Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
47.Rahasia Kita.


__ADS_3

Arya menarik Calista untuk duduk ditepi ranjang bersamanya.


Dia menatap Calista dari atas sampai kebawah dan kembali merasa bersalah karena telah memaksa perempuan didepannya ini untuk melayaninya semalam.


"Maafkan aku",ucap Arya merasa bersalah.


"Sudahlah Arya itu sudah terjadi dan tidak bisa dibatalkan lagi".


"Tapi aku tidak seharusnya melakukan itu padamu,dan lagi...", Arya melihat banyak tanda merah dileher dan dada Calista yang hanya tertutup separo oleh selimut dan dia tau itu pasti tanda yang sudah dibuatnya semalam saat mabuk.


"Jangan terlalu dipikirkan kita berdua sama sama dewasa, anggap saja semuanya tidak pernah terjadi,mari kita lupakan kejadian tadi malam dan setelah ini kita harus bersikap biasa didepan pasangan kita masing masing,jangan sampai pasangan kita tau bahwa kita pernah menghabiskan malam bersama,bagaimana?".


Arya diam mendengar itu,benar apa yang dikatakan Calista jangan sampai Dom dan Clarisa tau bahwa mereka pernah tidur bersama,batin Arya.


"Iya kamu benar,tapi apa kamu tidak papa kalau kita seperti itu,bagaimana kalau kamu hamil bukankah tadi malam aku tidak memakai pengaman saat melakukannya".


"Itu tidak mungkin kamu pikir aku tidak memakai alat kontrasepsi selama ini,kalau aku tidak menggunakan apa apa aku pasti sudah lama mengandung anak Dom".


Mendengar itu Arya merasa tenang.


Sebenarnya Calista bukan memakai alat kontrasepsi, tapi tadi malam setelah percintaan panasnya dengan Arya Calista segera meminum kontrasepsi darurat yang selalu tersedia didalam tas miliknya sebagai persiapan kalau sewaktu waktu dia ingin bercinta tanpa memakai pengaman dengan pasangan kencannya.


"Jadi apa tadi malam aku menyakitimu?",tanya Arya khawatir dia terlalu kasar karena melihat baju dan ****** ***** Calista yang sampai terkoyak tidak berbentuk lagi.


"Emmm...itu...iya kamu memang sedikit tidak sabar untuk melakukan percintaan denganku tadi malam,apa kamu sedang bermasalah dengan Clarisa?",tanya Calista.


Arya diam mendengar pertanyaan Calista "sebenarnya bukan bermasalah aku hanya merasa sikap Clarisa akhir akhir ini sangat egois,apa mungkin itu karena efek dari kehamilannya yang sudah semakin besar".


"Mungkin saja tapi sifat Clarisa memang sedikit keras dan egois dari dulu".


"Benarkah?".


Calista mengangguk.


"Kalian berdua memang sepertinya sangat berbeda".

__ADS_1


"Tentu berbeda kami hanya saudara tiri".


"Maksudmu?",tanya Arya penasaran.


"Ibu kami berbeda ayah kami punya dua istri dan dari kedua istri ayah itu, lahir kami berdua diwaktu yang tidak jauh berbeda,karena itu kadang orang mengira kami kembar padahal bukan".


Arya mengangguk mendengar itu.


"Apa ini Apartemen rahasiamu?",tanya Calista.


Arya mengangguk"tolong jangan katakan tempat ini pada Clarisa, karena ini tempat dimana aku ingin menenangkan diri".


Calista mengangguk,"Aku tidak mungkin mengatakannya,baiklah aku akan meminjam kamar mandimu dulu setelah itu baru pulang".


"Bagaimana dengan pakaianmu?",tanya Arya.


"Itu...",Calista diam dia juga sebenarnya bingung bagaimana caranya pulang karena baju yang dipakainya tadi malam sudah dirobek Arya.


"Biarkan aku menyuruh Asistenku kali ini untuk membelikanmu baju dan mengantar kesini".


"Tapi Arya...".


"Baiklah,sekarang sebaiknya aku mandi dulu sambil menunggu bajuku datang.


Arya mengangguk.


Calista bermaksud berdiri dari ranjang tapi karena kurang hati hati dia hampir jatuh tersandung selimut yang dipakainya menutupi tubuh polosnya,secara reflek Arya langsung menangkap tubuh Calista dan itu membuat selimut yang menutupi tubuh Calista lepas dari genggaman Calista hingga menampakan tubuh indahnya yang saat itu tidak memakai apa apa.


Arya yang melihat tubuh Calista tanpa penutup apa apa itu langsung menelan ludahnya yang terasa kelat ditenggorokan.


"Maaf", kata Calista dan bermaksud mengambil lagi selimut yang terjatuh dilantai untuk dipakainya sebagai penutup tubuhnya dihadapan Arya.


Tapi gerakannya langsung dicegah oleh Arya yang menarik tubuh polos Calista kedalam pelukannya dan sebelum Calista sempat bersuara Arya sudah mencium bibir Calista dengan penuh gairah.


Melihat Arya menciumnya seperti itu Calista segera membalas dengan sama panasnya dan akhirnya apa yang terjadi tadi malam diantara mereka berdua terulang kembali.

__ADS_1


Kalau tadi malam Arya melakukannya karena pengaruh alkohol dan karena sedang sedih mengingat Hanum, tapi siang ini dia melakukannya dengan sadar dan karena tidak tahan melihat keindahan tubuh Calista yang tidak kalah dengan milik Hanum,karena mereka sama sama model terkenal.


Bedanya Hanum lebih dingin, kalau diajak bercinta dengan Arya dia memilih pasif membuat Arya yang tidak sabar langsung memaksakan keinginannya dengan sedikit kasar dan itu alasan yang membuat Hanum selalu menghindar kalau diajak bercinta dulu.


Sementara Clarisa dia memang dapat mengimbangi Arya seperti apapun Arya meminta gaya untuk bercinta dia selalu setuju,tapi karena sekarang dia sedang hamil besar jadi Arya tidak bisa lagi terlalu sering mengajaknya bercinta.


Karena itu akhir akhir ini Arya sering teringat pada Hanum,apalagi saat melihat Hanum berpose sebagai model majalah dewasa dengan pakaian pakaian minim dikamera, membuat gairahnya selalu bangkit dan kenangan tentang dulu kembali terbayang dipikirannya, bahkan kadang itu bisa menjadi fantasinya saat ingin bercinta tapi Clarisa tidak bisa memuaskannya.


Dan sekarang dikamar Apartemen itu hanya terdengar eranganan dan rintihan rintihan keni*matan yang sedang mereka berdua reguk.


Mereka baru berhenti setelah melewati lebih dari tiga ronde sesi percintaan panas dengan berbagai gaya.


Arya terbaring telentang dengan nafas yang masih terengah engah akibat sisa pegumulan panas mereka begitupun dengan Calista dia bahkan hampir tidak dapat bergerak lagi setelah digempur berkali kali oleh Arya,meskipun Arya tak sehebat Dom tapi cukup untuk mengimbangi gairah bercintanya .


"Sepertinya aku berubah pikiran",ucap Arya masih dengan posisi telentang tanpa menatap kearah Calista.


"Berubah pikiran tentang apa?',tanya Calista.


"Aku tidak ingin melupakan apa yang terjadi pada kita tapi aku ingin kita merahasiakannya dan melanjutkannya".


"Maksudmu?",tanya Calista.


"Aku tertarik padamu terutama aku sangat menikmati bercinta denganmu dan aku ingin kita bertemu lagi setelah hari ini".


Calista hanya tersenyum kecil,mendengar apa yang dikatakan Arya,'Maaf sister bukan aku ingin menghianatimu tapi suamimu yang tidak bisa mengendalikan dirinya saat melihat keindahan tubuhku jadi jangan pernah menyalahkanku kalau aku ikut menikmati suamimu,batin Calista.


"Kita lihat saja nanti",jawab Calista.


Mendengar itu Arya langsung berguling menghadap Calista.


"Jangan begitu bukannya kau juga menikmati apa yang kita lakukan tadi".


"Benar,tapi kita punya keluarga masing masing apa kamu tidak memikirkan perasaan istrimu dan kau tau aku juga sudah menikah dengan Dom".


"Itu tidak masalah mari kita bertemu secara rahasia disini kalau saling merindukan".

__ADS_1


"Bagaimana caranya sedangkan aku tidak memiliki kunci Apartemen ini".


"Aku akan memberikannya untukmu agar kau bisa sering datang kemari dan mulai saat ini aku juga akan sering datang ketempat ini,Apartemen ini akan menjadi sarang kita".


__ADS_2