Arya sampai ditempat rahasia Edward yang disebut benteng itu.


Sampai disana Arya langsung masuk kedalam bangunan berbentuk benteng zaman kuno itu dan diantar oleh anak buah Edward untuk menemui Edward yang sedang berada diruang tengah bangunan itu.


Arya berjalan menghampiri Edward yang duduk menunggunya dengan tersenyum ramah.


"Tuan Arya senang anda datang ketempat saya sekarang",sapanya dengan tersenyum ramah pada Arya.


"Ada yang ingin saya bicarakan dengan anda tuan Edward".


"Tentang apa,apa itu sesuatu yang penting?",tanyanya.


"Iya saya ingin membawa Emily bersama saya sekarang".


Edward langsung mengerutkan keningnya tidak senang mendengar itu,"untuk apa?",tanyanya dengan ekspresi berubah.


"Dominic Alexander menginginkanya sekarang jadi tolong ijinkan aku meminjamnya sebentar sampai aku berhasil menghancurkannya, nanti aku akan mengembalikannya lagi pada anda".


"Aku tidak mau kalau meminjamkannya dengan cuma cuma seperti itu tanpa ada bunganya".


"Maksud anda apa tuan Edward? ",tanya Arya mencoba bersabar menghadapi pria menjijikkan ini.


"Aku sudah tidak tertarik dengan Emily sekarang tapi aku tidak akan memberikannya cuma cuma pada anda tuan Arya, apalagi ini untuk melawan sibrengsek Dominic itu".


"Lalu apa lagi yang anda inginkan tuan Edward kalau masalah uang sudah pasti akan aku berikan kalau kita berhasil menghancurkan sibrengsek ini jadi apa lagi yang anda mau".


"Istri Dominic".


Arya terkejut mendengar itu,'Dasar iblis',makinya dalam hati.


"Maksud anda... ".


"Ya Hanum,aku mau Hanum yang menggantikan Emily disini".


"Ta.. tapi Hanum sedang koma dan selain itu dia juga sedang hamil sekarang bagaimana bisa anda... ".


"Tidak masalah aku belum pernah bersama perempuan Koma yang sedang hamil,itu merupakan pengalaman baru bagiku dan aku ingin mencoba,bagaimana rasanya".


"Glek",kali ini jujur saja Arya merasa sangat jijik menatap pria tua didepannya ini andai dia bisa ingin rasanya dia membunuh pria mengerikan ini sekarang dengan meletuskan isi kepalannya yang hanya berisi pikiran kotor tentang bagaimana cara menyiksa perempuan.


"Bagaimana apa kau sanggup?",tanya Edward dengan tersenyum iblisnya.


Arya menarik nafas terlebih dahulu sebelum menjawab permintaan gila itu.


"Baiklah tapi itu butuh waktu sedikit lama".

__ADS_1


"Tidak masalah,sekarang kau boleh mengambil perempuan itu digudang".


__ADS_2