
Dikantor Dom setelah Calista pergi***
"Datang kekantorku sekarang!",perintah Dom pada Lucas.
Tidak menunggu lama Lucas masuk kedalam kantor Dom.
"Ada apa lagi Dom? ",tanya Lucas dengan ekspresi kesal.
Dom menatap Lucas dengan ekspresi dingin",persiapkan berkas perceraianku dalam beberapa hari kedepan dengan Calista".perintah Dom.
Kali ini Lucas mengerutkan keningnya karena merasa akhir akhir ini perintah Dom semakin aneh aneh saja.
"Kau yakin bukankah kau bilang akan menunggu sekitar 3 bulan lagi sampai tau pasti kalau dia...".
"Tidak perlu menunggu lagi, aku ingin menceraikan dia secepatnya dan akan meresmikan pernikahanku dengan Hanum dalam bulan ini".
"What!, bulan ini kenapa kau begitu terburu buru Dom, apa ada sesuatu yang terjadi dalam beberapa hari ini?",tanya Lucas penasaran.
"Ya, aku akan jadi seorang ayah sebentar lagi",ucap Dom dengan wajah berseri bahagia saat mengatakan itu membuat Lucas seolah tidak percaya.
"Ma...maksudnya Dom? ",ulang Lucas.
Dom menatap Lucas,"Hanum sedang Hamil anak kami sekarang karena itu aku sudah tidak memerlukan keberadaan Calista lagi saat ini untuk mengandung anak untukku dan Hanum".
Lucas diam mendengar hal itu,sebenarnya sangat kejam kalau Dom masih menjalankan rencana semula yang menyuruh Calista hamil anak untuknya kemudian setelah lahir anak itu diambilnya untuk diasuhnya bersama Hanum.
"Jadi kau membatalkan rencana awalmu untuk menyuruh Calista melahirkan anak untukmu".
Dom bersandar dikursinya sambil menatap kearah Lucas.
"Untuk apa aku menunggu anaknya sementara aku akan segera punya anak sendiri bersama Hanum dan kurasa aku sudah sangat baik selama ini padanya,membiarkan dia berbuat sesuka hati dibelakangku dengan pura pura tidak tau apa yang sudah dilakukannya".
"Tapi Dom kalau kau menceraikan Calista sekarang, apa kau tidak takut kalau dia akan menyakiti Hanum,apa lagi sekarang Hanum sedang hamil".
"Aku sudah memikirkan hal itu,kalau dia berani melakukan sesuatu pada Hanum berarti dia sudah bosan Hidup".
__ADS_1
"Baiklah kalau kau memang sudah memutuskan seperti itu".
"Hemmm, tambahkan pengawal bayangan untuk melindungi Hanum saat dia berada diluar rumah,jangan sampai ada yang bisa menyentuhnya sedikitpun!",perintah Dom.
Lucas mengangguk lalu keluar dari ruangan Dom.
***
Kembali ke Calista**
Setelah berada didalam mobil Calista memaki kesal, "Brengsek!!!,brengsek!!!,sial!!!,benar benar sial!!",makinya sambil memukul stir mobil miliknya.
Saat perasaannya sedang sangat kesal tiba tiba pikiran jahat kembali terlintas dalam benaknya,"Sepertinya aku harus menemui sibrengsek Arya lagi untuk membantuku menghancurkan Hanum dan membuatku Hamil secepatnya sekarang pikirnya.
Setelah itu Calista melajukan mobinya menuju kantor Arya tanpa menghubunginya lebih dulu, karena beberapa waktu lalu Arya sempat menolak ajakannya bertemu di Apartemen rahasia mereka dengan alasan sekarang dia sedang sangat sibuk karena itu Calista memutuskan menemui Arya langsung dikantornya.
Tak berapa lama Calista tiba diPerusahaan Arya,dia segera masuk kedalam dan menuju kantor Arya, dia sudah pernah beberapa kali kesini dulu bersama Clarisa jadi orang orang didalam kantor tidak merasa aneh melihat kedatangannya.
Calista mengetuk pintu kantor Arya tidak berapa lama terdengar sahutan dari dalam.
"Masuk!".
"Arya ",sapanya dengan berjalan menghampiri meja kerja Arya.
Arya sedikit terkejut melihat kedatangan Calista yang tiba tiba itu kekantornya.
"Kau!!, mau apa kau datang kemari!! ",ucapnya dengan nada sedikit ketus.
Tanpa merasa takut atau sungkan Calista berjalan mendekati meja Arya dan berdiri disamping pria itu.
"Aku butuh bantuanmu sekarang",ucapnya dengan mendekatkan tubuhnya kearah Arya dan menyentuh kerah kemeja kerja pria itu dengan gerakan menggoda.
Arya yang mendapat godaan tiba tiba seperti itu langsung menelan ludahnya karena merasa gairahnya yang sudah beberapa hari ini tidak tersalurkan menjadi bangkit.
"Apa yang kau inginkan?",tanya Arya dengan menarik tubuh Calista untuk duduk dipangkuannya.
__ADS_1
Calista yang mendapat lampu hijau seperti itu tidak menyia nyiakannya dia semakin berani menelusupkan tangannya kedalam kemeja Arya.
"Bantu aku untuk hamil secepatnya",ucapnya.
Mendengar itu Arya secara reflek langsung mendorong tubuh Calista menjauh.
"Kau gila!!, aku tidak sudi memiliki anak denganmu!!",hardiknya marah.
Tapi Calista tidak gentar sama sekali mendengar kemarahan Arya berbeda dengan Dom, karena dia bisa memadamkan amarah Arya dengan tubuhnya sementara kalau Dom semakin dia mendekat maka Dom akan semakin bersikap kasar padanya.
"Aku memang gila tapi aku sangat membutuhkan anak itu sekarang untuk membuat Dom dan Hanum berpisah".
Mendengar itu Arya terdiam,dia merasa tertarik mendengar niat Calista.
"Jadi apa maksudmu? ',tanyanya dengan suara lebih pelan.
"Kau tau Dom sekarang sedang sangat ingin punya anak sementara siHanum aku yakin tidak bisa memberikan itu padanya jadi kalau aku hamil,aku yakin mereka berdua pasti akan berpisah karena Dom akan lebih memilihku dibanding dia dan kau juga punya kesempatan merayunya lagi untuk kembali padamu, bukankah kau juga sangat menginginkan itu".
Arya memicingkan matanya menatap Calista," Apa kau serius dengan itu karena aku tidak ingin repot terlibat dengan perempuan seperti kalian lagi cukup Clarisa yang membuatku menyesal".
"Apa kau pikir aku sudi menjadikanmu ayah anakku kalau tidak terpaksa,anakku harus menjadi seorang Alexander bukan seorang Wiguna atau yang lainnya".
Arya berpikir sebentar meskipun dia tidak suka dengan ucapan Calista tapi mendengar ide itu rasanya tidak buruk jadi dia tidak perlu bersusah payah untuk menghancurkan Dom karena akan ada anaknya nanti yang melakukannya dan yang lebih penting Hanum pasti akan mudah dirayunya nanti setelah dia merasa sakit hati melihat Dom dan Calista punya anak.
"Baiklah aku setuju,tapi aku tidak akan bertanggung jawab kalau Dom tidak mau mengakui anak itu nantinya karena aku tidak tertarik lagi punya anak dari perempuan seperti kalian".
"Kau tidak perlu khawatir soal itu,aku pernah hamil anak Dom dan dia langsung menikahiku saat itu, jadi aku yakin sekarang kalau tau aku hamil lagi dia pasti akan melakukan apa saja untuk membuat bayi ini bertahan sampai aku melahirkan".
"Terserah kau saja, tapi bukankah kita juga sering melakukannya beberapa waktu lalu tapi kenapa kau tidak kunjung hamil atau jangan jangan kandunganmu bermasalah".
"Jangan sembarangan aku bukan siHanum yang mandul itu aku dulu pernah hamil jadi aku yakin ini hanya masalah waktu saja sebelum aku hamil lagi".
Arya mengedikkan bahunya terlihat tidak perduli,karena baginya kehamilan Calista tidak penting, yang penting dia bisa menikmati tubuh Calista untuk bersenang senang.
"Kalau begitu mulailah sekarang", perintah Arya sambil menarik tubuh Calista untuk duduk dipangkuannya.
__ADS_1
Mendengar itu Calista tidak membuang waktu dia langsung duduk dipangkuan Arya dan mulai beraksi.
Tanpa mereka berdua sadari ada seseorang yang masuk kedalam ruangan itu dan menatap dengan tidak percaya pada pemandangan menjijikkan yang sedang berlangsung disana.