Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
95.Rumah Kita.


__ADS_3

Dom melajukan mobinya memasuki sebuah jalan lebar panjang yang mengarah kesebuah tanah pribadi, dimana sepanjang jalan yang mereka lewati hanya ada pepohonan dan padang rumput yang indah.


"Kita akan kemana?", tanya Hanum merasa heran karena tempat yang mereka tuju terasa asing baginya.


"Rumah kita jawab Dom",padanya.


Mendengar itu Hanum tidak lagi bertanya tapi lebih kepenasaran seperti apa rumah yang disiapkan Dom untuknya.


Setelah berkendara sekitar 15 menit dari jalan utama mereka sampai disebuah halaman luas yang ditumbuhi banyak tanaman bunga yang terawat indah membuat Hanum langsung terpesona pada tempat itu.


Di tengah tengah halaman itu berdiri sebuah rumah yang sangat indah dengan banyak


bunga menghiasi rumah itu.



(Kira kira seperti ini Rumah mereka 😊😊)


Hanum segera meminta turun dari mobil setelah Dom menghentikan mobilnya dijalan masuk menuju rumah itu.


"Aku ingin turun sekarang Dom", pintanya.


Dom mempersilahkan Hanum turun dan berjalan melewati halaman berumput itu menuju rumah mereka.


Hanum berjalan dengan sesekali berhenti untuk menikmati keindahan bunga yang berada dihalaman rumah itu.


"Kamu suka sayang?",tanya Dom dengan mengikuti Hanum berjalan disampingnya dan menggandeng tangannya menuju kerumah.


Hanum mengangguk, "Ini benar benar rumah yang sangat bagus Dom, aku sangat suka kupikir tadi kau benar benar akan membawaku kerumah Lucifer ".


"Bagaimana rumah Lucifer itu menurutmu?",tanya Dom dengan menaikkan sebelah alisnya menggoda Hanum.


"Kurasa seperti kastil atau Mansion besar yang gelap mungkin, yang pasti tidak seperti ini, ini lebih mirip rumah.. ".


"Peri ini rumah milik peri cantikku",ucap Dom dengan memeluknya dari belakang.


"Ya kurasa memang lebih mirip rumah peri,tapi siapa yang akan jadi peri disini Dom?".


"Tentu saja kalian lalu siapa lagi",ucap Dom dengan melingkarkan lengannya keperut Hanum mesra.

__ADS_1


Hanum sedikit menoleh kearah Dom.


"Bagaimana kalau dia laki laki?",tanya Hanum.


"Tidak masalah dia kan menjadi peri laki laki yang tampan sebelum datang peri perempuan lainnya dari perutmu,sayang".


Mendengar itu Hanum langsung berbalik menghadap Dom, "Maksudmu kau ingin punya anak lebih dari satu nanti! ",tanya Hanum terkejut.


"Tentu saja, aku ingin punya banyak anak denganmu agar rumah kecil kita ini menjadi meriah sayang,apa kau keberatan?",tanya Dom dengan membelai lembut wajah Hanum.


Seketika Hanum langsung menggeleng,"Tidak aku juga suka ide punya banyak anak sepertimu Dom.Kurasa kalau kita hanya punya satu anak hartamu terlalu banyak untuk diwariskan padanya dan aku takut dia akan menjadi sepertimu nanti".


"Sepertiku apa maksudmu dia akan menjadi sangat tampan atau...".


"Bukan tapi sangat dingin dan mengerikan",jawab Hanum.


Bukannya marah Dom malah tertawa terbahak bahak mendengar penggambaran Hanum tentangnya itu.


"Kenapa tertawa? ",tanya Hanum heran.


Dom menoel hidung Hanum gemas,"kurasa hanya kamu yang berani mengatakan hal itu secara terus terang padaku,sayang".


"Jadi selama ini orang orang tidak berani mengatakan bagaimana dirimu sebenarnya".


"Lalu apa yang harus kutakutkan padamu, apa kau akan menghukummu karena mengatakan kau kejam dan... ".


"Tentu saja aku akan menghukummu, kau pikir karena aku mencintaimu kau bisa lepas dari hukuman karena sudah mengatakan hal jelek tentangku,kau salah",ucap Dom dengan mengurung tubuh Hanum dalam pelukannya.


"Jangan berani macam macam Dom,aku tidak akan memaafkanmu kalau kau berani menghukumku,karena aku bicara kenyataan....".


Tiba tiba saja Dom menggendong tubuh Hanum membuat Hanum langsung terpekik dibuatnya.


"Dom apa yang kau lakukan turunkan aku,"ucap Hanum dengan melingkarkan kedua lengannya keleher Dom karena takut terjatuh.


Mendengar ucapan Hanum Dom hanya tersenyum devil dengan terus berjalan cepat masuk kedalam rumah baru mereka dan langsung naik tangga menuju kelantai dua dimana terdapat kamar utama yang akan menjadi kamar mereka mulai sekarang.


Sampai disana baru Dom menurunkan Hanum perlahan dengan masih mengungkung tubuh Hanum dibawahnya.


"Minggir Dom,apa yang akan kau lakukan! ",hardik Hanum.

__ADS_1


"Tentu saja menghukummu karena sudah berani mengatakan hal jelek tentangku",ucap Dom dengan ekspresi devil.


"Aku tidak serius soal kata kataku tadi jadi sekarang lepaskan aku karena... ".


Sebelum Hanum menyelesaikan ucapannya,Dom langsung mencium bibir Hanum membuat kata kata protes Hanum tertelan lagi ditenggorokan.


Dom baru berhenti saat merasa Hanum hampir kehabisan nafas karena ciumannya.


Dengan nafas terengah engah Hanum mendorong tubuh Dom menyingkir dari atasnya.


Kali ini Dom tidak menolak dia sengaja mengulingkan tubuhnya kesamping Hanum lalu memiringkan tubuhnya menatap lekat wajah cantik istrinya itu.


"Kapan kau mulai membangun rumah ini Dom?",tanya Hanum dengan menoleh kearah Dom yang tidak melepaskan tatapannya dari wajah sang istri.


"Kira kira dua tahun yang lalu ,kenapa?",tanya Dom dengan merapikan anak anak rambut yang berada diwajah Hanum.


Hanum menggeleng,"hanya merasa sedikit aneh karena bentuk rumah dan lingkungan ini tidak sesuai gayamu selama ini".


Dom menelentangkan tubuhnya menatap langit langit kamar yang diberi warna birumuda dan putih sangat lembut.


"Kurasa kau benar sayang saat mulai membangunnya dua tahun lalu aku juga merasa bahwa rumah ini tidak cocok denganku ,tapi entah kenapa aku tetap meneruskan pembangunnya sampai selesai. Bahkan Lucas juga merasa heran saat melihat desain rumah yang kupilih saat itu,tapi aku tidak perduli aku hanya merasa ini rumah impianku bersama keluargaku nanti".


Mendengar itu Hanum langsung sedikit bangkit menatap Dom"Jadi kau membuat ini untuk Calista saat itu dan berniat memiliki keluarga bersamanya",ucap Hanum ketus.


Dom menatap Hanum lalu mencubit gemas hidung mungil nan mencung itu membuat Hanum sedikit memekik karena merasa sakit akibat cubitan Dom dihidungnya.


"Jangan asal bicara, Calista tidak pernah tau tentang tempat ini dan aku juga tidak berniat memberi taunya semua hal tentangku dari dulu".


"Lalu untuk apa?,atau jangan jangan saat itu kamu sedang jatuh cinta pada seorang lalu tiba tiba kalian putus lalu... ".


Kali ini Dom menyentil gemas dahi Hanum agar dia diam.


"Kurasa kau benar saat itu aku memang sedang jatuh cinta pada seseorang dan berharap bisa bersama dengannya meski dia tidak mengetahui itu".


Hanum semakin cemberut mendengar itu hatinya tiba tiba merasa nyeri saat Dom bilang bahwa rumah mereka ini sebenarnya dibangunnya untuk perempuan yang pernah dicintainya dulu.


"Dasar menyebalkan kalian para laki laki sama saja,aku membatalkan ucapanku tadi waktu bilang rumah ini sangat indah ",gerutu Hanum sebal dengan mencoba bangkit dari atas ranjang,tapi sebelum dia berhasil bangun Dom lebih dulu mengungkung tubuhnya.


"Kau tidak ingin tau siapa perempuan yang kucintai diam diam?',tanya Dom dengan menatap Hanum.

__ADS_1


"Siapa?! ",tanya Hanum ketus.


"Kau sayang,kau perempuan yang sudah membuatku jatuh cinta saat itu".


__ADS_2