Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
154.Jujur Pada Hanum


__ADS_3

Hanum terdiam mendengar apa yang dikatakan Dom padanya tidak tau apa yang harus dikatakannya untuk menjawab pertanyaan itu.


Dom dapat melihat kebimbangan diwajah istrinya itu dan dia mengerti apa sebabnya.


"Sudahlah jangan dipikirkan lagi soal itu",ucap Dom dengan menarik Hanum kedalam pelukannya.


"Tapi tidak bisa Dom,itu tetap membuatku berpikir",jawab Hanum.


"Sebenarnya masalah inti yang ingin kubicarakan bukan tentang mengasuh anak Clarisa sayang tapi tentang keberadaan bayi itu sekarang".


"Maksudmu,apa Dom? ",tanya Hanum merasa ini juga bukan sesuatu yang baik yang akan Dom bicarakan dengannya.


"Bayi Clarisa sekarang berada ditangan Arya".


"Bukannya itu tidak masalah karena dia adalah ayahnya dan kurasa itu lebih baik mengingat kondisi Clarisa yang sekarang katamu sedang sakit parah".


Dom dapat mendengar nada lega dari Hanum saat mendengar anak Clarisa bersama Arya yang dapat Dom simpulkan bahwa Hanum merasa keberatan untuk memelihara anak Clarisa nantinya.


"Itu memang benar tapi itu juga masalahnya".


"Dom stop!, sekarang katakan sebenarnya apa yang ingin kamu sampaikan padaku kenapa dari tadi kamu bicara berputar putar tidak jelas seperti itu",ucap Hanum mulai kesal dengan Dom yang sepertinya sengaja menunda memberitaunya masalah sebenarnya yang ingin disampaikannya itu.


"Baiklah dengarkan ceritaku sekarang sayang",ucap Dom dengan mulai menceritakan semua yang terjadi dari sejak bayi mereka akan diculik Arya sampai akhirnya Clarisa malah menggantikan bayinya sendiri untuk diserahkan kepada Arya dan tentang kenyataan bahwa Arya tidak atau kalau bayi yang ditangannya itu adalah bayinya dan bukan anak Dom dan Hanum.


Hanum menutup mulutnya terkejut mendengar apa yang diceritakan Dom itu.


"D... Dom apa itu artinya bayi Clarisa sekarang dalam bahaya karena berada ditangan Arya?",tanyanya khawatir.


"Iya sayang dan aku merasa sedikit bersalah pada bayi itu karena dia harus menggantikan posisi anak kita meski sebenarnya aku lega karena ternyata anak kita sekarang baik baik saja".


"Lalu kemana Arya membawa bayi itu sekarang?",tanya Hanum ikut cemas bercampur lega seperti kata Dom.


"Lucas akan segera menemukan tempat persembunyian Arya dan Calista sayang".


"Calista?",ucap Hanum sedikit terkejut karena ternyata Arya punya banyak perempuan lain disisinya.


"Iya.. tapi kondisi Calista sekarang juga tidak baik sayang",terang Dom.


"Maksudmu? ",tanya Hanum tidak mengerti.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Hanum dengan terpaksa Dom menceritakan juga tentang Calista pada Hanum dari mulai setelah dia dan Calista bercerai sampai akhirnya calista menjadi gila seperti sekarang.


Tapi tentu saja Dom tidak menceritakan bagian saat dia menghabisi Edward saat itu pada Hanum karena itu adalah bagian yang hanya akan disimpannya sendiri sampai kapanpun.


Hanum menghela nafas keras setelah Dom selesai bercerita.


"Jangan bilang kamu juga akan menyelamatkan Calista Dom,"ucap Hanum dengan memasang wajah cemberut,karena bagaimanapun Hanum sadar Calista itu mantan istri Dom jadi wajar kalau dia punya rasa tidak suka itu.


Dom memeluk Hanum erat sebelum. menjawab ucapannya itu.


"Apa kamu masih meragukan perasaanku padamu sayang?",tanya Dom balik.


Yang dijawab Hanum dengan gelengan.


"Lalu...? ".


"Aku hanya cemburu karena bagaiamanpun Calista itu mantan istrimu Dom kalian pernah menghabiskan waktu bersama dan sekarang Calista sedang sakit aku takut kalau kamu merasa iba padanya".


"aku memang mungkin iba padanya tapi aku tidak mungkin akan bisa memaafkannya sayang setelah apa yang telah dia lakukan padamu".


"Jadi...".


Kali ini Hanum menggeleng,"Kurasa kamu memang harus melakukan itu Dom bagaimana pun bayi itu tidak bersalah yang menyakiti kita bukan dia jadi kita tidak berhak mengorbankan dia meski demi anak kita".


Dom memeluk Hanum lalu mengecup puncak kepalanya dengan penuh cinta.


"Itulah salah satu sifatmu yang membuatku sangat mencintaimu sayang",ucap Dom yang membuat Hanum langsung menoleh kearah Dom.


"Maksudmu Dom? ",tanya Hanum tidak mengerti.


Dom menggeleng,"Tidak ada,sekarang sebaiknya ayo kita tidur sayang karena besok aku akan sibuk.",ucap Dom dengan menarik Hanum kedalam pelukannya dan bermaksud mengajaknya tidur sekarang.


Kali ini Hanum mengangguk dan menelusupkan kepalanya kedada Dom dan mulai memejamkan matanya untuk tidur.


***


Paginya Dom sudah siap untuk pergi.


"Baik baiklah sementara aku pergi sayang",ucap Dom dengan mencium puncak kepala Hanum lalu mulai berpamitan pada bayi kembarnya yang tadi sudah diantar perawat kekamar mereka.

__ADS_1


Hanum mengangguk,"Hati hati Dom karena Arya itu sangat licik",ucap Hanum sedikit khawatir dengan keselamatan Dom yang akan pergi. menemui Arya untuk mengambil bayi Clarisa.


"Jangan khawatir tentang aku sayang,aku pasti akan kembali dengan selamat kesampingmu".


"Tapi aku tetap khawatir Dom",ucap Hanum dengan wajah cemas.


"Itulah kenapa aku berat untuk mengatakan masalah ini tadi malam padamu karena aku tau kamu pasti akan cemas seperti ini",ucap Dom dengan memeluk Hanum lagi dan mencoba menenangkannya.


"Tentu saja aku cemas Dom karena kamu adalah suamiku dan yang pasti aku tidak bisa hidup tanpamu Dom" ,ucap Hanum dengan membalas pelukan Dom erat.


"Aku pasti akan kembali dengan selamat sayang",ucap Dom dengan menepuk lembut bahu Hanum untuk memberinya keyakinan.


Meski berat akhirnya Hanum melepaskan pelukannya setelah mendengar ponsel Dom berbunyi.


"Lucas sudah menghubungiku",ucap Dom dengan melepaskan pelukan Hanum dan sekali lagi mengecup puncak kepala Hanum untuk berpamitan yang dibalas Hanum dengan anggukan singkat sebelum Dom berjalan keluar ruangan sambil menjawab telepon Lucas.


Didepan pintu dia sempat berpapasan dengan Wendy lalu Dom menghentikan dulu bicaranya dengan Lucas dan berbicara sebentar dengan Wendy.


"Temanilah Hanum sampai aku kembali",ucap Dom yang dibalas anggukan oleh Wendy lalu masuk kedalam ruangan Hanum.


Di dalam ruangan Wendy menyapa sikembar setelah itu baru menghampiri Hanum yang terlihat sedikit sedih membuat Wendy langsung khawatir.


"Apa ada masalah Hanum?",tanya Wendy khawatir.


Hanum menghela nafas keras sebelum menjawab pertanyaan Wendy.


"Aku khawatir pada Dom",ucap Hanum pelan.


"Dom?!,bukannya dia tidak papa aku baru saja berpapasan dengannya didepan pintu tadi sebelum masuk,lalu apa masalahnya".


"Dia akan pergi menemui Arya hari ini",ucap Hanum semakin khawatir.


"Menemui Arya?,untuk apa?!"tanya Wendy mulai kesal saat mendengar nama pria brengsek itu yang sudah menyakiti Hanum sampai sempat koma waktu itu.


"Untuk menyelamatkan anak Clarisa yang berada ditangan Arya",jawab Hanum dengan menghela nafas berat.


Mendengar apa yang dikatakan Hanum kali ini Wendy ikut menarik nafas seperti Hanum.


"Kurasa sepertinya kalian harus menyelesaikan masalah ini baru bisa bahagia",gumam Wendy yang di jawab anggukan oleh Hanum.

__ADS_1


__ADS_2