
Dom keluar menuju ruang kerjanya meninggalkan Hanum yang masih terlelap diatas ranjang.
Dom duduk dibalik meja kerja yang sudah diganti dengan yang baru oleh Lucas tadi.
Diambilnya ponsel miliknya lalu segera menghubungi Lucas.
dering pertama Lucas langsung menjawab panggilannya.
"Ada apa Dom?",tanya Lucas dari seberang telpon.
"Tolong kau selidiki riwayat kesehatan Hanum dan Arya",perintah Dom pada Lucas.
Lama Lucas terdiam mendengar itu.
"Kamu mendengarnya Lucas?",tanya Dom.
"Iya,tapi untuk apa?',bukannya kau bilang tidak ingin mendengar apapun tentang mereka?".
"Aku hanya ingin mencari kebenaran tentang tuduhan Sibrengsek itu pada Hanum yang mengatakan Hanum mandul".
"Apa kamu berharap itu tidak benar dan berpikir punya anak dengan Hanum?".
"Lakukan saja,aku hanya ingin membuat Hanum berhenti merasa bersalah karena selalu dikatakan seperti itu".
"Baiklah apapun alasanmu,aku tidak berhak tau benar bukan?',ucap Lucas.
"Hemm,juga siapkan berkas perceraianku dengan Calista dan yang lebih penting daftarkan pernikahanku dengan Hanum secara resmi segera".
"Wait wait,Dom kenapa perintahmu akhir akhir ini banyak sekali apa kau ingin membunuhku dengan melakukan semua itu".
"Apa aku menyuruhmu melakukan itu sendiri?".
"Lalu?",tanya Lucas bingung.
"Gunakan kedua sisi otakmu untuk berpikir jangan sampai Helen menyesal menikah dengan pria sepertimu",ucap Dom.
"Kau berani mengancamku dengan membawa bawa nama Helen apa kau juga ingin aku melakukannya padamu seperti itu".
"Aku yakin kau tidak akan berani kalau kedua sisi otakmu masih normal bekerja".
"Kau benar benar orang yang kejam Dom,aku heran berapa lama Hanum akan sanggup berada disisimu dengan sifat iblismu itu".
"Dia akan berada disisiku selamanya",jawab Dom santai.
"Kita lihat saja,kau baru akan menyesal kalau dia pergi meninggalkanmu",gerutu Lucas lagi.
"Kalau dia pergi maka kau harus mencarinya sampai ketemu,kalau masih ingin tetap hidup sampai tua bersama Helen".
"Kau...,ah sudahlah aku akan selalu kalah kalau berdebat denganmu,jadi kapan kau ingin menerima hasil laporan medis mereka berdua?",tanya Lucas.
"Besok pagi",jawab Dom.
"Apa!!!,kau gila besok pagi dan sekarang sudah pukul 2 dini hari apa kau masih manusia Dom!!!,menyuruhku meretas data rumah sakit hanya dalam beberapa jam!!",teriak Lucas.
"Apa aku harus bilang ingin sekarang hasilnya?".
"Baiklah lebih baik besok pagi dari pada sekarang" jawab Lucas pelan.
__ADS_1
"kalau begitu aku matikan sekarang,masih ada yang harus kulakukan bersama Hanum sebelum dia pulang sebentar lagi".
"Dom kau benar benar iblis kau bisa bersenang senang dengan Hanum sementara aku kau suruh bekerja dijam segini,apa kau pikir aku tidak ingin melakukan itu juga bersama Helen sekarang".
"Aku tidak melarangmu melakukannya".
"Tapi bagaimana bisa sedangkan aku harus bekerja sekarang".
"Bekerjalah sambil bermain itu akan terasa lebih ni*mat dan pekerjaanmu jadi tidak terasa melelahkan".
"Bagaimana caranya?',tanya Lucas terdengar bingung.
"Apa aku harus mengirimimu bagaimana contoh melakukan hal itu dengan Hanum?",tanya Dom.
Lucas diam mendengar itu.
"Dom'',panggil Lucas.
"Ada apa lagi!".
"Ada laporan masuk dari orang yang kita suruh mengawasi gerak gerik Arya".
"Ada apa?",tanya Dom.
"Akhir akhir ini dia sering bertemu dengan istrimu ditempat pribadinya".
"Maksudmu Calista?'.
"Iya,apa kau ingin melihat vidionya sekarang?'.
"Tidak perlu terus ikuti saja mereka kalau begitu",ucap Dom.
Dom diam mendengar itu.
"Dom apa kau masih mendengarku?'.
"Hemm,lalu apa kau mau menceraikannya langsung?",tanya Lucas.
"Belum,tunggu sebentar lagi kita lihat apakah mereka hanya punya hubungan biasa atau berkoalisi merencanakan sesuatu".
"Kau masih berat melepaskannya?".
"Tidak tapi aku ingin melihat apakah dia masih bisa bermanfaat seperti dulu atau sudah harus kubuang".
"Kau punya rencana untuk istrimu itu?",tanya Lucas penasaran.
"Iya,untuk menghancurkan pria brengsek itu".
Lucas terdiam mendengar itu,ini pertama kalinya Dom menghancurkan seseorang hanya demi seorang perempuan,sepertinya saat ini Dom benar benar sudah jatuh Cinta pada Hanum meskipun dia belum menyadari sepenuhnya,batin Lucas.
"Baiklah aku akan melakukan apa yang kau perintahkan itu sekarang",ucap Lucas.
"Hemm",jawab Dom lalu mematikan panggilan itu.
setelah selesai menghubungi Lucas,Dom kembali masuk kedalam ruang pribadinya.
"Kau dari mana?',tanya Hanum saat melihat Dom masuk.
__ADS_1
Dom naik keatas ranjang dan langsung memeluk Hanum.
"Apa aku membangunkanmu tadi?",tanya Dom.
"Aku terbangun karena merasa kau tidak ada disampingku",jawab Hanum sambil menyelusupkan wajahnya kedada Dom.
"Apa artinya itu kau mulai mencintaiku sayang?",goda Dom dengan mengangkat dagu Hanum untuk menatap kearahnya.
"Aku tidak mau buru buru",jawab Hanum.
"Maksudmu?".
Dom mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Hanum.
"Nanti saja kita membahas itu,aku hanya ingin menikmati apa yang sekarang kita rasakan",ucap Hanum.
Dom tidak membahas lebih lanjut masalah itu tapi menarik Hanum semakin rapat kedalam pelukannya.
"Ayo kita istirahat lagi aku masih lelah akibat sisa perjalanan kemarin".
"Bukannya kau bilang akan pergi seminggu kenapa baru 3 hari kau sudah kembali?",tanya Hanum.
Tapi bukannya menjawab Dom malah menelusupkan kepalanya keceruk leher Hanum.
"Dom...",panggil Hanum.
"Hemmm"gumam Dom sambil menyesap kulit leher Hanum.
"Dom hentikan apa yang....,isssh".
"Ayo kita bermain lagi sayang",ajak Dom dengan mulai menyusuri tulang selangka leher Hanum dengan bibirnya membuat Hanum hanya bisa Mendesis merasakan gairahnya kembali bangkit di goda Dom seperti itu.
Dan Hanum hanya bisa pasrah saat Dom kembali menjajah tubuhnya karena dia juga sangat menikmati setiap kali Dom melakukan itu padanya rasanya sangat luat biasa meskipun lelah tapi dia tidak ingin Dom berhenti melakukannya sampai mereka mencapai puncak secara bersama sama.
"Trimakasih sayang",Ucap Dom sambil menggulingkan tubuhnya kesamping Hanum setelah mereka selesai melakukannya.
Hanum hanya mengangguk sebagai jawabannya.
"Tidurlah sebentar lagi sebelum kuantar kau kembali keApartemen",ucap Dom.
"Aku kemari dengan mobil kau tidak perlu mengantarku pulang",jawab Hanum.
"Jangan membantah,biarkan pegawaiku yang membawa mobilmu nanti,sedangkan kamu akan pergi bersamaku".
"Terserah kau saja kalau begitu",jawab Hanum.
"Aku suka kau penurut begitu",goda Dom.
"Aku hanya tidak ingin berdebat denganmu karena terlalu lelah,sedangkan aku besok pagi ada pemotretan".
"Jam berapa?",tanya Dom.
"jam 9 pagi diluar ruangan".
"Apa kau benar benar harus melakukan itu sayang?",tanya Dom tampak keberatan.
"Jangan membahas itu lagi karena aku tidak mungkin akan berhenti kecuali aku hamil",jawab Hanum.
__ADS_1
"Kalau begitu aku berharap supaya kau cepat hamil agar kau tidak perlu melakukan hal yang membuatku tidak suka seperti itu".