
Dom duduk dimeja kerjanya sambil mengamati berkas yang diberikan Lucas padanya.
"Apa kau yakin ini akurat?",tanya Dom dengan menyandarkan tubuhnya dikursi kerjanya.
"Tentu saja kau bisa lihat itu laporan dari sepuluh tahun yang lalu sampai sekarang".
Dom diam sambil membaca berkas berkas rekap medis milik Arya dari sepuluh tahun yang lalu, disana tertulis dia pernah mengalami sebuah kecelakan besar yang menyebabkannya sempat lumpuh namun sembuh setelah melakukan terapi juga pengobatan selama 2 tahun lamanya.
"Disini tidak ada keterangan mengenai kondisi reproduksinya apakah masih normal pasca kecelakaan itu atau tidak,apa kau melupakan sesuatu?",tanya Dom.
Lucas menggeleng.
"Memang tidak ada Dom,karena setelah dinyatakan sehat dia tidak pernah lagi memeriksakan kesehatannya sampai sekarang".
"Apa dia menyembunyikan sesuatu karena itu tidak mau diperiksa?",tanya Dom.
"Mungkin karena coba kau lihat laporan medis milik Hanum disini juga dimulai dari 10 tahun yang lalu,sebelum menikah dengan Arya hanya pemeriksaan medis biasa karena dia seorang model,tapi mulai terlihat aneh dihari sebelum mereka menikah",tunjuk Lucas pada berkas Hanum.
Dom mengamati berkas itu,"Ini hanya pemeriksaan kesehatan sebelum pernikahan sepertinya hal biasa".
"Bukan tentang pemeriksaan kesehatannya yang aneh tapi tentang pemeriksaan keperawanan milik Hanum sebelum mereka menikah,apa menurutmu itu tidak aneh".
Dom diam sambil menatap berkas itu dan rahangnya langsung terlihat mengeras saat membacanya.
Lalu dia membaca berkas Hanum selanjutnya dari tahun pertama pernikahan mereka sampai tahun ketujuh sebelum mereka bercerai tampak Hanum selalu rutin memeriksa kondisi kesuburannya bahkan sebulan sebelum mereka bercerai Hanum sempat melakukan program hamil dengan dokter kandungan.
"Bagaimana Dom?",tanya Lucas karena melihat Dom diam tanpa melakukan apa apa.
"Sudah berapa lama Calista punya hubungan dengan Arya?",tanya Dom tiba tiba membuat Lucas bingung.
"Kenapa kau tiba tiba menanyakan itu?",tanya Lucas.
"Jawab saja,apa aku perlu pertanyaan balik darimu".
"Baru sekitar sebulan ini",jawab Lucas.
"Periksa rekam medis Calista akhir akhir ini",perintah Dom.
"Lagi?!,tapi untuk apa Dom bukannya kau bilang akan menceraikannya?!",ucap Lucas.
"Lakukan saja dan aku juga ingin tau siapa pria bayarannya selain sibrengsek itu akhir akhir ini".
"Dom saat ini aku seperti melihat suami yang sedang menyelidiki istrinya yang sedang selingkuh ini benar benar bukan tugas yang biasa kau berikan padaku".
"Lalu apa tugas yang biasa kuberikan padamu sudah kau laksanakan?",tanya Dom.
"Tugas yang mana terlalu banyak tugas yang kau berikan aku sampai bingung".
__ADS_1
Dom menatap Lucas tajam,"Aku hanya memberimu satu tugas dan kau bilang banyak".
"Maksudmu satu yang mana?".
"siapa saat ini orang yang ingin kuhancurkan selain dirimu apa kau lupa?".
"Maksudmu Arya,bukankah sudah kulakukan".
"Apa cukup hanya dengan rekapan medis ini saja untuk menghancurkannya dan membuatnya tidak muncul lagi selamanya dihadapanku".
"Lalu Dom?".
"Ambil alih semua proyek yang sedang dan akan ditanganinya sekarang".
"Tapi kau hanya bilang selidiki saat itu?".
Kali ini Dom benar benar marah pada Lucas secara reflek dia melemparkan berkas tebal kearah Lucas membuat Lucas terkejut dan secara reflek langsung menghindari lemparan Dom.
"Keluar dari ruanganku sekarang!!!",bentak Dom murka.
Mendengar itu Lucas langsung keluar dari dalam kantor Dom sebelum Dom melakukan hal lebih parah padanya.
Setelah Lucas keluar Dom kembali memeriksa berkas milik Hanum dan Arya yang ada diatas mejanya,lalu dia menghubungi seseorang melalui sambungan telpon.
"Bantu aku memeriksa DNA anak Clarisa secepatnya",perintah Dom pada orang diseberang telpon sana.
"Baik tuan,akan saya lakukan perintah anda".
"Apa anda ingin punya anak dengan perempuan itu tuan?",tanya orang diseberang telpon.
"Tidak tapi aku ingin dia berpikir supaya mengira hamil anakku nanti".
"Maksud anda?".
"Lakukan saja dulu apa yang aku perintahkan tadi sisanya aku yang akan mengaturnya".
"Baik tuan".
"Satu lagi,apa menurutmu Hanum bisa segera hamil?",tanya Dom harap harap cemas.
"Anda kirimkan file pemeriksaannya pada saya lalu saya akan memeriksanya dan setelah itu saya akan berusaha membuatnya agar bersedia diperiksa tanpa dia merasa curiga".
"Baiklah aku akan menyuruh Lucas mengirimkan file itu padamu sekarang dan kuharap kau langsung bekerja".
"Baik tuan".
Kemudian Dom menghubungi Lucas lagi.
__ADS_1
"Ada apa lagi Dom aku sedang sangat sibuk sekarang",jawab Lucas dengan nada lelah.
"Kirimkan berkas Hanum dan Arya yang ada padamu kedokter Moris sekarang",perintah Dom.
"Baik tuan,apa ada lagi yang kau perintahkan selain itu?",tanya Lucas.
"Bulan depan kau boleh mengambil bonus dobel untuk pekerjaan ini dan aku memberimu libur seminggu kalau pekerjaanmu beres nanti".
"Benarkah Dom,wah kau memang bos terbaik aku akan segera melakukan apa yang kau perintahkan sekarang lalu segera menghubungi Helen untuk menyuruhnya memilih tempat liburan yang diinginkanya'.
"Lakukan apa yang kau mau",balas Dom lalu mematikan panggilan itu.
***
Sementara itu ditempat lain**
Arya sedang marah pada asistennya karena proyek yang hampir menjadi miliknya tiba tiba gagal didapatkannya.
"Kenapa bisa terjadi bukankah beberapa waktu yang lalu mereka sudah setuju dengan penawaran kita kenapa sekarang tiba tiba mereka membatalkan kerjasama yang tinggal kita tanda tangani ini,apa mereka belum tau siapa aku!!!"
Arya menggebrak mejanya marah.
"Maaf tuan tapi mereka bilang ada investor yang menawarkan harga lebih tinggi dan keuntungan lebih bagus pada mereka dari pada perusahaan kita",jawab sang asisten.
"Siapa mereka yang sudah berani melakukan itu sebutkan nama perusahaannya sekarang!!".
"Ini tuan".
Sang asisten menyerahkan file berkas perusahaan yang diinginkan Arya.
Arya langsung membuka dan memeriksanya dan dia semakin marah saat membaca nama Dom sebagai pemilik perusahaan itu.
"Brengsek!!!,ternyata dia benar benar ingin berperang denganku secara terang terangan",maki Arya murka.
"Jadi bagaimana tuan?",tanya sang Asisten.
"Dia ingin bermain denganku dengan cara licik jadi aku akan melayaninya,kita naikkan penawaran kita menjadi dua kali lipat dari harga semula kalau mereka masih tidak menerima hancurkan dengan jalan belakang".
"Tapi tuan kalau dua kali lipat apa itu tidak terlalu mahal dan kita nanti akan sulit mendapat keuntungan dari proyek ini meskipun ini proyek besar".
"Aku tidak perduli,yang penting sekarang kita berhasil mendapatkan proyek ini mengalahkan pria brengsek itu",jawab Arya.
Mendengar itu sang Asisten diam karena itu diluar urusannya.
"Lakukan sekarang juga,dan kuharap kau segera memberiku khabar baik untuk masalah proyek ini".
"Akan saya usahakan tuan,sekarang saya permisi".
__ADS_1
"Pergilah, oh iya kalau istriku menelpon dan bertanya tentang keberadaanku kau jawab saja seperti biasanya karena malam ini aku tidak akan pulang lagi".
"Baik tuan".