Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
45.Gold Card.


__ADS_3

Dom menghentikan mobilnya didepan gedung Agency Robert.


Setelah mobil Dom berhenti Hanum bermaksud langsung turun dari dalam mobil karena sudah sejak dijalan Wendy berkali kali menelpon ponselnya ,bertanya di sudah berada dimana sekarang,kapan sampai,membuat Hanum sampai sakit kepala dibuatnya.


"Tunggu,apa kau tidak melupakan sesuatu sayang",ucap Dom dengan mencekal lengan Hanum lembut.


"Apalagi Dom jangan berpikir yang aneh aneh lagi sudah cukup",jawab Hanum marah karena dari tadi ulah Dom benar benar membuatnya sakit kepala tak jauh beda dengan Wendy.


Dom hanya menaikkan sebelah Alisnya melihat ekspresi marah Hanum.


"Dom ayolah aku bisa dibunuh Wendy kalau tidak keluar sekarang,"hardik Hanum semakin kesal.


"Jangan marah dia tidak akan berani melakukan itu,kalau tau kau sedang bersama siapa sekarang bahkan Robert pun tidak akan berani...".


"Stop,jangan mengatakan hal aneh seperti itu lagi,aku tidak suka dan sudah cukup aku harus keluar sekarang".


"Baiklah sayang,tapi bawalah ini".Dom menyerahkan sebuah kartu kredit berwarna gold pada Hanum,membuat Hanum langsung mengerutkan keningnya melihat itu.


"Apa ini,aku tidak ingin uangmu apa kamu bermaksud membayarku karena sudah tidur denganmu seharian ini".


Dom menggeleng,"Pelayananmu padaku tidak sebanding dengan ini,aku hanya ingin kamu menikmati uang milikku karena kamu adalah istriku,jadi terimalah".


Niat awal Hanum ingin menolak kartu kredit pemberian Dom sirna saat mendengar apa yang dikatakan Dom padanya dan dengan perasaan campur aduk Hanum mengambil kartu itu dari tangan Dom.


"Sekarang turunlah karena sepertinya temanmu yang bernama Wendy sudah tidak sabar menunggumu",ucap Dom sambil menunjuk Wendy yamg berdiri didepan gedung, sambil mencari keberadaan Hanum.


Hanum juga melihat itu lalu dia mengangguk kearah Dom sebelum membuka pintu mobil.


"Aku akan menelponmu nanti" ucap Dom sebelum Hanum menutup kembali pintu mobilnya.

__ADS_1


Hanum tidak lagi menjawab karena Wendy sudah berjalan menghampirinya dan melirik kearah mobil yang mengantar Hanum tadi,berharap bisa melihat orang yang mengantar Hanum barusan tapi ternyata gagal,karena mobil Dom lebih dulu melaju pergi meninggalkan area Agency itu.


"Hanum!,"panggil Wendy dan bermaksud bertanya tentang pria yang mengantarnya barusan, tapi Hanum langsung berjalan cepat masuk kedalam gedung dan segera menuju ruang rias untuk bersiap siap jadi Wendy tidak punya waktu lagi untuk menanyakan masalah itu pada Hanum.


Begitupun saat pulang**


Setelah selesai pemotretan Hanum segera membereskan barangnya dan segera keluar dari dalam gedung Agency , karena jujur saja saat ini badannya terasa sangat lelah setelah dihajar oleh Dom berkali kali dari tadi malam.


Sekarang dia hanya ingin pulang lalu berendam air hangat dibathup setelah itu langsung tidur.


Bahkan sekarang dia tidak berharap Dom untuk datang keApartemennya karena takut Dom akan menghajarnya lagi kalau dia datang.


Untung saja Dom tadi sudah menyuruh orang untuk mengantarkan mobilnya kekantor Agency,jadi dia bisa pulang sendiri tanpa minta bantuan Wendy dan kembali lepas dari pertanyaan pertanyaan Wendy tentang pria yang mengantarnya tadi.


Hanum melajukan mobilnya langsung menuju Apartemennya dan setelah sampai dirumah Hanum benar benar melakukan apa yang menjadi niat awalnya tadi.


"Akhirnya aku bisa istirahat sekarang" gumamnya sambil merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan tidak sampai 10 menit dia langsung tertidur,sampai tidak tau saat Dom masuk kedalam Apartemenya menggunakan kunci cadangan.


Dom tersenyum melihat Hanum yang tertidur diranjang.


Dia segera melepas semua pakaiannya dan pergi kekamar mandi untuk sedikit membersihkan diri sebelum ikut Hanum naik keatas tempat tidur dan memeluknya.


Setelah selesai membersihkan diri , Dom lalu menyusul Hanum naik keatas tempat tidur dan ikut bergelung didalam selimut bersama Hanum.


Saat membuka selimut Dom sedikit terkejut, ternyata Hanum tidur dengan tidak mengenakan apa apa dibalik selimut itu.


"Benar benar ceroboh",gerutu Dom lalu ikut masuk kesalam selimut dan memeluk tubuh polos Hanum erat membuat Hanum sedikit menggeliat karena merasa ada yang menimpa perutnya, tapi tidak sampai bangun malah dia balik memeluk Dom.


***

__ADS_1


Sementara itu disebuah bar tampak seorang pria sedang duduk sambil memegang segelas brendy ditangannya entah ini sudah gelas keberapa,tapi yang pasti dia sudah mulai mabuk dan duduknya diatas meja bar sudah goyah.


"Apa anda ingin saya panggilkan supir pengganti tuan untuk pulang?",tawar pelayan bar pada pria itu yang hanya dijawab gelengan oleh si pria.


"Aku bisa pulang sendiri kalian jangan menggangguku,aku baik baik saja...aku baik baik saja...,hik..hik..",tiba tiba pria itu mulai menangis seperti anak kecil tanpa sebab membuat pelayan bar menjadi bingung dan bermaksud membantu si pria untuk pulang dengan memanggil supir pengganti untuknya, tapi tiba tiba ada seorang wanita yang mencegah pelayan yang akan membawa pria itu kedalam mobilnya.


"Biar aku saja yang mengantarnya pulang aku kenal dia,dia adalah suami adikku".


"Benarkah nyonya kalau begitu baiklah,ini barang barang milik tuan".


Wanita yang ternyata Calista itu menerima barang barang milik pria yang tak lain adalah Arya yang sedang mabuk dibar, karena sakit hati melihat Hanum bersama Dom dan sempat menyaksikan mereka sedang bercinta tadi di dalam mobil.


Hal itu membuatnya frustasi jadi dia sengaja pergi keBar untuk minum minum.


Dia sengaja mematikan ponselnya agar Clarisa tidak terus menghubunginya.


Dia juga sudah mengatakan kepada asistennya kalau Clarisa bertanya padanya katakan dia sedang pergi kedaerah pelosok tempat yang susah sinyal dan besok siang baru bisa pulang.


Calista bermaksud mengantar Arya pulang kerumahnya, tapi saat mereka sudah berkendara sekitar sepuluh menit Arya yang masih setengah sadar itu mencegah Calista untuk mengantarnya pulang.


"Jangan pulang",ucapnya.


Mendengar itu Calista bingung kenapa suami Clarisa tidak ingin diantar pulang, padahal tadi dia berniat mengantar Arya karena kasihan,setelah itu dia akan kembali ke Bar itu,karena malam ini dia berjanji bertemu berondong bayarannya dibar sebelum nanti melanjutkan pertemuan mereka dihotel.


Bagi Calista meratapi kesialannya karena gagal menggoda Dom itu cukup satu malam saja selebihnya dia tetap akan menikmati hidupnya seperti biasa.


Calista menatap Arya"Apa ksmu sedang bermasalah dengan Clarisa?",tanya Calista,tapi Arya tidak menjawab malah menyuruh Calista mengarahkan mobilnya kekawasan sebuah Apartemen elit.


Calista menuruti permintaan Arya dengan bingung'Apa ini tempat rahasia Arya kalau sedang marah Pada Clarisa', batin Calista.

__ADS_1


Sampai diunit Apartemen yang ditunjuk Arya Calista lalu membantu Arya membuka pintu dan dia terpesona dengan kemewahan Apartemen rahasia milik Arya itu.


'Sepertinya Arya memang kaya buktinya dia bisa punya Apartemen rahasia semewah ini dibelakang Clarisa'batin Calista.


__ADS_2