
Hanum terbangun saat merasakan sesuatu yang berat menimpa tubuhnya,dia segera membuka mata dan terkejut karena melihat Dom tertidur lelap sambil memeluk tubuhnya dan mereka sama sama telanjang dibalik selimut sekarang.
Melihat itu Hanum segera duduk'Apakah dia lupa memakai bajunya saat tidur tadi malam karena terlalu lelah' pikirnya.
Untung saja sekarang Dom belum bangun kalau sudah dia pasti dihabisinya lagi sekarang, sebaiknya sebelum Dom bangun dia segera bangun dari tempat tidur untuk menghindar,pikirnya.
Dengan perlahan Hanum turun dari atas ranjang dan segera mencari baju yang akan dipakainya.
Setelah memakai baju seadanya Hanum segera keluar dari kamar,dia bermaksud membiarkan Dom untuk tidur lebih lama hari ini.
Karena terlalu lelah dan mengantuk tadi malam dia lupa untuk mengisi perutnya sebelum tidur jadi dia memutuskan membuat sarapan ringan untuknya dan Dom kalau bangun nanti.
Saat Hanum sedang sibuk membuat sandwich tiba tiba Dom memeluknya dari belakang membuatnya terkejut.
"Dom!,"pekik Hanum.
"Baunya enak apa yang kau buat sayang",ucapnya dengan menyerusukkan wajahnya dibelakang leher Hanum dan menyesap kulit mulus itu.
"Dom hentikan apa yang kau lakukan!".
"Tentu saja morning kiss apa lagi".
"Berhenti melakukannya aku kelaparan sekarang dan ingin makan".
"Aku juga sayang,aku juga kelaparan ingin memakan sesuatu yang lembut dan kenyal seperti ini",ucap Dom dengan menyelusupkan tangannya kebalik kaos longgar yang dipakai Hanum dan langsung menangkup dua benda kenyal yang tidak terbungkus apa apa dibalik kaos itu.
"Dom...apa yang kau lakukan hentikan itu".
Tapi bukannya berhenti Dom malah ******* ***** pelan kedua benda yang berada didalam genggamannya itu membuat Hanum terpaksa menghentikan kegiatan tangannya yang sedang membuat roti sandwich.
Dengan kesal disentakannya tangan Dom yang berada didalam bajunya agar lepas.
Dom membiarkan Hanum melepaskan tangannya yang berada didadanya.
"Hentikan apa kau ingin membunuhku dengan merudapaksa aku tanpa henti, tapi tidak mengijinkan aku untuk makan dan siapa yang menyuruhmu untuk...".
"Cup,morning kiss sayang seharusnya kau melakukan itu tadi sebelum meninggalkanku turun dari ranjang".
Hanum langsung terdiam saat Dom tiba tiba mengecup bibirnya.
"Menyebalkan",gerutu Hanum bukannya marah Dom malah mengangkat alisnya sambil tersenyum jahil.
"Bukannya kau suka dengan ciumanku",goda Dom dengan mencondongkan tubuhnya kearah Hanum dengan bertumpu pada kedua sisi meja dapur.
"Iya suka tapi menyingkirlah aku benar benar butuh sarapan sekarang sebelum melakukan olah raga pagi seperti biasa".
__ADS_1
"Baiklah sepertinya aku juga butuh sarapan jadi tolong buatkan juga sarapan seperti milikmu untukku,karena saat olahraga nanti kita akan banyak mengeluarkan tenaga benarkan sayang".
Hanum tidak menanggapi ucapan Dom tapi memilih sibuk membuat beberapa sanwich lagi untuk mereka berdua.
"Kamu ingin minum sesuatu?",tawar Hanum.
"Ya secangkir kopi boleh juga".
"Baiklah".
Hanum meletakkan sanwich yang dibuatnya tadi diatas meja serta kopi yang diminta Dom padanya.
"Ini, ayo kita sarapan",ajak Hanum.
Tapi Dom masih diam saja dia sibuk dengan ponsel ditangannya dan terlihat sangat serius.
"Dom!",panggil Hanum karena sepertinya Dom tidak mendengar apa yang dikatakannya.
Dom menatap Hanum sekilas sebelum kembali menatap kelayar ponselnya.
"Kau ingin makan atau tidak?",tanya Hanum mulai kesal.
"Ya,tolong bantu aku makan" pinta Dom.
Hanum ingin protes, tapi melihat Dom yang sedang serius sekarang,membuat Hanum tidak tega jadi dia mengambilkan sandwich di piring dan menyuapkanya kemulut Dom.
"Ini enak sayang ternyata kau pintar membuatnya,"puji Dom.
"Ini hal biasa aku sering membuatnya tentu saja bisa".
Tiba tiba Dom meletakkan ponselnya dan menarik Hanum untuk duduk dipangkuannya.
"Dom apa yang kau lakukan makanlah yang benar".
"Bukankah ini juga makan,ayo sekarang suapi aku lagi sayang".
Kenapa kau manja sekali,bukankah tanganmu bebas kau bisa makan sendiri",gerutu hanum.
"Tapi makan disuapi olehmu rasanya berbeda".
"Kau...".
"Apa kamu ingin kita sarapan yang lain".
"Maksudmu".
__ADS_1
"sarapan batin,bagaimana?".
Hanum langsung turun dari pangkuan Dom.
"Aku masih lelah sekarang dan sedang tidak ingin melakukannya".
Tapi Dom menarik Hanum untuk kembali duduk di pangkuannya lagi bahkan sekarang dia sengaja menyuruh Hanum menghadap kearahnya dengan memeluk pinggangnya erat agar Hanum tidak bisa pergi.
"Kalau begitu suapi aku makan saja sekarang, meskipun aku sangat ingin tapi aku ada rapat pagi ini dan Lucas sedang menuju kemari sekarang".
Hanum berhenti memberontak mendengar apa yang dikatakan Dom dan kembali menyuapi Dom makan sampai selesai.
***
Sementara itu ditempat lain.
Arya terbangun dengan kepala yang terasa sangat sakit, efek minuman keras yang diminumnya tadi malam.
Perlahan dia membuka matanya dan melihat siapa yang sedang berbaring didalam pelukannya, awalnya dia berpikir itu Clarisa tapi setelah dia membuka mata dengan sempurna dia sangat terkejut karena yang sedang dipeluknya sekarang ternyata Calista saudara dari Clarisa istrinya dan istri Dom.
Dengan reflek Arya langsung mendorong tubuh Calista menjauh darinya membuat Calista yang masih tertidur langsung terbangun.
"Kenapa sayang",gumamnya karena dia pikir yang mendorongnya tadi berondong bayarannya.
"Calista cepat bangun sekarang '',ucap Arya gugup sambil menggoyang tubuh Calista.
Seketika Calista langsung membuka mata saat mendengar suara Arya.
"Arya kamu!".
Dia langsung menutup tubuhnya dengan selimut,sementara Arya langsung turun dari ranjang untuk mencari celana panjang miliknya yang berserakan dilantai lalu memakainya.
Dia bermaksud mengambilkan pakaian milik Calista yang juga berserakan dilantai tapi saat mengangkatnya dia terkejut karena baju milik Calista sekarang sudah robek tidak bisa dikenakan lagi dan begitu juga ****** ***** milik Calista sudah robek tak berbentuk lagi sekarang,apa dia yang sudah melakukannya tadi malam, percintaan seperti apa yang sudah mereka lakukan tadi malam sampai dia bisa merusak semua baju milik Calista, batinnya.
Arya menoleh kearah Calista yang juga sedang menatap diam padanya.
"Biarkan saja baju itu,aku akan meminta orang untuk membelikannya nanti sebelum pulang dari sini".
"Jangan, karena aku yang merusaknya biarkan aku yang membelikannya untukmu,aku akan menyuruh asistenku kemari mengantarkan baju untukmu".
"Jangan!",teriak Calista.
"Kenapa?"tanya Arya bingung.
"Aku tidak ingin ada orang yang tau bahwa aku telah tidur dengan saudara iparku,bagaimana nanti reputasiku sebagai model dan kalau sampai suamiku tau apa yang terjadi juga Clarisa,oh Tuhan...Arya ini semua salah aku harus segera pergi dari sini".
__ADS_1
Calista bangkit dari atas ranjang dan berjalan menuju pintu dengan selimut ditubuhnya tapi Arya segera mencegahnya.
"Jangan pergi dulu bukan cuma kamu yang bersalah dalam hal ini aku juga salah mari kita bicarakan semuanya sebelum kamu pulang".