Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
141.Dimana Bayi perempuanku?.


__ADS_3

Dom berjalan keluar ruang perawatan meninggalkan Hanum bersama dengan perawat, diiringi oleh Lucas dan Dokter Moris disampingnya menuju keruang bayinya.


"Apa jenis kelamin kedua anakku tanya Dom pada Dokter Moris yang berjalan disampingnya karena selama hamil Hanum tidak ingin tau apa jenis kelamin anak anak mereka dengan alasan ingin mengetahuinya nanti saja kalau mereka sudah lahir kedunia agar merasa surprise nantinya.


"Bayi anda berjenis kelamin laki laki dan perempuan tuan Dominic yang laki laki menurut saya lebih mirip dengan istri anda dilihat dari warna rambut juga warna bola matanya yang sama sama berwarna kecoklatan sementara yang perempuan lebih menyerupai anda dengan warna rambut sedikit coklat dan bola mata berwarna biru terang yang sangat cantik seperti milik anda".


Dom hanya mendengarkan apa yang dikatakan dokter Moris tanpa bermaksud menanggapinya,tapi memilih berjalan cepat kearah ruang khusus bayi, karena tiba tiba saja perasaannya menjadi tidak tenang ingin segera melihat kedua bayinya tersebut.


"Dom kenapa kau begitu tergesa gesa berjalannya? ",Tanya Lucas yang mengikuti Dom dari belakang dengan Dokter Moris disampingnya.


Dom tidak menjawab pertanyaan Lucas tapi malah semakin mempercepat langkahnya menuju ruang bayi karena firasatnya semakin tidak enak sekarang.


Sampai diruang bayi baru Dom berhenti sambil menatap nyalang kedalam mencari dimana bayi kembarnya diletakkan oleh perawat yang membawanya tadi setelah keluar dari ruang operasi.


"Dom... apa yang kau kejar kenapa kau berjalan seperti orang...".Dom tidak menanggapi gerutuan Lucas tapi malah menatap liar seluruh ruangan bayi dari balik dinding kaca ruangan itu mencari dimana mereka meletakkan bayi bayinya setelah dibawa kemari tadi.


"Dimana mereka? ",tanya Dom dengan menoleh kearah Dokter Moris yang sedikit tersengal sengal memburu langkah Dom tadi.


"Didalam tuan Dominic mari saya antar'', ucapnya dengan berjalan didepan Dom menuju box bayinya ditempatkan.


"Disini tuan Dominic... ".


Dom segera menghampiri Box bayi yang ditunjuk Dokter Moris.


Sementara Dokter Moris langsung pucat saat menatap dua box bayi itu tanpa sanggup bersuara lagi, karena dibox yang seharusnya berisi dua bayi itu sekarang hanya tersisa satu bayi saja.


Dom menatap nanar kedua bok bayi itu yang hanya terdapat satu bayi didalamnya.

__ADS_1


"Dimana bayi perempuanku?",tanyanya dengan nada dingin kearah Dokter Moris yang wajahnya sudah memucat melihat salah satu bayi Dom menghilang dari sana.


"Sa...saya akan segera memeriksanya lewat kamera Cctv dan menanyai perawat yang bertugas beberapa menit yang lalu tentang...".


Dom mencengkram kerah jas Dokter Moris erat sebelum dia sempat menyelesaikan ucapannya.


"Aku sudah mengatakan padamu untuk menjaga anak anakku dengan baik tapi kenapa ini bisa terjadi,apa kau sengaja melakukan ini!",ucap Dom dengan ekspresi ingin membunuh menatap kearah Dokter Moris yang sudah mulai ketakutan melihat ekspresi Dom itu.


"Tu... tuan Do.. Dominic saya bersumpah bukan saya pelakunya,saya akan berusaha mencari siapa pelakunya yang telah berani mengambil bayi perempuan anda".


Mendengar itu bukannya melepaskan,Dom malah mengangkat Dokter Moris dan melemparnya keras keluar pintu ruang bayi, membuat Lucas yang menunggu mereka didepan ruang bayi terkejut melihat tubuh Dokter Moris terlempar keluar dari ruangan bayi.


"Dom kau gila!!,apa yang sebenarnya terjadi kenapa kau melempar dokter Moris seperti itu!!",bentak Lucas pada Dom yang keluar dari ruangan bayi dan kembali memghampiri Dokter Moris bermaksud untuk mencengkramnya lagi tapi langsung dicegah oleh Lucas dan dua anak buah Dom yang diperintahkan Lucas menahan Dokter Moris.


"Dom tenanglah apa sebenarnya yang terjadi kenapa kau begitu marah saat bicara didalam dengan Dokter Moris?",tanya Lucas mencoba menenangkan Dom yang saat ini sedang sangat marah.


"Dom A.. apa maksudmu kenapa dengan bayi perempuanmu?',tanya Lucas terkejut.


Sekarang Dom balik mencengkram Lucas,"Kau juga ikut bersalah karena lengah lagi mengawasi kedua anakku sehingga keparat itu berhasil menculik salah satu bayiku! ",bentak Dom dengan mencengkram kerah Jas Lucas erat.


"Ja.. jadi maksudmu bayimu hilang...tapi Dom aku sudah menyuruh mereka untuk mengawasi sekitar tempat ini bagaimana bisa...".


"Saya akan memerintahkan orang untuk mengambil semua rekaman Cctv disekitar sini tuan Dominic agar kita bisa mengetahui siapa pelakuknya" ucap Dokter Moris kepada Dom yang masih mencengkram kerah baju Lucas.


"Benar Dom emosimu tidak bisa membuat bayimu segera ditemukan jadi sebaiknya sekarang kita harus bergerak cepat sebelum penculik itu pergi jauh kalau bisa sebelum Hanum sadar kita harus sudah bisa menemukan jejak penculik itu".


Mendengar itu amarah Dom sedikit reda dilepaskannya kerah Jas Lucas lalu menatap kearah Dokter Moris.

__ADS_1


"Berapa lama lagi waktu tersisa sebelum Hanum tersadar dari biusnya?',tanya Dom kepada Dokter Moris.


"Sekitar dua jam lagi tuan Dominic",jawab Dokter Morris mulai tenang karena Dom sudah tidak emosi seperti tadi.


Dom terdiam mendengar itu mencoba berpikir untuk mencari solusi terbaik dalam memecahkan misteri ini sebelum Hanum bangun atau paling tidak jangan sampai Hanum tau masalah menghilangnya bayi perempuan mereka sampai kondisinya benar benar pulih, karena Dom merasa masalah penculikan bayinya ini tidak sederhana,dia merasa sang penculik pasti sudah merencanakan ini dengan matang dan yang pasti ini bukan sekedar penculikan biasa yang menginginkan tebusan tapi lebih kepenculikan untuk balas dendam.


"Bagaimana Dom? ",tanya Lucas karena Dom diam saja dari tadi sibuk dengan pikirannya sendiri.


"Bisakah kita menahan untuk membuat Hanum tidak tau masalah hilangnya bayi perempuan kami ini",ucap Dom lirih.


"Maksud anda tuan Dominic?",tanya Dokter Moris.


"Aku ingin merahasiakan masalah ini dari Hanum sampai kita bisa menemukan bayiku karena aku takut kalau sampai dia tau bahwa satu bayi kami menghilang itu akan membuat kondisinya memburuk".


"Kita bisa menahannya untuk beberapa jam kedepan dengan mengatakan bahwa salah satu bayi kalian sedang berada diruangan observasi",ucap Dokter Moris pada Dom.


Dom diam sebentar baru mengangguk.


"Baiklah kurasa kalau kau yang mengatakan dia akan percaya",jawab Dom pasrah.


"Lalu apa yang harus kita lakukan Dom?",tanya Lucas.


"Kumpulkan semua Cctv selama beberapa hari terakhir ini disekitar lantai ruangan Hanum dan teliti semuanya",perintah Dom.


"Apa kau mencurigai seseorang?",tanya Lucas dengan mengikuti Dom berjalan meninggalkan ruangan bayinya.


"Tentu saja, sebenarnya aku sudah lama merasa curiga dengan sesuatu tapi saat itu pikiranku sedang fokus pada kondisi Hanum yang baru sadar dari koma jadi aku mengabaikannya meski tetap merasa khawatir selama ini".

__ADS_1


Siapkan mental kalian ya reader karena beberapa bab kedepan sedikit menguras emosi 😁😁.


__ADS_2