Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
70.Hati Hati Saat Bicara.


__ADS_3

Hanum mengajak Wendy pergi ke Mall untuk membeli lingery pesanan Dom.


Sampai di Mall**


"Kalian sudah berbaikan?",tanya Wendy penasaran.


"Hemmm",jawab Hanum sambil berjalan menuju toko yang ingin dikunjunginya.


"kamu nggak marah atau sebal pada Dom karena menghabiskan waktu bersama Calista?",tanya Wendy.


Hanum menatap kearah Wendy," Tentu saja aku marah dan sebal tapi... ".


"Tapi...?",tanya Wendy bingung.


"Aku tidak bisa menolaknya',jawab Hanum muram.


"Sepertinya kau sudah jatuh cinta padanya Hanum".


"Iya dan aku merasa sengsara sekarang karena itu Wendy",keluh Hanum.


"Apa dia tidak punya perasaan padamu?",tanya Wendy.


Hanum menghela nafas sebelum menjawab,"Dia bilang dia mencintaiku tapi...kau tau siapa dia,meskipun dia berbohong aku juga tetap akan percaya dan tidak bisa menolak seorang Dominic Alexander".


"Ya kurasa kau benar andai aku berada diposisimu aku juga akan melakukan hal yang sama mengambil kesempatan sebanyak banyaknya untuk bisa bersama dengannya meskipun itu akhirnya nanti membuat kita sakit".


Hanum diam mendengar apa yang diucapkan Wendy tanpa bermaksud membantah dia ingin menikmati sebanyak mungkin kebersamaan mereka sampai suatu saat Dom meninggalkannya atau dia yang akan meninggalkan Dom karena tidak sanggup lagi menahan perasaan egois untuk memiliki Dom seutuhnya untuk dirinya sendiri.


"Jadi apa kau berencana merayu Dom dengan lingery ini?",tanya Wendy.


"Hanya ingin memberinya sebanyak mungkin kenangan indah sebelum dia membuangku nanti,jadi aku tidak merasa menyesal sudah melakukan yang terbaik untuk mencintainya".


"Dom pasti sangat beruntung bisa kau cintai seperti ini Hanum",ucap Wendy merasa sedikit sedih dengan keadaan Hanum sekarang.


"Anggap saja aku yang sangat beruntung bisa memberikan cinta untuknya".


Apa kau benar benar akan pergi meninggalkannya suatu saat nanti?',tanya Wendy seolah tidak ingin itu terjadi tapi ingin Hanum dan Dom bersatu selamanya.


Hanum hanya mengangkat bahu,"Aku tidak ingin memikirkannya,tapi berniat menikmatinya saja dulu sekarang".


Setelah mengatakan itu Hanum mengajak Wendy masuk ketoko khusus pakaian dalam terkenal dimall itu,untuk membeli beberapa lingery yang akan dipakainya untuk Dom nanti malam.


"Kurasa meskipun kau membeli pakaian seperti itu untuk menggodanya, suamiku tidak akan pernah memperlakukanmu sebagai istrinya,kecuali penggantiku saat aku tidak bisa melayaninya".

__ADS_1


Hanum dan Wendy tersentak mendengar suara perempuan dari belakangnya dan secara reflek langsung menoleh.


Mendengar Calista yang berbicara untuk menghina Hanum ,Wendy langsung marah dan bermaksud untuk menampar wajah Calista tapi segera dicegah oleh Hanum.


"Kenapa apa aku salah bicara kalau kau hanyalah simpan suamiku, artinya kau itu hanya penggantiku diatas ranjangnya,apa kau merasa derajatmu tidak sangat rendah menjadi perempuan seperti itu".


"Kenapa aku merasa rendah bukankah kau juga tidak lebih baik dariku, kau menjadi selingkuhan mantan suamiku suami saudaramu sendiri,aku tidak bisa membayangkan apa yang akan saudaramu katakan kalau dia tau ternyata dia punya musuh dalam selimut,sedangkan aku sedikit lebih unggul darimu karena aku tidak terikat dengan siapapun jadi jangan salahkan aku kalau menggoda suamimu yang sangat menarik itu,karena kau tidak menjaganya dengan benar".


Calista langsung emosi mendengar ucapan Hanum yang sangat mengena itu".


"Kau ...,beraninya kau bicara seperti itu kau pikir siapa dirimu!!",maki Calista dengan marah.


Hanum maju mendekat kearah Calista tanpa merasa takut sedikitpun dengan kemarahan Calista.


"Apa kau tidak tau siapa aku Calista,aku pelakormu yang sebentar lagi akan menggantikan posismu menjadi nyonya Domonic Alexander" bisik Hanum disamping wajah Calista.


Calista bermaksud melayangkan tangannya,tapi langsung dicekal Hanum.


"Jangan buang energimu untuk mencoba memukulku karena aku tidak akan diam saja,tapi berusahalah merebut kembali suamimu dariku kalau kau bisa".


Setelah mengatakan itu,Hanum menarik Wendy pergi dari tempat itu meninggalkan Calista yang terlihat sangat marah mendengar ucapan Hanum.


Setelah mereka berada jauh dari Calista Hanum baru menghentikan langkahnya dengan nafas terengah engah.


"Kau terlihat lumayan meyakinkan saat berakting didepan nenek sihir tadi'',puji Wendy.


"Bukannya kau sudah melampiaskan amarahmu tadi?',ucap Hanum tidak paham.


"Bukan soal ucapannya tapi apa kau tidak melihat banyaknya tanda bekas percintaannya tadi malam dengan Dom".


Wendy mengerutkan kening mendengar itu.


"Apa kau cemburu melihat itu?",tanya Wendy.


"tentu saja,enak saja setelah bercinta dengan Calista tadi malam lalu dia pulang ketempatku dan mengajakku untuk bercinta juga",gerutu Hanum.


Wendy tidak bisa mengekspresikan bagaimana perasaanya sekarang mendengar gerutuan Hanum yang ribut soal urusan ranjang antara dia dan Calista.


"Kurasa kau bisa membicarakan ini dengan Dom nanti malam".


"Iya kami harus membicarakannya setelah memberinya pelajaran nanti".


"Apa yang akan kaulakukan padanya?",tanya Wendy bingung.

__ADS_1


"Malam nanti aku aan memberinya banyak tanda merah diseluruh tubuhnya agar Calista tidak bisa lagi melakukan hal itu selama beberapa hari padanya karena badan Dom sudah aku kuasai".


Mendengar itu Wendy merasa Hanum benar benar sudah tidak waras sekarang.


"Sepertinya kau perlu memeriksakan dirimu kepsikiater Hanum".


"Kau juga akan sepertiku Wendy kalau kau sudah pernah merasa bercinta dengan Dom".


"Apa itu berarti kau mengakui kemampuan ranjangnya melebihi sibuaya kampung?".


"Kurasa iya",jawab Hanum dengan senyum dikulum.


Mendengar itu Wendy tidak bisa lagi berkata kata.


"Jangan membahas itu lagi ,ayo bantu aku mencari lingery untuk kukenakan nanti malam bersama Dom",ajak Hanum dengan menarik tangan Wendy meninggalkan tempat itu mencari toko pakaian dalam lainnya.


***


Sementara itu Calista yang masih sangat marah karena ucapan Hanum tadi mencoba menghubungi Clarisa.


"Halo sister",jawab Clarisa dari seberang sana.


"Kamu dimana?",tanya Calista.


"Aku dirumah,dokter menyuruhku untuk banyak istirahat karena kehamilanku yang sudah sangat besar sekarang,oh iya sister selamat ya akhirnya kau dan Dom sudah berhasil berbaikan".


"Iya,makasih tapi apa kau tau saat aku berjalan jalan dimall untuk membeli linggery aku bertemu dengan perempuan menyebalkan itu''.


"Siapa?".


"Siapa lagi kalau bukan Hanum,yang juga ingin membeli lingery untuk menggoda Dom dasar perempuan murahan,"maki Calista.


"Apa maksudmu sister Hanum punya hubungan dengan Dom dari mana kau tau itu?",tanya Clarisa terkejut.


"Dari Arya suamimu",ucap Calista reflek.


"Kapan kalian bertemu dan membicarakan itu sister kenapa aku tidak tau?',tanya Clarisa terdengar heran.


Calista langsung terdiam mendengar pertanyaan Clarisa, dia sedikit khawatir kalau Clarisa menjadi curiga dengar apa yang baru saja dikatakannya itu.


"Emmm...itu..Clarisa...sebenarnya".


Calista bingung bagaimana mengatakan bagaimana dia bisa tau masalah itu,tanpa membuat Clarisa merasa curiga padanya.

__ADS_1


"Oh iya sister kalau benar seperti itu sebaiknya kau harus lebih gencar lagi mendekati Dom jangan sampai berhasil dimiliki oleh Hanum".


"I..iya Clarisa".


__ADS_2