Bukan Pelakor Biasa

Bukan Pelakor Biasa
83.Jangan Menyentuhnya.


__ADS_3

ditempat Calista.**


Calista melempar testpack yang baru saja digunakannya dengan sangat marah saat melihat hasil testpack itu cuma garis satu lagi.


"Sialan!!, brengsek!!,makinya dengan sangat marah.


Sudah lebih satu bulan dia dan Dom menghabiskan malam panas itu, selain itu dia juga sering melakukannya dengan Arya,tapi kenapa hasilnya masih tetap negatif, padahal sebelum menghabiskan malam dengan Dom waktu itu dia sudah pergi kedokter dan sengaja menyuntikan hormon kesuburan pada rahimnya tapi kenapa hasilnya masih negatif makinya dengan marah.


Dengan kesal Calista mencoba berpikir apa yang harus dilakukannnya untuk segera hamil atau paling tidak mempunyai gejala gejala orang hamil dalam waktu dekat ini.


Sudah beberapa kali dia mencoba menghubungi Dom dikantornya tapi dia tidak diijinkan masuk oleh Lucas, alasannya karena Dom sedang sibuk.


Tapi kalau dia tidak bisa lagi tidur dengan Dom dalam waktu dekat ini, Dom nanti akan curiga padanya kalau dia tiba tiba hamil.


Dengan niat kuat Calista bersiap untuk menemui Dom hari ini dan mencoba merayunya lagi seperti beberapa waktu lalu.


Saat tiba dikantor Dom Calista terkejut melihat lobi kantor besar itu yang penuh dengan hiasan balon warna warni seperti akan ada pesta.


"Siapa yang menghias lobi menjadi seperti akan ada pertunjukan badut ini!! ",hardiknya marah pada karyawan yang ada disana.


"Nyonya calista..i.. itu...tuan Dom yang memerintahkannya",jawab si resepsionis dengan gugup.


"Dom? "Calista mengerutkan keningnya bingung merasa itu tidak mungkin karena Dom sangat tidak menyukai sesuatu yang terlihat kekanakan seperti itu.


"I.. iya nyonya.. ".


"Lepas semuanya ganti dengan yang biasanya ini benar benar menjijikkkan kantor sekelas ini dihias seperti taman kanak kanak!",ucapnya dengan berjalan meninggalkan lobi itu menuju kantor Dom yang berada dilantai paling atas gedung Dominic Alexander.


Para karyawan yang berada dilobi hanya saling pandang mendengar perintah dari Calista itu, karena yang memasang hiasan itu adalah Lucas asisten Dom sendiri,jadi tidak ada yang berani menegur atau melepasnya.


Saat Calista menuju kantor Dom,dia berpapasan dengan Lucas di lorong menuju ruangan Dom.


"Dimana Dom?! ",tanya Calista ketus pada Lucas.


"Dia sedang sibuk diruangannya sekarang ada apa kau mencarinya?",tanya Lucas tak kalah ketus membuat Calista menatap tajam kearah Lucas.


"Apa kau lupa siapa yang kau ajak bicara sekarang Lucas, beraninya kau berbicara dengan nada seperti itu padaku! ",hardiknya.


Mendengar itu bukannya takut Lucas hanya mengangkat bahunya tidak perduli lalu berlalu pergi meninggalkan Calista yang masih berdiri sebal disana.

__ADS_1


"Dasar asisten tak tau diri, dia sama sekali tidak memandangku sebagai nyonya Dominic",gerutunya sebelum berjalan kembali menuju kantor Dom.


Sampai didepan pintu Dom Calista mengetuk pelan pintu ruangan itu tapi sudah cukup lama Calista berdiri disana Dom belum juga memerintahkannya untuk masuk membuat Calista menjadi marah karena merasa diabaikan.


Tanpa mengetuk lagi Calista langsung membuka pintu ruangan Dom dan langsung masuk kedalam.


Didalam ruangan dilihatnya Dom sedang sibuk didepan komputernya,melihat itu Calista langsung berjalan menghampiri meja kerja Dom dengan langkah gemulai.


"Dom! ",panggilnya pelan sambil berusaha menyentuh bahu Dom yang sibuk sampai tidak melihat kehadirannya didalam ruangan itu.


Tapi sebelum Calista berhasil menyentuh bahunya Dom sudah menoleh dan menatap tajam kearah Calista.


"Siapa yang mengijinkanmu masuk kemari!",hardiknya keras membuat Calista langsung mundur kebelakang.


"I.. itu Honey..aku sudah lama mengetuk pintu tapi kau tidak menjawabnya karena khawatir aku langsung masuk....".


"Keluar!!",perintah Dom membuat Calista semakin terkejut mendengar suara Dom.


"Ta.. tapi..honey.. ".


"Kau tidak dengar!,keluar dari kantorku sekarang!!, kau membuat perutku mual lagi!!",makinya dengan bangkit dari kursinya dan berjalan cepat menuju wastafel untuk memuntahkan isi perutnya karena mencium aroma parfum dari tubuh Calista.


"Diam disitu, jangan berani mendekat kearahku Calista!! ".


Terpaksa Calista diam mematung ditempatnya tanpa berani mendekat kearah Dom.


"Honey apa kau baik baik saja, aku sangat khawatir sekarang",ucap Calista.


Dom menutup hidungnya dengan tisu untuk berjalan melewati Calista.


"Keluar dari sini sekarang sebelum aku menyuruh Lucas menyeretmu keluar Calista aku tidak tahan mencium aroma parfummu".


"Tapi ini parfum yang... ".


Belum selesai Calista bicara Dom sudah menghubungi Lucas lewat intercom.


"Siapa yang mengijinkan Calista masuk kekantorku!!,usir dia sekarang dari sini gara gara dia aku kembali mual dan muntah!!",makinya membuat Calista langsung memundurkan langkahnya menjauhi Dom karena dia tau Dom bisa berbuat nekat padanya kalau sedang marah.


Tak berapa lama pintu ruangan Dom terbuka,Lucas masuk kedalam ruangan beserta cleaning servis,membuat Calista bingung melihat itu.

__ADS_1


"Mau apa mereka honey? ",tanyanya bingung.


"Ayo Calista keluar sekarang sebelum Dom semakin marah karena kedatanganmu",perintah Lucas sambil menarik tangan Calista untuk keluar dari dalam ruangan Dom.


Calista menatap Dom yang masih menutup hidungnya dengan tisu agar tidak bisa mencium aroma parfum Calista.


Dia merasa marah Dom memperlakukannya seperti penyakit sekarang.


"Lepaskan!! ",ucapnya marah dengan mendorong tubuh Lucas menjauh.


"Sebaiknya kau pergi sekarang sebelum Dom bertambah marah",saran Lucas.


"Jangan mengajariku, aku ini istrinya kau hanya... ".


"Aku tidak yakin berapa lama lagi kau menyandang sebutan itu,jadi sebaiknya sebelum Dom semakin membencimu jangan membuat masalah lagi".


Calista menatap Lucas tajam,"Apa maksud ucapanmu apa kau sedang mengutukku Lucas? ",tanyanya kesal.


Lucas hanya mengangkat bahunya mendengar itu, "Kurasa kau juga tau tinggal menunggu waktu sebelum Dom menceraikanmu karena memang hubungan kalian sudah lama berakhir".


Calista langsung pucat mendengar itu "Kau... Dom.. dia tidak boleh menceraikan aku,aku adalah istri sahnya tidak ada seorang wanita pun yang boleh menggantikan posisiku termasuk perempuan ja*lang itu".


Lucas menatap tajam kearah Calista",sepertinya kau sudah tau hubungan Dom dan Hanum Calista",ucap Lucas.


"Lalu kenapa?,dia hanya gundik Dom aku rasa sebentar saja Dom akan menyukainya setelah dia bosan dia pasti akan kembali lagi padaku",jawab Calista dengan percaya diri.


Lucas kali ini hanya mengangkat bahu tanpa menjawab atau memberitau apapun pada Calista karena itu bukan tugasnya.


"Pulanglah sekarang,jangan datang lagi kesini kalau kau tidak ingin Dom bersikap kasar padamu lagi".


"Sepertinya aku harus membuat perhitungan dengan perempuan murahan itu, karena berani merayu suamiku",gerutu Calista sambil berjalan pergi dari tempat itu.


Tapi sebelum dia jauh melangkah Lucas kembali memberinya peringatan.


"Sebaiknya jangan menyentuh Hanum kalau kau tidak ingin Dom menghukummu nanti".


Mendengar itu Calista langsung menoleh kearah Lucas, "Jangan ikut campur kau Lucas, Hanum telah menggoda Dom jadi aku harus memberinya pelajaran agar dia jera".


"Terserah kau saja aku sudah memperingatkanmu, jadi jangan salahkan aku kalau Dom tidak melepaskanmu nanti".

__ADS_1


__ADS_2