Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
131.Demi Kebaikan Hanum.


__ADS_3

Hanum langsung kembali memasang wajah muram setelah mendengar apa yang dikatakan dokter Moris.


"Kondisi anda memang sudah tidak papa tapi anda sempat koma cukup lama apalagi sekarang anda sedang hamil jadi berada dirumah sakit saat ini adalah tempat yang paling tepat nyonya",terang dokter Moris.


"Sabarlah sayang ini semua demi kalian aku akan berada disini untuk menemanimu agar kamu tidak merasa bosan dan nanti temanmu juga boleh berkunjung kesini" bujuk Dom agar Hanum tidak menolak usulan dokter Moris.


Meski tidak suka dengan terpaksa Hanum menyetujui saran dokter Moris.


"Baiklah tapi kamu harus berjanji untuk tinggal disini bersamaku supaya aku tidak sendiri lagi".


"Tentu saja,mulai nanti malam aku kan menemanimu tidur diranjang perawatanmu",ucap Dom.


"Ehm..., maaf menyela tuan dan nyonya tapi saya menyarankan sebaiknya anda bedua menunda dulu untuk melakukan hubungan suami istri sampai kondisi nyonya Hanum benar benar pulih total".


Mendengar itu Hanum menatap Dom dengan senyum jahil, "Dengarkan Daddy masih harus puasa lagi berkunjungnya",ucapnya pada Dom.


"Aku hanya akan menemanimu tidur tidak bilang akan mengambil jatah pembayaran hutang padamu",jawab Dom sedikit kesal pada Hanum dan dokter Moris yang seperti tau niat terselubungnya.


"Tapi dokter aku pasti akan merasa jenuh kalau hanya berada didalam kamar selama berbulan bulan,apakah aku boleh pergi berkeliling?",tanya Hanum.


"Kalau anda ingin berkeliling sebaiknya menunggu beberapa hari lagi sampai kondisi anda benar benar pulih dan saya menyarankan kalau ingin berjalan jalan disekitar rumah sakit sebaiknya dengan menggunakan kursi roda untuk menghindari hal yang tidak diinginkan".


"Baiklah",jawab Hanum pelan.


"Jangan sedih sayang aku akan menemanimu berkeliling agar kamu tidak merasa bosan nanti".


"Iya, trimakasih Dom",jawab Hanum dengan menggenggam tangan Dom lembut.


"Baiklah saya permisi dan sebaiknya anda harus banyak beristirahat agar kondisi anda segera pulih total",ucap Dokter dengan meninggalkan ruangan Hanum.


Setelah Dokter Moris keluar Hanum langsung menatap Dom dengan wajah cemberut.


"Aku bosan Dom",keluhnya pada Dom.


"Sabarlah sayang semua demi kebaikan sikembar dan juga dirimu".

__ADS_1


"Tapi... ".


"Ssstt.., dengarkan saran dokter Moris tadi, jadi sekarang sebaiknya kamu kembali beristirahat agar kondisimu segera pulih",ucap Dom dengan menurunkan sandaran ranjang rawat Hanum agar Hanum bisa beristirahat lagi.


"Dom aku tidak ingin tidur.Aku sudah terlalu lama tidur Dom jadi... ".


"Tqpi aku sudah lama tidak tidur jadi sebaiknya kalau kamu tidak mau tidur temani saja aku tidur sayang",jawab Dom dengan ikut naik keatas ranjang itu yang memang lebih lebar dari ranjang rawat biasanya karena sudah dirubah Dom dari awal untuk kenyaman Hanum saat itu.


Hanum hanya diam sambil memperhatikan apa yang dilakukan Dom dengan tidur disampingnya dan mulai memeluknya dengan memiringkan tubuhnya menghadap Hanum.


"Apa kamu merindukanku saat aku sedang tidur panjang kemarin? ",tanya Hanum dengan membelai wajah Dom lembut.


"Tentu saja, bukankah sudah kukatakan aku sudah hampir gila kalau sebentar lagi kamu tidak segera bangun"jawab Dom dengan ikut menempelkan tangannya diatas tangan Hanum yang berada diwajahnya.


"Maaf",ucap Hanum.


"Tolong jangan lakukan itu lagi sayang,bagiku hidupku tidak berarti kalau kamu tidak ada disampingku",jawab Dom dengan membawa tangan Hanum kebibirnya dan mengecupnya dengan lembut dan lama sampai menimbulkan gelenyar hasrat dibagian bawah perut Hanum.


Apalagi saat Dom mulai menjalari tangannya yang berada digenggamannya itu dengan ciuman ciuman kecil menggoda.


"Dom... ",panggil Hanum dengan espresi sedikit berkabut menerima perlakuan lembut dari Dom.


"Iya",jawab Hanum dengan suara pelan dan parau oleh gairahnya.


Mendengar itu Dom tidak menyia nyiakan kesempatan itu untuk segera menyerang bibir Hanum yang sudah setengah terbuka oleh gairah itu.


Lama mereka berciuman seolah mereka ingin saling menyalurkan kerinduan yang sudah lama mereka tahan dengan ciuman mereka saat itu.


Dom melepaskan pagutannya saat dilihatnya Hanum hampir kehabisan nafas karena ciuman mereka.


"Maaf" ucap Dom dengan menyapu bibir Hanum dengan ujung jarinya lembut.


"Kenapa?,aku suka kamu menciumku seperti itu".


"Aku tau sayang tapi saat ini kamu baru sembuh jadi aku masih khawatir kalau aku tadi sempat berlebihan saat menciummu".

__ADS_1


"Aku tidak papa",jawab Hanum dengan menelusupkan wajahnya kedada Dom.


"Aku merindukanmu Dom",ucapnya lagi dengan semakin menelusupkan kepalanya lebih dalam kedada sang suami.


"Aku juga sayang,tapi sekarang sebaiknya kita mendengarkan saran dokter Moris agar kamu segera pulih seperti semula".


"Hmmm",gumam Hanum tanpa melepaskan pelukannya.


"Mari kita istirahat sayang",ucap Dom dengan mengeratkan pelukannya ketubuh Hanum dan mulai membelai punggung Hanum agar dia tertidur.


Tak berapa lama kemudian bukan hanya Hanum yang tertidur tapi Dom juga ikut terlelap,karena jujur saja selama Hanum tidak sadarkan diri Dom jarang bisa memejamkan mata,baru tadi malam dan sekarang dia merasa benar benar mengantuk karena perasaannya sudah tenang melihat Hanum sudah baik baik saja meski masih harus berada dibawah pantauan dokter.


Dom terbangun saat mendengar suara bergetar dari ponselnya yang sengaja disilentnya agar tidak mengganggu Hanum beristirahat.


Dengan malas Dom meraih ponselnya yang berada diatas nakas dan langsung memeriksa siapa yang menghubunginya.


Saat dilihatnya nama Lucas tertera dilayar ponselnya dengan perlahan Dom bangkit dari ranjang bermaksud menerima panggilan Lucas diluar ruangan, tapi gerakan tubuhnya ternyata juga membuat Hanum terbangun dan langsung menoleh kearah Dom yang sudah turun dari ranjang.


"Kamu mau kemana? ",tanya Hanum karena melihat Dom akan berjalan menuju pintu.


Mendengar suara Hanum Dom langsung menoleh.


"Apa aku membangunkanmu sayang?",tanyanya merasa bersalah.


"Tidak papa, siapa yang menghubungimu? ".


"Lucas mungkin ini urusan pekerjaan,aku bermaksud berbicara diluar supaya kamu tidak terganggu dengan suaraku apa kamu keberatan?".


Hanum segera menggeleng,"Aku tidak papa bicaralah dulu dengan Lucas siapa tau itu masalah penting",ucap Hanum dengan menyuruh Dom keluar dari ruangan itu.


"Baiklah aku tidak akan lama,kalau ada apa apa panggil saja ya",ucap Dom dengan berjalan keluar dari kamar rawat.


Saat keluar pintu Dom berpapasan dengan Wendy diluar yang bermaksud untuk menjenguk Hanum setelah mendengar khabar Hanum sudah sadar tadi malam.


"Masuklah dia sedang bangun",perintah Dom pada Wendy yang dibalas anggukan oleh Wendy dan segera masuk kedalam kamar Hanum.

__ADS_1


Setelah melihat Wendy masuk kedalam Dom menyuruh anak buahnya yang berjaga dipintu untuk lebih waspada karena dia harus menerima panggilan Lucas ditempat yang sunyi untuk menghindari orang mendengar pembicaraannya dengan Lucas.


Sesudah ini enaknya bab tegang lagi apa masih bab uwu ya ayo silahkan komen reader 😊😊 nanti akan coba autor kabulkan.


__ADS_2