
Sudah berhari hari Hanum terlihat kesal setiap Dom datang menjemputnya karena setiap kali Hanum menunggu Dom,si Emily juga ikut berada disana dengan alasan dia menunggu temannya yang sedang dalam perjalanan. sekarang untuk menjemputnya pulang.
Dan saat Dom menghampiri Hanum,Emily juga ikut mendekat dan menyapa Dom meski Dom hanya menatapnya sekilas membuat Hanum sebal dibuatnya.
"Hari ini jangan keluar kalau kamu datang untuk menjemputku pulang!",larang Hanum saat Dom menghubunginya mengatakan dia akan menjemputnya nanti.
"Kenapa sayang?',tanya Dom heran diseberang sana.
"Aku tidak ingin melihatmu bertemu dengannya lagi! ",jawab Hanum ketus.
Dom tersenyum kecil mendengar kesewotan Hanum saat bicara padanya ditelpon sekarang.
"Baiklah seperti yang kau pinta nyonya Dominic",jawab Dom.
"Kau harus ingat itu Dom! " tegas Hanum lagi sebelum mematikan panggilannya,membuat Dom tersenyum senang mendengar itu.
"Apa yang membuatmu terlihat senang sekarang Dom", tegur Lucas karena melihat wajah Dom terlihat bahagia.
"Bukan urusanmu",jawab Dom dengan memasang ekspresi kembali dingin pada Lucas.
"Selalu", gerutu Lucas kesal.
"Oh iya bagaimana hasil penyelidikanmu tentang Emily Wilson yang kuminta itu",ucap Dom.
Lucas menyerahkan berkas yang diminta Dom padanya yang langsung dibuka oleh Dom.
"Tidak ada yang aneh dengan perempuan bernama Emily Wilson ini,hanya saja disini dikatakan Emily Wilson punya hobi melakukan operasi plastik dari dulu jadi sulit untuk mencari mana wajahnya yang paling asli".
"Benarkah?, tapi kenapa saat aku menatapnya aku seolah pernah mengenalnya,apakah kau tidak bisa mencarikan aku informasi yang lebih rinci tentangnya".
Kini Lucas yang merasa heran mendengar Dom mengatakan itu, "Dom jangan bilang kau tertarik padanya sekarang",tanya Lucas khawatir.
Dom menatap kearah Lucas tajam,"Kau pikir aku laki laki macam apa hingga bisa tertarik pada perempuan seperti dirinya".
"Bukankah dia sangat cantik,bahkan kau lihat popularitasnya cepat sekali melejit dalam beberapa hari terakhir ini,bahkan pagi ini posisi Hanum tergeser menjadi nomor dua".
"Itu lebih bagus, aku senang kalau posisi Hanum dimata para pria brengsek itu tidak populer lagi, jadi aku tidak perlu bersusah payah seperti sekarang untuk menyuruhnya berhenti".
"Bukankah kau seharusnya bisa menyuruhnya berhenti saja apalagi sekarang dia sedang hamil".
Dom menghela nafasnya keras, "Aku memang bisa melakukannya tapi aku tidak ingin melakukannya".
"Lalu apa alasanmu memberinya kebebasan melakukan pekerjaan itu?",tanya Lucas bingung.
__ADS_1
Dom menatap Lucas, "Lalu apa alasanmu menikahi Helen selama ini dan bertahan dengan Helen tanpa pernah mengeluh?",tanya balik Dom.
"Tentu saja aku mencintainya kau pikir apa",jawab Lucas.
"Jadi kau sudah tau jawabannya kenapa aku membiarkan Hanum tetap bebas mengekspresikan dirinya meski aku bisa memberikan apa saja padanya,itu karena aku mencintainya".
"Tapi Hanum dan Helen berbeda Dom",bela Lucas masih tidak terima.
"Tentu saja mereka berbeda,karena itu yang kucintai Hanum bukan Helen atau Emily atau siapapun itu,karena Hanum cuma ada satu bagiku",jawab Dom kesal.
"Lalu kalau kau sangat mencintai Hanum kenapa kau seolah perhatian pada perempuan bernama Emily ini,beberapa waktu ini bahkan menyuruh aku untuk menyelidiki latar belakangnya".
"Karena dia terasa familiar bagiku".
"Maksudmu?",tanya Lucas tidak mengerti.
"Selidiki saja lagi seperti perintahku,nanti aku akan memutuskan apa yang akan kulakukan padanya",ucap Dom lalu bangkit dari kursinya.
"Kau mau kemana bukannya kita harus pergi untuk menghadiri pertemuan diHotel Xxx",ucap Lucas karena melihat Dom bermaksud berjalan keluar dari ruangannya.
"Kau saja yang pergi kesana, aku akan menjemput Hanum sekarang",ucapnya lalu pergi meninggalkan Lucas yang kesal dengannya dikantornya.
**
Dom menghentikan mobilnya saat dilihatnya Hanum sudah menunggu dan langsung melambai saat melihat Dom menghentikan mobilnya, tapi waktu Hanum bermaksud berjalan mendatanginya tiba tiba perempuan bernama Emily itu muncul dan berjalan kearah Hanum membuat Dom menjadi khawatir kalau sampai dia melakukan sesuatu yang membahayakan Hanum.
Melihat Dom keluar dari mobil Emily yang bermaksud mendatangi Hanum beralih menghampiri Dom dan menyapanya membuat Hanum langsung cemberut melihat itu dan bukannya menghampiri Dom tapi dia langsung berjalan masuk kemobil tanpa menunggu Dom.
"Kenapa kau tidak mendengarkan pesanku agar tidak keluar dari mobil tadi ",gerutu Hanum setelah mereka sudah berada didalam mobil.
"Maaf aku tidak mengikuti keinginanmu sayang, karena aku khawatir saat melihat perempuan bernama Emily tadi berjalan kearahmu",jawab Dom jujur.
Hanum langsung menatap heran kearah Dom.
"Apa maksudmu Dom? ".
"Aku khawatir Emily akan mencelakaimu sayang",jawab Dom jujur.
"Kurasa kau terlalu berlebihan dia tidak mungkin melakukan itu,apalagi itu ditempat umum".
Dom hanya menaikkan sebelah alisnya,"Sama seperti perasaan cemburumu yang akhir akhir ini berlebihan sayang",jawabnya.
"Aku tidak...".
__ADS_1
"Benarkah kurasa iya kau seolah khawatir sekali aku akan langsung tertarik padanya seperti aku tertarik padamu dulu".
"Tentu saja aku khawatir, karena aku sangat mencintaimu,bagaimana kalau... ".
Dom meletakkan telunjuknya kebibir Hanum.
"Tidak masalah kau cemburu sayang tapi mencobalah untuk percaya padaku bahwa aku tidak akan meninggalkan kalian apapun yang terjadi oke".
Hanum mengangguk mendengar itu.
"Jadi mulai sekarang tidak masalah kalau aku turun dari mobil saat menjemputmu bukan?",tanya Dom.
Hanum mengangguk, "Tapi dia pasti akan semakin berusaha untuk menggodamu Dom dan aku...".
"Aku tidak masalah soal itu sayang,karena aku tidak mungkin tergoda dengannya".
"Apa itu benar kenapa aku masih khawatir karena kau belum pernah menatap seorang perempuan seperti menatapnya".
Dom diam sejenak mendengar itu.
"Apa kau merasa sedikit tertarik padanya Dom? ",tanya Hanum khawatir lagi.
"Jujur saja aku merasa familiar dengan perempuan bernama Emily ini",ucap Dom.
"Maksudmu? ",tanya Hanum penasaran.
"Entahlah aku belum terlalu yakin tapi yang pasti bukan perasaan seperti yang kau katakan lebih ke perasaan merasa khawatir tentangmu",jawab Dom.
"Kenapa khawatir padaku? ",tanya Hanum merasa heran.
"Entahlah itu hanya perasaanku yang terlalu khawatir atau memang dia seolah sengaja ingin menyakiti kalian".
"Mak.. maksudmu?",tanya Hanum menjadi takut mendengar ucapan Dom.
Dom yang melihat itu segera menepikan mobilnya dan langsung menbuka sabuk pengaman miliknya lalu memeluk Hanum erat .
"Jangan khawatir sayang aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti kalian oke",ucapnya dengan memeluk tubuh Hanum dan mencoba memberinya ketenangan.
"Iya, trimakasih Daddy",jawab Hanum dengan membalas pelukan Dom sama eratnya.
"Apa kau merasa lebih baik sekarang?",tanya Dom dengan melepaskan pelukannya dari tubuh Hanum.
"Hemm, aku tidak papa sekarang",jawabnya.
__ADS_1
"Kalau begitu ayo kita pulang?".
Hanum hanya menggangguk.