
Dom sudah berada dikantornya,dihadapannya saat ini berdiri seorang pria yang usianya lebih muda darinya tapi punya postur sedikit mirip dengannya meskipun wajah mereka berdua sangat berbeda.
"Jadi dia orang yang berhasil kau temukan saat ini",ucap Dom dingin dengan menatap tajam kearah pemuda itu.
"Iya Dom,dia sedikit mirip denganmu dari segi postur.
"Apa pekerjaanmu?",tanya Dom pada pemuda itu.
"Saya...",pemuda itu terlihat sangat gugup ditatap Dom dengan tajam seperti itu.
"Dia seorang gigolo",jawab Lucas karena dilihatnya pemuda itu sudah pucat.
"Pekerjaan yang pas untuk rencanaku,lalu apa kau pernah bertemu dengan istriku?",tanya Dom lagi dengan ekspresi sangat dingin.
"Itu....",pemuda itu semakin gugup mendapat pertanyaan itu.
"Dia adalah pemuda yang sering disewa Calista akhir akhir ini",terang Lucas.
Dom mengamati pemuda itu dari atas kebawah.
"Pasti Calista sangat royal padamu,dilihat dari penampilanmu sekarang kau benar benar sudah berhasil membuatnya puas selama ini",ucap Dom.
Mendengar itu Si pemuda langsung lemas kalau Lucas tidak membantunya mungkin dia akan pingsan karena tatapan Dom.
"Tu...tuan ma...maf sa..saya ha..hanya bekerja sa..saya tidak bermaksud...".
"Itu bukan urusanku,aku sama sekali tidak tertarik dengan penjelasanmu,tapi aku ingin kau melakukan pekerjaan untukku malam ini,kurasa Lucas sudah mengatakan apa yang harus kau lakukan bukan?",tanya Dom.
"I..itu...".
"Kau tenang saja aku akan membayarmu mahal kalau kau berhasil membuat istriku itu hamil dalam bulan ini".
Pemuda itu hanya mengerjapkan mata tidak mengerti jalan pikiran para orang kaya.
Si istri selingkuh bukannya marah malah menyuruh selingkuhan istrinya untuk membuat si istri hamil dan memberi selingkuhan istrinya itu uang banyak sebagai tutup mulut,jangan jangan senjata pria didepannya ini tidak bisa berfungsi,batin pemuda itu.
"Apa kau sudah melakukan apa yang kuperintahkan Lucas?",tanya Dom beralih menatap kearah Lucas.
"Sudah,aku sudah membawanya menemui dokter Moris beberapa hari yang lalu setelah kau menghubungi Calista dan akan mengajaknya makan malam dia juga langsung menemui dokter Moris meminta dokter Moris menyuntikkan hormon penyubur kandungan padanya".
"Baguslah kalau begitu,sekarang bawa dia ketempat yang sudah kusiapkan untuk malam ini dan juga untuk beberapa malam kedepan",jawab Dom.
"maksudmu tidak hanya malam ini kita menyewa dia",tanya lucas heran.
"Selama satu minggu jadi hasilnya akan lebih akurat".
__ADS_1
"Tapi Dom...".
"Lakukan saja kemudian hubungi Calista katakan aku menunggunya nanti malam direstoran XXX kau urus reservasinya".
"Baik Dom",jawab Lucas lalu keluar dari ruangan Dom membawa si pemuda kehotel.
"Ini kamarmu"ucap Lucas menunjukan kamar sipemuda yang letaknya berseberangan dengan kamar milik Calista yang akan menjadi tempat kejadian malam nanti.
Si pemuda menatap kamar yang akan ditempatinya itu dengan kagum.
"Kau harus bersungguh sungguh berperan jadi tuan Dominic selama beberapa malam ini awas kalau sampai ketahuan kau akan merasakan akibatnya",ancam Lucas.
"Baik tuan saya akan bersungguh sungguh melakukannya".
"Baguslah karena kalau sampai kau mengecewakan Tuan Dominic bukan hanya tidak akan mendapatkan uang tapi kau juga akan berakhir,apalagi sampai kau berani membocorkan hal ini kau tidak akan bisa melihat matahari esok pagi lagi jadi jangan berani macam macam".
"I..iya tuan saya pasti akan melakukan seperti apa yang tuan Dominic perintahkan".
"Baguslah,kalau kau mengerti cara kerja bisnis ini,karena Dom tidak pernah main main dengan ancamannya".
"Sa..saya..tau tuan saya tidak berani".
Lucas menepuk pundak pemuda itu,"Baguslah kalau kau paham sekarang sebaiknya kau beristirahat karena malam ini kau harus bekerja keras melayani Calista".
"Itu urusanmu untuk membuat Calista yakin kau adalah Dom".
"Ba..baik akan saya usahakan tuan".
"Bagus".
Lalu Lucas meninggalkan tempat itu dengan menyuruh seorang pengawal mengawasi pemuda itu".
***
Malam harinya disebuah restoran bintang tampak Calista dan Dom sedang makan malam berdua.
Terlihat sekali rona bahagia diwajah Calista malam itu.
"Honey terimakasih kau akhirnya bersedia makan malam berdua denganku meskipun perayaan ulang rahun pernikahan kita sudah lama berlalu,tapi tidak masalah yang penting akhirnya kamu mau merayakannya aku sangat bahagia malam ini honey".
Calista menyentuh tangan Dom yang berada diatas meja dengan lembut,Dom menatap kearah Calista dengan tersenyum tipis.
"Maaf aku sudah terlalu mengabaikanmu selama ini",jawab Dom dengan membalas sentuhan tangan Calista.
"Tidak papa Honey yang penting kau masih mencintaiku,itu saja sudah cukup".
__ADS_1
"Oh iya aku punya hadiah untukmu malam ini",ucap Dom dengan mengeluarkan kotak beludru panjang warna merah.
Calista langsung tersenyum melihat Dom menyerahkan kotak hadiah mewah itu padanya.
"Honey apa ini?",tanyanya sambil mengambil kotak hadiah itu.
"Bukalah itu hadiah pernikahan kita untukmu meskipun terlambat".
Calista langsung membuka kotak itu yang didalamnya terdapat sebuah jam tangan mewah dengan harga fantastis dan sebuah kartu kamar Vip disalah satu hotel berbintang.
Mata Calista langsung membulat melihat hadiah yang diberikan Dom untuknya dan yang lebih menarik perhatiannya adalah kartu kamar yang terdapat juga didalam kotak itu bersama jam tangan mewahnya.
"Ho..honey i..ini...".Calista menatap Dom seolah tak percaya dengan apa yang diberikan Dom padanya.
"Kau suka dengan hadiahku",ucap Dom.
Calista mengangguk,"Tapi kartu kamar ini apa artinya?",tanya Calista dengan mengambil kartu itu.
"Hadiah utama untukmu malam ini",jawab Dom dengan meremas lembut tangan Calista.
"Ma..maksudmu...".
"Aku ingin menghabiskan malam ini denganmu,apa kau bersedia",ucap Dom.
Mendengar itu Calista langsung mengangguk dan tersenyum senang.
"Tentu saja Honey".
Jawab Calista.
"Bukan hanya malam ini tapi juga malam malam selanjutnya aku juga ingin bersamamu,aku ingin kita punya anak lagi apa kau mau?",tanya Dom dengan mengecup lembut jemari Calista.
Calista langsung mengangguk mendengar itu.
"I...iya honey aku mau mari kita punya anak lagi".
"Kalau begitu ayo kita segera pergi sekarang",ajak Dom, lalu berdiri dari duduknya dan langsung mengulurkan tangannya mengajak Calista untuk pergi dari tempat itu.
"Se..sekarang Honey?',tanya Calista merasa gugup karena Dom tampak tidak sabar untuk segera menghabiskan malam bersamanya.
"Tentu saja,apakah ini terlalu cepat?",tanya Dom.
Calista menggeleng dia hanya merasa sangat gugup sekarang karena setelah bertahun tahun tiba tiba Dom ingin menghabiskan malam bersamanya .
Dia sudah berpikir untuk memasukkan obat perangsang lagi tadi keminuman Dom ,tapi sebelum itu terjadi Dom lebih dulu memberinya kejutan dengan mengajaknya bersama malam ini, tanpa dia perlu bersusah payah merayunya membuat Calista sangat bahagia sekarang.
__ADS_1