Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
56.Menutup Mulut Serigala.


__ADS_3

Hanum terbangun dari tidur siangnya,hari ini perasaannya lebih baik setelah peristiwa dua hari yang lalu dengan Arya,tapi dia merasa sangat marah pada Dom karena sejak berangkat sampai sekarang dia sama sekali belum menghubungi Hanum.


Hanum mengerang sebal saat tiba tiba ponselnya berdering,dengan malas tanpa melihat siapa yang meghubungi Hanum langsung mengangkatnya.


"Ya Wendy,jangan mengajakku kemana mana karena aku tidak mau, aku sekarang sedang ingin tidur tanpa diganggu siapapun",jawab Hanum.


"Untung saja kamu salah memanggil namaku dengan nama perempuan kalau sampai tadi nama pria yang pertama keluar dari mulutmu maka aku akan langsung membunuh pria itu",jawab Dom.


"Dom!!",teriak Hanum terkejut dan juga merasa senang mendengar suaranya.


"Apa arti panggilanmu itu,apa berarti kamu sudah merindukan aku sayang".


"Itu...hanya sedikit",jawab Hanum pelan.


"Aku tidak menerima rindumu yang sedikit karena itu kau harus membayar denda padaku".


"Denda?,denda apa?",tanya Hanum bingung.


"Datang kekantorku sekarang juga!",perintah Dom.


"Dimana?",tanya Hanum seolah tidak percaya mendengar apa yang dikatakan Dom barusan,karena setahunya Dom baru akan pulang dari luarnegeri beberapa hari lagi.


"Dikantorku,datanglah dalam setengah jam kemari".


Tanpa sadar Hanum tersenyum sendiri mendengar itu.


"Kau benar benar sudah pulang Dom?",tanya Hanum mencoba untuk meyakinkan dirinya.


"Hemm,apa kau akan terus bertanya dan tidak segera kemari menemuiku".


"Baiklah aku akan bersiap sekarang dan segera kesana",ucap Hanum lalu segera mematikan ponselnya dan segera bersiap siap untuk segera pergi menemui Dom dikantornya.


Setengah jam kemudian Hanum sudah sampai dikantor Dom.


Saat Hanum turun dari mobil Lucas segera menghampirinya.


"Kenapa kau repot menjemputku Lucas?",tanya Hanum heran.


"Perintah",jawab Lucas singkat membuat Hanum menoleh tapi tidak bertanya apapun.

__ADS_1


Lucas mengantar Hanum sampai depan pintu kantor Dom,baru dia pergi meninggalkan Hanum sendiri.


Hanum langsung membuka pintu ruangan Dom tanpa merasa curiga sedikitpun,tapi saat sampai didalam dia terkejut karena Arya juga ada disana.


Hanum bermaksud keluar lagi dari ruangan itu,tapi suara tajam Dom langsung menghentikannya.


"Sayang Kemarilah,aku sangat merindukanmu",perintah Dom pada Hanum yang masih berdiri diam ditempatnya tanpa bergerak.


"Sayang apa aku harus menggendongmu dari sana kesini sekarang".


ucap Dom lagi.


Hanum memejamkan matanya sambil menghela nafas kasar,karena merasa sangat marah pada Mereka berdua sekarang, bisa bisanya Dom sengaja menyuruhnya datang kesini dan memanggilnya semesra itu dihadapan Arya kalau tidak karena sengaja.


'Sudah kepalang tanggung berakting saja sekalian,batinnya siapa tau setelah ini Arya berhenti mengganggunya pikir Hanum '.


Dengan langkah lebar dan anggun Hanum berjalan menghampiri Dom dan berdiri disampingnya sengaja membuat Arya terbakar.


Tapi Dom malah menarik Hanum untuk duduk diatas pangkuannya membuat Hanum terkejut.


"Dom",bisik Hanum pelan sambil berusaha bangkit dari pangkuan Dom,tapi Dom malah menarik tubuh Hanum semakin mendekat kearahnya.


Melihat Hanum diam,Dom malah menyesap keras tengkuk Hanum sampai meninggalkan jejak merah disana membuat Hanum terkejut dengan apa yang dilakukan Dom dihadapan mantan suaminya itu seperti sengaja untuk memberi tau tentang hubungan mereka.


Hanum melirik kearah Arya yang diam melihat kearah mereka berdua dengan tatapan marah.


"Jadi bagaimana tuan Arya apa anda masih tidak mengakui bahwa anda bermaksud melecehkan penghuni Apartemen saya?",tanya Dom dingin.


Sementara itu Hanum terkejut mendengar apa yang baru saja Dom katakan,ternyata pemilik gedung Apartemen itu adalah Dom.


Dom yang melihat Hanum tampak terkejut langsung menatapnya.


"Jangan berwajah seperti itu,bukankah aku sudah bilang priamu ini bukan orang sembarangan,apa sekarang kau merasa sedikit kagum padaku",ucap Dom dengan memagut sekilas bibir Hanum dihadapan Arya membuat Arya benar benar tidak bisa lagi menyembunyikan amarahnya.


"Saya masih disini tuan Dominic".


"Saya tau,tapi itu tidak masalah anda melihat saat saya mencium perempuan milikku didepan anda".


"Apa anda sengaja memancing saya dengan melakukan itu tuan Dom,kalau perempuan lain mungkin tidak masalah tapi perempuan yang sedang anda cium sekarang adalah mantan istri saya".

__ADS_1


Dom langsung marah mendengar itu,Hanum dapat merasakan dari pelukannya yang semakin mengetat ditubuh Hanum seolah ingin membuat Hanum melebur ketubuh Dom.


"Jadi kenapa,sekarang dia milikku,aku tidak pernah mengijinkan siapapun mengusik milikku apalagi menyentuhnya dan anda sudah melewati batas itu,aku tidak suka memberi peringatan dua kali pada seseorang karena itu bukan gayaku,jadi silahkan anda tunggu apa yang bisa aku lakukan pada hidup anda karena mengabaikan peringatan seorang Dom",ucap Dom dingin.


Arya tersenyum sinis mendengar itu",Sepertinya anda suka mengambil sisa orang tuan Dom jadi baiklah karena anda sangat tertarik dengan mantan istri saya maka saya akan memberikanya karena dia sekarang bagiku hanya barang sisa yang tidak berguna lagi, seorang perempuan mandul apa yang bisa...."


"Bruak!!!".


Dengan sekali tendang Dom membalik meja kerja besar miliknya hingga membuat Arya yang duduk diseberangnya langsung terjungkal kebelakang karena tidak menyangka Dom akan melakukan hal gila seperti itu.


"Arya bermaksud bangun dari tempatnya jatuh saat tiba tiba sebuah tendangan keras kembali menghantam perutnya hingga dia kembali terjungkal kebelakang dan langsung terbatuk keras.


Sebelum Arya bangun Dom kembali mencengkram kerah kemeja Arya dan bermaksud melayangkan pukulannya lagi kewajah Arya, tapi Hanum segera mencegah apa yang akan Dom lakukan.


"Dom hentikan kau bisa membunuhnya,kalau kau menghajarnya seperti itu.


Mendengar itu bukannya diam Dom malah berbalik menatap kearah Hanum dengan sangat marah dan langsung mencengkram keras rahang Hanum membuat Hanum terkejut.


"Apa kau membela pria keparat ini,HAH!!!",bentak Dom.


Hanum hanya menggeleng disela sela rasa sakit akibat cengkaraman Dom dirahangnya.


"lalu kenapa kau melarangku menghajarnya apa kau suka dihinanya seperti itu!!!,"bentak Dom lagi.


Hanum hanya kembali menggeleng karena tidak bisa bersuara.


"Kalau begitu biarkan aku menghajarnya sampai dia tidak bisa lagi bergerak!!!dan dia tidak bisa lagi mengatakan kata kata sampah itu dari mulut busuknya itu!!!.


Kali ini Hanum sudah menangis karena cengkraman Dom yang kuat dirahangnya.


Melihat air mata Hanum, perlahan Dom mengendurkan cengkeramannya lalu menarik Hanum kedalam pelukannya.


Arya yang sempat merasa senang karena mengira hanum tadi membelanya kembali sakit hati melihat bagaimana Dom mendiamkan Hanum yang sekarang menangis didepan mereka.


"Maaf sayang ",bisik Dom.


Hanum hanya mengangguk,sebagai jawabannya karena tidak sanggup lagi bersuara.


Sambil memeluk Hanum Dom kembali menatap tajam keArya yang masih tergeletak dilantai dengan bibir berdarah.

__ADS_1


"Keluar dari kantorku sekarang sebelum aku benar benar membunuhmu",ucap dom dengan pandangan setajam pisau.


__ADS_2